AUM (Asset Under Management) adalah: Pengertian dan Fungsinya

Imanuel Kristianto

07 Oktober 2022

Definisi AUM (Foto: 123rf)
Definisi AUM (Foto: 123rf)

Dalam dunia investasi, terdapat satu istilah yang penting untuk diketahui, yaitu AUM (Asset Under Management). Istilah tersebut mengacu pada kriteria manajer investasi yang baik bagi investor yang ingin berinvestasi di reksa dana.

Sebagai salah satu instrumen investasi yang populer, reksa dana menjadi alternatif investasi yang banyak dipilih karena kemudahannya dan juga tingkat risikonya yang cenderung rendah.

Berbeda dengan saham yang biasanya diperjualbelikan di bursa saham, instrumen ini umumnya dikelola oleh pihak tepercaya yang sudah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengelola dana investor secara kolektif. Inilah yang disebut manajer investasi.

AUM adalah kriteria yang biasa dipertimbangkan oleh para investor saat memilih manajer investasi dalam mengelola dana mereka. Beberapa institusi finansial menggunakan indikator AUM untuk mengelola reksa dana, venture capital, perusahaan pialang (brokerage company), atau investasi perorangan.

Baca juga: Apa Itu Investasi Saham? Keuntungan, Risiko, dan Cara Membelinya

Apa Itu AUM?

definisi AUM
Apa itu AUM (123rf)

Asset Under Management atau AUM adalah salah satu aspek penting yang biasa digunakan oleh investor dalam mengevaluasi performa perusahaan manajer investasi (MI). Pertimbangan tersebut dilakukan berdasarkan kinerja dan pengalaman pihak MI yang dimaksud. 

Umumnya, para investor akan mempertimbangkan untuk menyimpan dananya untuk dikelola manajer investasi dengan membandingkan kualitas dan pengalaman perusahaan manajer investasi tersebut. Beberapa indikator yang biasa digunakan untuk mengetahuinya antara lain adalah berapa banyak dana investor yang dikelola oleh perusahaan tersebut secara teratur.

Meski begitu, AUM tidak hanya menjadi indikator bagi manajer investasi yang mengelola reksa dana. AUM sendiri dapat mengacu pada jumlah dana investasi yang juga dikelola oleh perusahaan venture capital, pialang, atau manajer investasi perorangan.

AUM juga sering disebut sebagai dana kelolaan reksa dana, yaitu dana yang dikaitkan dengan total nilai dari suatu investasi yang telah dikelola oleh manajer investasi. Jadi, penting bagi manajer investasi untuk menilai AUM sebagai indikator dalam mengukur tingkat keberhasilan suatu reksa dana. 

Lantas, apa yang dimaksud dengan total AUM? Total AUM adalah jumlah keseluruhan dana kelolaan reksa dana. Misalnya, jika ada beberapa investor yang berinvestasi dalam bentuk reksa dana dengan jumlah keseluruhan dana yang dikelola senilai Rp50 miliar, maka dana tersebut merupakan total AUM.

Baca juga: Pahami Apa Itu NAB Sebelum Mulai Berinvestasi Reksa Dana! 

Pentingnya AUM bagi Investor

Pentingnya AUM
Pentingnya AUM (123rf)

AUM adalah informasi yang penting untuk diketahui dan dipantau oleh para investor karena berkaitan dengan strategi investasi dan aliran produk investor yang menentukan kekuatan perusahaan.

Dengan banyaknya aset yang dikelola suatu perusahaan manajer investasi, banyak investor yang melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang positif sehingga mereka juga ikut menanamkan dananya untuk dikelola di perusahaan tersebut. Itulah sebabnya, AUM juga dapat dijadikan sebagai alat pemasaran bagi perusahaan MI dan sebagai indikator bagi investor untuk melihat kinerja perusahaan tersebut.

Selain menjadi tolok ukur performa suatu perusahaan manajer investasi, AUM juga dapat menjadi pertimbangan penting dalam melakukan penghitungan biaya. Hal ini berkaitan dengan biaya manajemen yang biasanya diambil dari persentase tetap dari aset yang dikelola. 

Umumnya, investor dapat melakukan pertimbangan antara arus masuk investasi yang tinggi dengan perbandingan AUM yang tinggi sebagai indikator positif atau kualitas dan pengalaman suatu manajemen.

Makin tinggi tingkat AUM-nya, maka makin rendah tingkat persentase beban biayanya. Oleh karena itu, AUM adalah indikator penting yang perlu diperhatikan dalam menilai kinerja dan due diligence manajer investasi.

