Mengenal Margin Call Dalam Trading dan Forex Serta Cara Menghindarinya

Imanuel Kristianto

25 Agustus 2022

Apa itu margin call (Foto: 123rf)
Apa itu margin call (Foto: 123rf)

Kamu yang sudah lama terjun ke dunia trading Forex mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah margin call. Meski begitu, istilah ini juga ada di dalam perdagangan saham sehingga kamu juga perlu memahaminya lebih detail.

Cari tahu istilah investasi lain di sini.

Margin call adalah istilah yang cukup mengkhawatirkan bagi para trader ataupun investor saham. Oleh karena itu, kamu perlu mengenal apa itu margin call dalam trading Forex dan saham, serta faktor apa saja yang berpengaruh terhadap margin call.

Baca juga: Strategi Investasi Saham dan Obligasi untuk Gen Z

Pengertian Margin Call

apa itu margin call
Apa itu margin call (123rf)

Margin call adalah suatu sistem yang menunjukkan bahwa nilai margin pada ekuitas akun trading tidak cukup untuk bisa membuka posisi (margin requirement). Dalam hal ini, yang dimaksud margin sendiri adalah jaminan dalam trading Forex.

Artinya, margin call akan terjadi jika nilai ekuitas nasabah hampir habis karena kondisi akun yang merugi. Jika hal tersebut terjadi, maka seorang trader harus menambah dana akun atau modal yang nantinya menjadi jaminan untuk bisa membuka posisi. Kalau tidak dilakukan, maka pihak broker dapat menutup posisi trading secara paksa dalam kondisi rugi (stop out).

Oleh karena itu, perusahaan sekuritas selaku broker bisa menyediakan margin trading dengan batas tertentu bagi trader yang ingin bertransaksi melebihi modal atau dana yang dimiliki. 

Misalnya, kalau kamu memiliki modal sebesar Rp100 juta di rekening akun trading dan ingin membeli saham senilai Rp200 juta, maka broker dapat memberikan pinjaman berupa tambahan dana margin sebesar Rp100 juta.

Konsekuensinya, kamu sebagai trader harus bisa melunasi pinjaman dana tersebut dalam jangka waktu yang telah disepakati atau sesuai ketentuan broker. Penting untuk diingat bahwa dana pinjaman tersebut harus dikembalikan dengan bunga yang berlaku.

Baca juga: 4 Cara Bermain Saham dengan Modal 100 Ribu Tanpa Ribet

Nah, berdasarkan contoh di atas, dapat diketahui bahwa pihak perusahaan sekuritas akan mengirimkan email kepada nasabah yang mengajukan dana pinjaman untuk segera melunasi pinjaman tersebut sesuai tanggal jatuh tempo.

Email tersebut biasanya berupa peringatan untuk melakukan force sell atau penjualan portofolio saham secara paksa jika kamu tidak segera melunasi pinjaman yang diberikan broker sesuai tanggal jatuh tempo.

Jika kamu belum melakukan pelunasan dana pinjaman tersebut, maka status saldo di rekening kamu akan tercatat minus sehingga kamu tidak bisa melakukan pembelian saham atau melakukan trading seperti biasanya. Namun, kamu akan bisa kembali melakukan pembelian dan penjualan saham jika sudah melunasi pinjaman tersebut.

Peringatan tersebut biasanya akan dilayangkan kembali oleh pihak broker jika kamu belum melunasi pinjaman lima hari sebelum tanggal jatuh tempo. Peringatan inilah yang biasanya disebut sebagai margin call terakhir. 

Kalau sampai tanggal jatuh tempo pelunasan kamu belum juga melakukan pembayaran dana pinjaman tersebut, maka pihak broker akan segera melakukan penjualan portofolio secara paksa dengan harga jual yang kurang bagus sehingga kamu merugi sekaligus harus membayar bunga margin.

Baca juga: Rekomendasi Saham yang Menjanjikan untuk Investor Pemula

Faktor Penyebab Terjadinya Margin Call

penyebab terjadinya margin call
Penyebab terjadinya margin call (123rf)

Seorang nasabah yang mendapatkan margin call biasanya akan merasa tidak tenang karena mendapat tekanan mental untuk segera melakukan pelunasan dana pinjaman. Selain itu, nilai saham yang anjlok juga menyebabkan banyak trader dan investor yang melakukan pinjaman menjadi sulit menentukan langkah investasi selanjutnya.

