Apa Itu Analisa Teknikal Saham? Pahami Pengertian dan Jenis-Jenisnya!

Imanuel Kristianto

11 Juli 2022

Analisa Teknikal Saham (Foto: 123rf)
Analisa Teknikal Saham (Foto: 123rf)

Mungkin kamu sudah sering mendengar istilah investasi dan trading saham, tapi apakah kamu sudah pernah mempelajari bagaimana memaksimalkan potensi aset berupa saham yang dimiliki oleh investor atau trader?

Banyak orang menilai bahwa melakukan analisis terhadap saham yang dimiliki dengan fluktuasi yang terjadi di pasar adalah hal yang cukup sulit. Oleh karena itu, tidak sedikit orang yang mencari tahu apa itu analisis atau analisa teknikal saham.

Jika istilah tersebut juga cukup asing di telingamu, yuk pahami pengertian dan jenis-jenisnya dengan membaca penjelasan berikut.

Baca juga: Ini Cara Menghitung Return Saham untuk Perkirakan Keuntungan

Pengertian Analisa Teknikal Saham

Pengertian Analisa Teknikal Saham
Pengertian analisa teknikal saham (123rf)

Analisa teknikal adalah teknik analisa yang digunakan untuk mengamati pola-pola pada transaksi suatu instrumen investasi. Pola yang dimaksud di antaranya adalah data pasar, harga pasar, dan volume transaksi.

Teknik ini biasanya digunakan untuk menganalisis harga saham berdasarkan data harga yang sudah ada. Berdasarkan data tersebut, para investor atau trader dapat melihat bagaimana pola harga yang terjadi dan tren seperti apa yang sedang berkembang di pasar.

Pola yang sudah dianalisis tersebut nantinya akan digunakan sebagai acuan bagi investor ataupun trader untuk mengambil langkah dalam transaksi saham, seperti kapan waktu yang tepat untuk melakukan transaksi (entry point) dan kapan waktu yang tepat untuk keluar dari pasar (exit point). 

Baca juga: Cara Menggunakan Support dan Resistance dalam Saham untuk Pemula

Para trader biasanya akan melakukan langkah tersebut sesuai dengan pola yang terjadi. Misalnya, mereka akan membuka posisi beli ketika harga cenderung naik. 

Analisis atau analisa teknikal saham ini sangat bermanfaat untuk para investor ataupun trader agar dapat menghindari transaksi yang tidak efektif. Meski begitu, teknis analisis ini sebenarnya tidak hanya berlaku di dunia saham, tapi juga instrumen investasi lainnya, seperti halnya komoditas dan valuta asing.

Para pelaku analisis teknikal biasanya merupakan trader yang berinvestasi saham atau instrumen lainnya dalam jangka waktu pendek, misalnya investasi harian. Dengan analisis atau analisa teknikal saham yang tepat, para trader akan lebih mudah melakukan pembelian saham secara efektif.

Jenis Analisis Teknikal Saham

Jenis Analisis Teknikal Saham
Jenis analisis teknikal saham (123rf)

Berbagai jenis analisis teknikal saham dapat diketahui lewat indikatornya. Indikator ini biasa digunakan oleh para trader untuk mengetahui informasi terkait gambaran umum atas penawaran dan permintaan saham. Bahkan, indikator-indikator ini juga bisa memberikan gambaran psikologis pasar dan saham agar dapat memberikan acuan yang jelas bagi trader dalam melakukan transaksi saham.

Secara umum, ada dua jenis indikator analisis teknikal saham yang biasa digunakan. Pertama, ada garis penentu tren yang biasa disebut overlays. Garis tersebut akan menunjukkan apakah kondisi saham sedang naik atau turun. Kamu bisa menganalisis garis tersebut dengan melihat apakah garisnya berada di atas atau di bawah candle.

Sementara itu, jenis indikator yang kedua adalah oscillators. Indikator ini muncul terpisah dari grafik pergerakan harga dan menjadi candle penentu awal atau akhir suatu tren. Selain kedua jenis indikator tersebut, ada juga tujuh indikator analisa teknikal saham yang perlu diketahui. Berikut penjelasannya.

