Mengenal Jenis Angel Investor dan Perannya untuk Startup

Imanuel Kristianto

27 April 2022

Mengenal Angel Investor dan Perannya Dalam Perusahaan
Mengenal Angel Investor dan Perannya Dalam Perusahaan

Istilah angel investor cenderung berdampingan dengan perusahaan rintisan atau startup. Di satu sisi, para pemilik startup butuh modal yang cukup untuk mengembangkan bisnisnya. Di sisi lain, angel investor punya wadah untuk memutar uangnya sehingga bisa terus berkembang.

Sosok angel investor ini pun menjadi sangat dicari di Indonesia mengingat makin menjamurnya startup. Namun, mungkin masih banyak yang keliru untuk membedakan angel investor dengan venture capital. Yuk, cari tahu pengertian dan jenis-jenis dari para pemberi dana untuk para pebisnis di bawah ini.

Pengertian Angel Investor

angel investor
Apa itu angel investor? (123rf)

Angel investor adalah individu atau orang yang memiliki harta yang cukup banyak dan bersedia memberikan dananya untuk startup. Pemberian modal pun bisa sangat bervariasi. Sejumlah investor malaikat paling kecil memberikan modal sekitar $25.000 atau setara dengan Rp360 jutaan.

Dana ini disuntikkan untuk para pemilik startup supaya bisa mengembangkan bisnisnya dalam waktu dekat. Hal ini juga jadi karakteristik angel investor yang memang fokus membantu para pelaku bisnis startup.

Angel investor sering menjadi pilihan terakhir para founder perusahaan startup. Pasalnya, banyak pemilik startup yang sering “kepentok” dalam urusan permintaan modal ke perusahaan perbankan.

Perbedaan Angel Investor dengan Venture Capital

Berbeda dengan angel investor, venture capital adalah perusahaan pemodal yang menginvestasikan uang dari perusahaan besar untuk para startup yang butuh pendanaan. Lalu, apa saja perbedaannya antara dua pihak ini? Simak penjelasannya di bawah ini!

1. Sumber dana

Angel investor akan menggunakan dana pribadinya untuk para perusahaan yang membutuhkan. Di sisi lain, venture capital dapat dana dari perusahaan besar, dana pensiun, atau dana investasi dari berbagai pihak.

Baca juga: Ini Cara Menghitung Return Saham untuk Perkirakan Keuntungan

2. Target pendanaan

Para angel investor akan rela mengemban risiko untuk membantu para pelaku bisnis baru yang ingin memulai bisnis. Di sisi lain, venture capital tidak ingin mengambil risiko tersebut dan lebih memilih startup dengan profil yang lebih matang.

3. Jumlah modal yang diberikan

 Dana yang dikeluarkan oleh para angel investor juga tidak sebesar venture capital. Dikabarkan, ada perusahaan pemodal yang bisa memberikan dananya hingga 11, 7 juta dolar Amerika Serikat untuk setiap perusahaan yang membutuhkannya.

4. Sistem pengembalian dana

Venture capital tentu meminta dana pengembalian yang lebih besar, sekitar 25—35 persen. Para angel investor biasanya hanya meminta 20—25 persen dari total dana yang mereka keluarkan.

5. Peran pemodal

Karena memberikan modal untuk bisnis baru, para angel investor juga akan berperan sebagai mentor untuk mereka yang dimodali. Jadi, para pelaku usaha juga bisa bertukar pikiran dan meminta ide-ide segar dari mereka.

D sisi lain, perusahaan pemberi modal akan meminta perusahaan untuk membuat jajaran direksi baru. Lalu, mereka akan menduduki jajaran direksi strategis di sana.

Baca juga: Manfaat Laporan Keuangan bagi Investor agar Investasi Sukses

Jenis-jenis Angel Investor

jenis angel investor
Jenis angel investor (123rf)

Angel investor bisa ditemukan di mana saja. Kadang kamu tidak sadar bahwa dia ada di dekat kamu. Hal ini yang memunculkan beragam jenis angel investor. Simak jenis-jenisnya di bawah ini.

1. Angel investor dari komunitas

Indonesia memiliki komunitas para angel investor bernama Angel Investment Network Indonesia (ANGIN). Melalui komunitas ini, para pelaku bisnis bisa mengajukan pendanaan untuk membangun bisnisnya. Kamu harus melalui beberapa tahapan hingga bisa mendapatkan suntikan dana. Pasalnya, hanya perusahaan terpilih saja yang bisa dapat bantuan dari ANGIN.

2. Orang kaya dengan dana berlebih

Sederet orang pastinya memiliki dana berlebih dan ingin mengelolanya supaya tidak hilang begitu saja. Nah, kamu bisa menemui orang-orang ini untuk mengajukan permintaan dana. Kamu bisa menemukan orang-orang kaya ini di event besar atau pertemuan-pertemuan tidak terduga lainnya.