Untuk menghindarinya, pastikan kamu mengetahui apa saja faktor penyebab terjadinya margin call berikut ini.

1. Terlalu percaya diri

Nasabah yang berperan sebagai trader atau investor pemula biasanya sering mempertaruhkan seluruh modal yang mereka miliki tanpa memperhitungkan risiko apa yang nantinya harus mereka hadapi. Akibatnya, trader atau investor hanya membayangkan tingkat keuntungan dan abai terhadap fluktuasi pasar sehingga terjadi stop loss atau floating loss.

2. Kurangnya pengetahuan dan perencanaan

Minimnya pengetahuan dan perencanaan yang baik dalam berinvestasi ataupun trading membuat nasabah mengalami berbagai kerugian. Oleh karena itu, pastikan kamu mengetahui apa saja risiko yang mungkin dihadapi ketika melakukan trading atau berinvestasi saham.

3. Menjadikan trading dan saham sebagai penghasilan utama

Tidak sedikit trader dan investor yang menjadikan aset yang mereka miliki sebagai penghasilan utama. Hal ini berakibat pada perencanaan target yang salah dan sering kali berada di luar jangkauan mereka. Misalnya, trader atau investor malah memasukkan dana di luar batas lot yang dimiliki tanpa mengetahui secara pasti kondisi pasar di masa depan.

Oleh karena itu, pastikan kamu tidak mengandalkan saham sebagai penghasilan utama dan terus mempelajari berbagai hal terkait investasi supaya bisa melakukan investasi secara bijak.

Baca juga: 8 Cara Menabung Saham untuk Mendapat Keuntungan Maksimal

Cara Menghindari Terjadinya Margin Call

cara hindari margin call
Cara hindari margin call (123rf)

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, margin call adalah risiko yang sekaligus menjadi ancaman bagi banyak trader ataupun investor, terutama yang masih berstatus sebagai pemula. 

Namun, bukan berarti kamu tidak dapat menghindarinya. Oleh karena itu, pastikan kamu melakukan beberapa langkah berikut agar terhindar dari risiko kerugian margin call.

1. Buat trading plan

Pengetahuan yang mumpuni akan membuat perencanaan dalam hal trading atau investasi menjadi lebih jelas dan tepat sasaran. Hal ini merupakan salah satu kunci utama yang diperlukan untuk menghindari margin call yang sangat berpotensi merugikan. 

Tanpa perencanaan yang jelas, kamu tidak akan dapat berinvestasi saham atau melakukan trading secara maksimal. Oleh karena itu, kamu perlu merencanakan pair yang dipilih, besaran lot yang akan dijual atau dibeli, dan bagaimana cara mengatur besaran level stop loss.

2. Mengatur lot secara disiplin

Manajemen lot yang kurang baik merupakan salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan oleh pemula sehingga menyebabkan terjadinya margin call. Oleh karena itu, pastikan kamu memakai lot mikro dengan biaya open posisi yang lebih kecil sehingga dapat menghindari margin call.

Dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi, maka kamu akan bisa mengetahui strategi yang tepat dalam berinvestasi saham atau melakukan penjualan saham Forex.

3. Mengendalikan emosi

Pengendalian emosi menjadi sangat penting bagi trader ataupun investor agar terhindar dari margin call. Dengan tidak terlalu serakah atas imbal hasil yang ditawarkan dari proses jual beli saham dan ingin cepat-cepat menutup kerugian dengan membuka posisi baru di luar perencanaan, maka bukan keuntungan yang kamu dapatkan, melainkan kerugian.

Baca juga: Mengenal Pembagian Dividen Saham Beserta Prosedurnya

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa margin call adalah situasi yang mungkin terjadi pada siapa saja, baik investor atau trader pemula maupun yang sudah andal. Oleh karena itu, pastikan kamu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai trading dan investasi saham sebelum terjun lebih lanjut di dalamnya. 

Jika kamu masih ragu untuk melakukan investasi saham secara langsung atau terjun ke dunia trading Forex, ada baiknya kamu belajar berinvestasi mulai dari nilai kecil. Kamu bisa mencoba berinvestasi mulai dari Rp10 ribu dan mempelajari dunia investasi melalui aplikasi investasi BMoney yang bisa kamu download di Play Store atau App Store.

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!