Baca juga: Cara Kerja Saham sebagai Instrumen Investasi dan Trading

1. On-balance volume (OBV)

Indikator yang satu ini digunakan dengan tujuan untuk mengonfirmasi harga saham. Ketika OBV naik, maka volume pembelian berarti sudah melebihi volume penjualan. Tren ini menyebabkan harga lebih tinggi. Sebaliknya, ketika OBV turun, volume penjualan melebihi volume pembelian sehingga harga saham menjadi turun.

2. Accumulation/Distribution line

Indikator jenis analisis teknikal saham ini dikenal juga dengan istilah garis A/D, yaitu garis yang menjadi indikator paling umum untuk menentukan aliran uang yang masuk dan keluar dari sekuritas. Garis A/D tersebut digunakan dengan hanya mempertimbangkan saham dalam periode waktu tertentu.

3. Average directional index (ADX)

ADX merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan momentum tren melalui garis atau angka 20 dan 40. Jika garis yang muncul berada di bawah angka 20, maka artinya kekuatan tren sedang menurun. Sebaliknya, kalau garis yang muncul berada di atas angka 40, maka artinya kekuatan tren sedang meningkat.

4. Aroon indicator

Mirip dengan ADX, indikator analisa teknikal saham yang satu ini juga digunakan untuk menunjukkan kekuatan tren dan akurasi titik masuk. Artinya, indikator ini berfungsi sebagai media untuk mengidentifikasi adanya tren baru. Indikator Aroon dapat dilihat melalui dua garis, yaitu garis berwarna hijau (Aroon-up) dan garis berwarna merah (Aroon-down).

Baca juga: Rekomendasi Saham yang Menjanjikan untuk Investor Pemula

Garis Aroon-up yang memotong garis Aroon-down menandakan adanya kemungkinan perubahan tren. Jika Aroon-down berada di angka nol dan bersinggungan dengan Aroon-up, maka hal ini menandakan jika titik masuk dan kecenderungan tren akan naik. 

5. Moving average convergence divergence (MACD)

MACD juga merupakan jenis analisis teknikal saham yang menunjukkan kekuatan tren. Indikator tersebut terdiri atas dua garis, yaitu garis MACD dan garis sinyal. Garis sinyal merupakan garis yang berada di atas titik nol dan menunjukkan adanya tren kenaikan yang sedang berlangsung. Jika garis tersebut ada di bawah titik nol, artinya sedang ada tren penurunan harga saham.

6. Relative strength index (RSI)

Indikator pada analisa teknikal saham ini merupakan garis acuan berupa angka tengah atau nol yang biasanya berada di angka 30 dan 70. Jika harga menyentuh atau melebihi angka 70, artinya pergerakan saham sedang berada di posisi kondisi jenuh beli (overbought). Namun, jika harga menyentuh atau ada di bawah angka 30, artinya pergerakan saham sedang berada dalam kondisi jenuh jual (oversold). 

7. Stochastic oscillator

Jenis analisis teknikal saham selanjutnya dapat dilihat dengan indikator yang digunakan untuk mengukur harga relatif saat ini terhadap kisaran harga saham dalam periode waktu tertentu. Indikator ini memiliki dua garis berwarna merah dan hijau yang berada di angka 0 dan 100. 

Jika garis yang muncul berwarna hijau di atas garis berwarna merah, artinya tren sedang naik. Sebaliknya, tren penurunan dapat terlihat jika garis hijau bersinggungan dengan garis merah.

Baca juga: Cara Beli Saham bagi Para Pemula untuk Mulai Investasi

Demikianlah informasi terkait apa itu analisis atau analisa teknikal saham dan apa saja jenis analisis teknikal saham yang bisa digunakan dalam berinvestasi. Dengan memahami analisis atau analisa teknikal saham, kamu sebagai investor atau trader akan lebih mudah dalam memaksimalkan potensi keuntungan yang diperoleh dari hasil investasi saham yang kamu lakukan.

Untuk lebih akurat, pahami jenis-jenis indikator analisis teknikal saham yang sudah dijelaskan di atas dan pilihlah jenis analisis teknikal saham yang paling cocok dan sesuai dengan kebutuhanmu. Dengan begitu, kamu akan lebih mudah dalam menentukan strategi untuk investasi dan trading saham supaya lebih efektif dan efisien.

Jika kamu masih perlu tahu lebih banyak tentang investasi, dapatkan informasi lainnya di BMoney atau download aplikasinya di Play Store atau App Store. Selamat belajar berinvestasi!

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!