Akuntabel: Pengertian, Prinsip Jenis dan Contoh Pelaksanaannya

Uji Agung Santosa

26 September 2023

Pengertian Akuntabel dan Prinsip-Prinsipnya (123rf.com)
Pengertian Akuntabel dan Prinsip-Prinsipnya (123rf.com)

Akuntabilitas atau akuntabel adalah istilah yang umumnya ditemukan dalam manajemen perusahaan, lembaga, atau pemerintahan. Istilah ini memiliki kaitan yang erat dengan pertanggungjawaban. Dalam ilmu akuntansi, akuntabel bahkan menjadi salah satu konsep yang penting dalam pengelolaan keuangan.

 

Pengelolaan keuangan dengan asas akuntabel harus mencerminkan informasi yang akurat dan transparan. Ini dapat ditemukan dalam berbagai konteks. Saat berinvestasi, konsep akuntabel seringkali dapat dilihat melalui laporan keuangan dan laporan tahunan, OJK, ataupun prospektus emiten.

Agar semakin paham, mari menyelisik lebih jauh mengenai apa itu akuntabel dan akuntabilitas, prinsip-prinsipnya, juga tips dan contoh laporan keuangan yang akuntabel.

Baca juga: Mengenal Fungsi OJK untuk Investor dan Lembaga Keuangan

Pengertian Akuntabel

Akuntabel adalah sebuah konsep yang mengacu pada tanggung jawab atau kewajiban untuk memberikan penjelasan atau pertanggungjawaban terhadap tindakan, keputusan, atau hasil yang telah dilakukan atau dicapai. 

Dalam konteks bisnis, konsep ini menekankan pentingnya transparansi dalam kinerja serta kewajiban seseorang dalam mempertanggungjawabkan pekerjaan dan tanggung jawabnya. 

Akuntabel menjadi pijakan penting bagi perkembangan organisasi karena dalam perusahaan atau lembaga, para pemangku kepentingan telah menyerahkan kepercayaan mereka kepada seorang pemimpin atau pengelola.

Mulai Investasi Saham, Daftar Aja Udah Cuan

Pengertian Akuntabilitas

Akuntabilitas merujuk pada konsep kemampuan seseorang atau organisasi atau entitas untuk memberikan penjelasan atau pertanggungjawaban atas tindakan, keputusan, atau hasil yang telah dicapai. 

Melalui tindakan ini, tugas dan fungsi dari setiap jabatan dapat dipantau sehingga mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan yang dapat berdampak pada perkembangan perusahaan.

Secara keseluruhan, akuntabilitas dan akuntabel saling terkait karena keduanya membahas pertanggungjawaban atas tugas dan wewenang. Keduanya juga merupakan aspek penting dalam bidang akuntansi, terutama dalam konteks laporan keuangan perusahaan, yang harus mencerminkan kondisi yang sebenarnya dan tetap transparan dalam seluruh aspeknya.

Baca juga: Sama-Sama Penurunan Nilai Aset, Ini Beda Impairment dan Depresiasi

Mengapa Perusahaan Perlu Akuntabel

Akuntabilitas dalam perusahaan memiliki berbagai fungsi penting yang berkontribusi pada pengelolaan yang efisien, transparansi, dan keberlanjutan. Berikut di antaranya.

1. Menghindari Potensi Penyalahgunaan Wewenang

Salah satu fungsi utama akuntabilitas adalah mencegah penyalahgunaan wewenang oleh individu atau pihak yang memiliki tanggung jawab. Dengan menegakkan akuntabilitas, pengawasan oleh dewan pengawas dapat berjalan efektif. Perusahaan juga dapat mengurangi risiko tindakan yang tidak etis atau penyalahgunaan kekuasaan.

2. Transparansi dan Keterbukaan

Akuntabilitas mendorong transparansi dalam pengambilan keputusan dan operasi perusahaan. Informasi yang akurat dan lengkap harus tersedia untuk pemegang saham, pemangku kepentingan, dan pihak yang berkepentingan lainnya. Ini membantu membangun kepercayaan dan mendukung pertumbuhan bisnis.

3. Keberhasilan Pelaksanaan Tugas

Ketika seseorang menjalankan prinsip akuntabilitas, ini menunjukkan kesiapan untuk menunjukkan hasil pekerjaan dan tanggung jawab mereka kepada pihak lain untuk dinilai dan dievaluasi. Sikap ini memberikan kesempatan bagi anggota lain dalam organisasi untuk mengevaluasi dan mengukur keberhasilan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab.

Baca juga: Kenali Apa Itu Return, Keuntungan dan Risiko yang Diterima Investor

4. Mendorong Efisiensi Kerja

Akuntabilitas juga merupakan salah satu faktor yang mendorong efisiensi kerja. Ini disebabkan karena ketika seorang pemimpin bersikap terbuka dan menerima masukan dari rekan-rekan kerjanya, operasional perusahaan dapat terus ditingkatkan untuk menjadi lebih efisien dan menguntungkan.

Prinsip Akuntabilitas

Prinsip Akuntabilitas.
Prinsip Akuntabilitas.

Prinsip-prinsip akuntabilitas adalah panduan atau asas yang mengatur bagaimana individu, organisasi, atau entitas lainnya harus bertindak dan bertanggung jawab atas tindakan, keputusan, dan kinerja mereka. 

Prinsip-prinsip ini membentuk kerangka kerja untuk menciptakan lingkungan yang transparan, etis, dan dapat dipertanggungjawabkan. Berikut adalah beberapa prinsip akuntabilitas yang umumnya diakui.