Memang tidak mudah untuk meminta bantuan dana kepada mereka. Pasalnya, kamu jelas tidak kenal dekat dengan orang-orang tersebut. Ditambah lagi, mereka juga akan lebih banyak meminta, khususnya untuk manajemen risiko untuk dana yang dikeluarkan.

Karena itu, kamu harus bisa meyakinkan para “orang kaya” ini supaya mau meminjamkan dananya. Jika berhasil, kamu bisa dapat suntikan dana yang sangat besar dari mereka.

Baca juga: Manfaat Pasar Modal Bagi Investor dan Masyarakat

3. Angel investor dari keluarga dan teman dekat

Banyak yang tidak sadar bahwa keluarga dan teman dekat bisa jadi angel investor juga, loh. Terlebih jika orang-orang di sekitar kamu tersebut mendukung supaya kamu bisa meraih kesuksesan. Anggota keluarga atau teman dekat pasti tidak ingin melihat kamu kesulitan dalam mengembangkan bisnis.

Biarpun begitu, tetap ada norma-norma yang harus kamu pertahankan saat meminta modal dari keluarga atau teman. Pertama, kamu tetap harus membuat kerja sama bisnis dengan keluarga maupun teman.

Kedua, kamu tidak boleh memaksa untuk meminta suntikan dana biarpun terbilang dekat dengan orang-orang tersebut. Terakhir, pastikan mereka hanya memberikan suntikan dana sesuai dengan kemampuan, tanpa berutang atau memecah dana darurat.

Baca juga: Trik Jitu Cari Investor untuk Bantu Pendanaan Perusahaan

Kelebihan dan Kekurangan Angel Investor

Memanfaatkan jasa angel investor tentu memberikan manfaat untuk bisnis kamu. Kamu bisa mendapatkan suntikan dana dengan jumlah yang cukup. Malahan, banyak angel investor yang tidak mengharapkan pengembalian keuntungan dari bisnis kamu.

Berbeda dengan pinjaman perbankan yang punya jangka waktu pengembalian. Selain itu, bank pun menerapkan bunga pinjaman dana yang cukup besar. Jika bisnismu ternyata gagal, bunga pinjaman dari bank tersebut bisa sangat mencekik.

Sayangnya, tetap ada kekurangan dari meminta dana kepada angel investor. Tetap ada kalanya, beberapa bagian usaha kamu bisa diambil alih oleh para pemberi modal. Mungkin saja, mereka masuk ke dalam jajaran manajemen sehingga bisa mengambil keputusan dalam perusahaan.

Sisi positifnya, bisa jadi semua hal yang dilakukan bertujuan untuk memajukan perusahaan. Cobalah untuk membuat persetujuan supaya kamu dan para investor bisa satu visi dalam melihat sebuah bisnis.

Tips Mendapatkan Angel Investor

tips mendapatkan angel investor
Tips dapat angel investor (123rf)

Saat ingin mendapatkan pendanaan, kamu harus melakukan banyak persiapan. Berikut tips supaya bisa mendapatkan angel investor yang tepat.

1. Mempersiapkan bisnis dengan baik

Angel investor tentu akan melihat bisnis kamu secara detail. Karena itu, kamu harus mempersiapkan banyak hal di internal perusahaan. Perbaiki laporan keuangan serta buat ide-ide segar untuk dipresentasikan ke mereka. Hal ini akan membuat mereka tertarik untuk berinvestasi.

2. Buat presentasi singkat dan jelas

Persiapkan juga elevator pitch atau presentasi singkat sekitar 10 menit. Fokuslah pada produk dan layanan yang kamu miliki dan solusi yang ditawarkan untuk masyarakat. Buat juga presentasi menarik supaya para investor bisa mengetahuinya dengan lebih jelas.

3. Menentukan angel investor yang cocok

Bukan hanya angel investor yang bisa memilih perusahaan, loh. Kamu juga bisa memilih angel investor mana yang ingin mendanai startup milikmu. Jangan hanya melihat dari kepemilikan dananya saja. Kamu bisa melihat juga profil mereka dan ketertarikan dengan bidang yang mau kamu kembangkan. Hal ini juga membuat kamu bisa bertukar pikiran dengannya.

4. Punya sikap realistis

Kamu boleh berekspektasi. Namun, pastikan ekspektasi kamu sesuai dengan realitas yang ada. Banyak pemilik startup gagal mendapatkan dana lantaran terlalu tinggi dalam berekspektasi dan membuat target.

Baca juga: Sleeping Investor adalah Orang Paling Santai dengan Cuan Paling Mantap

Itulah pengertian dari angel investor yang perlu kamu ketahui. Sebelum meminta pendanaan dari pihak lain, ada baiknya kamu mengumpulkan modal pribadi dulu. Mulailah berinvestasi sedikit demi sedikit sampai terkumpul.

Kamu bisa memanfaatkan instrumen investasi untuk mengelola keuangan dengan baik dan mencapai targetnya. Coba manfaatkan reksadana yang punya risiko relatif rendah untuk mengumpulkan modal.

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!