Baca juga: Pengertian Manajer Investasi dan Tips Memilih yang Terbaik

Peran AUM bagi Investor

AUM untuk investor
AUM untuk investor (123rf)

AUM berperan penting bagi investor dalam menentukan perusahaan manajer investasi dan pertumbuhan dana yang diinvestasikan di dalamnya. Ada dua peran AUM bagi investor, yaitu:

1. Nilai AUM 

Setiap investor yang melakukan investasi berhak untuk mengetahui informasi secara transparan terkait kinerja dari manajer investasi yang dipilihnya. Selain untuk mengukur atau membandingkan tingkat keberhasilan perusahaan manajer investasi yang satu dengan perusahaan MI lainnya, tetapi investor juga membutuhkan nilai AUM secara akurat untuk bisa mengevaluasi kinerja manajer aset.

2. Perhitungan AUM 

Tiap investor pada dasarnya harus mengetahui bagaimana suatu perusahaan manajer investasi melakukan perhitungan AUM. Hal ini diperlukan karena banyak perusahaan manajer investasi yang membebankan biaya manajemen yang nilainya serupa dengan persentase tetap AUM kepada investor.

Ada banyak investor yang menggunakan AUM sebagai tolok ukur untuk menilai seberapa baik dan populer suatu perusahaan manajer investasi. Jika banyak investor menanamkan dana mereka di suatu reksa dana, maka hal itu bisa menjadi tanda bahwa reksa dana tersebut dikelola oleh perusahaan MI yang baik.

Baca juga: Investasi Reksadana, Definisi, Fungsi, dan Jenisnya

Selain AUM, Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Berinvestasi Reksa Dana!

faktor AUM
Faktor AUM (123rf)

AUM bukan satu-satunya faktor yang bisa dijadikan indikator untuk menilai performa suatu reksa dana. Kamu bisa melihat profil perusahaan, tingkat return, dan faktor lain sebelum memutuskan untuk berinvestasi reksa dana. Apa saja faktor-faktor lain yang dimaksud? Berikut penjelasannya.

1. Umur reksa dana

Pastikan kamu memilih reksa dana yang sudah berusia lebih dari lima tahun. Jika suatu reksa dana bisa bertahan menghadapi siklus kenaikan dan penurunan nilai selama lima tahun, maka bisa dibilang produk reksa dana tersebut memiliki daya tahan yang baik dalam menghadapi fluktuasi.

2. Rasio return dan risiko

Mungkin kamu sudah sering mendengar kalimat “high risk, high return” dalam dunia investasi. Oleh karena itu, pastikan kamu sudah mencermati tingkat risiko dan keuntungannya sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

3. Akses pembelian reksa dana

Dengan proses transaksi yang mudah, kamu akan lebih bersemangat dalam melakukan investasi rutin setiap bulannya. Oleh karena itu, pastikan perusahaan yang kamu pilih memiliki aplikasi yang bisa diakses secara online dengan mudah. Misalnya, aplikasi investasi BMoney yang bisa kamu download di Play Store ataupun App Store.

4. Besaran management fee

Sebelum berinvestasi, pastikan kamu mengetahui berapa biaya yang harus kamu keluarkan untuk mengelola dana yang kamu investasikan. Tanyakan kepada pihak perusahaan MI berapa besaran management fee yang dibebankan sehingga keuntungan yang kamu peroleh tidak habis oleh biaya tersebut. Makin tinggi tingkat keuntungan suatu reksa dana, makin tinggi juga potensi management fee yang harus dibayarkan.

Baca juga: Expense Ratio adalah Indikator Penting dalam Reksa Dana

Demikian informasi yang perlu kamu ketahui tentang Asset Under Management atau AUM. Setelah memahami bahwa total AUM adalah jumlah kelolaan reksa dana, pastikan kamu juga melihat aspek penting lainnya sebelum memutuskan untuk memilih suatu perusahaan manajer investasi.

Sekarang kamu sudah tahu kan kalau total AUM adalah salah satu kriteria yang penting untuk dipertimbangkan dalam memilih reksa dana. 

Amannya, lakukan investasi reksa dana di perusahaan yang sudah terdaftar dan mendapat izin dari OJK untuk mengelola investasi. Misalnya, aplikasi BMoney yang bisa diakses melalui smartphone dan dipercaya banyak investor untuk menanamkan aset dalam bentuk reksa dana.

Selamat berinvestasi!

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!