Baca juga: Rekening Koran: Pengertian, Cara Mendapatkan, dan Fungsi Lengkapnya

1. Kesamaan Visi, Misi, dan Komitmen

Memiliki pemahaman yang seragam tentang visi dan misi perusahaan serta komitmen untuk bersikap akuntabel dalam menjalankan tugas dapat menciptakan kohesi dalam upaya mencapai tujuan bersama.

2. Sistem Manajerial

Mempunyai sistem manajerial yang memastikan bahwa akuntabilitas dalam penggunaan sumber daya sesuai dengan peraturan dan perjanjian kerja, dapat memastikan proses operasional berjalan efisien.

3. Orientasi Pada Tujuan dan Nilai

Fokus pada tujuan, visi, misi, dan target yang ingin dicapai adalah prinsip dasar dalam menjalankan organisasi atau perusahaan. Ini membantu menjaga fokus pada pencapaian hasil yang diinginkan.

4. Nilai-Nilai Transparansi, Kejujuran, dan Objektivitas

Menerapkan nilai-nilai ini dalam pengambilan keputusan dan interaksi sehari-hari adalah komponen penting lantaran membantu membangun budaya akuntabilitas yang kuat.

5. Pencapaian dan Target

Kemampuan menunjukkan hal ini memastikan setiap individu dalam organisasi memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang diharapkan dari mereka dan bagaimana mereka akan diukur.

Baca juga: Mengenal Neraca Perdagangan dan Pengaruhnya pada Pasar Saham Indonesia

Jenis Akuntabilitas

Menurut Mardiasmo, akuntabilitas bisa diklasifikasikan dalam berbagai jenis tergantung pada konteksnya.

1. Akuntabilitas Vertikal

Akuntabilitas vertikal adalah ketika individu atau entitas memberikan pertanggungjawaban kepada pihak atau pemangku kepentingan yang memiliki posisi hierarki lebih tinggi. Contohnya, manajer di cabang perusahaan yang bertanggung jawab kepada pimpinan pusat, dan menteri yang menyampaikan laporan kinerja kepada presiden.

2. Akuntabilitas Horizontal

Akuntabilitas horizontal adalah pertanggungjawaban yang diarahkan kepada pihak lain tanpa adanya hubungan atasan-bawahan terkait. Biasanya, transparansi dalam hal ini ditunjukkan kepada masyarakat, konsumen, atau pengguna layanan. Dalam konteks pemerintahan, pendekatan ini sering digunakan dalam sektor pelayanan publik.

Contoh Laporan Keuangan yang Akuntabel

Tips Laporan Keuangan Yang Akuntabel
Tips Laporan Keuangan Yang Akuntabel

Contoh laporan keuangan yang transparan dan akuntabel tidak selalu dapat diwujudkan secara fisik, karena tingkat akuntabilitas terletak pada substansi atau isi laporan yang harus mencerminkan kondisi sesungguhnya. Oleh sebab itu, sebuah laporan keuangan dianggap transparan dan akuntabel jika memenuhi sejumlah kriteria berikut.

Baca juga: Cadangan Devisa: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Sumbernya

1. Jelas Sumber Dananya

Suatu laporan keuangan dianggap akuntabel jika laporan tersebut secara rinci menjelaskan sumber dana yang digunakan dan bagaimana dana tersebut diperoleh. Semua informasi yang tercantum dalam laporan harus sesuai dengan kenyataan.

2. Pengelolaan Dana Terdokumentasi dengan Lengkap

Untuk memenuhi standar akuntabilitas, laporan keuangan harus mencantumkan informasi tentang alokasi dan tujuan dari aliran dana perusahaan. Dana harus digunakan untuk kepentingan bisnis, dan hasil atau output dari penggunaan dana tersebut harus dapat diakses dan dinikmati oleh semua pihak terkait.

3. Mencantumkan Bukti

Laporan keuangan yang akuntabel tidak hanya mencatat transaksi keuangan, tetapi juga mencantumkan bukti-bukti yang mendukungnya, seperti nota, kuitansi, cek, atau surat-surat berharga lainnya. Bukti-bukti ini dapat memberikan kepastian terhadap validitas anggaran perusahaan.

4. Pelaporan Rutin dan Terstruktur

Laporan keuangan harus disusun secara rutin dalam interval waktu tertentu. Selain itu, semua informasi dalam laporan harus disusun secara terstruktur berdasarkan tanggal peristiwa. Hal ini akan mempermudah proses pemeriksaan jika ada ketidaksesuaian dengan fakta di lapangan.

5. Kepatuhan dengan Standar Akuntansi

Agar dapat dianggap akuntabel, laporan keuangan harus dibuat sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di negara atau wilayah tertentu. Ini termasuk pencatatan jurnal, penyusunan neraca, dan metode perhitungan yang tepat.

Baca juga: Apa Itu Lembaga Keuangan Non Bank? Ini Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konsep akuntabel adalah hal krusial dalam memantau perkembangan bisnis. 

Bagi kamu yang berencana berinvestasi, jangan lupa memperhatikan tingkat akuntabilitas perusahaan agar dapat membuat keputusan investasi yang bijak. Akuntabilitas yang kuat dapat menjadi indikator penting bagi transparansi, yang pada akhirnya memengaruhi hasil investasimu.

Untuk mempermudahmu berinvestasi dan memberi return optimal, pastikan menggunakan aplikasi tepercaya seperti BMoney yang dijamin aman karena sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Unduh aplikasinya sekarang di App Store atau Play Store secara gratis!

 

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!