Pengertian Quick Ratio, Rumus, dan Cara Menghitungnya

Imanuel Kristianto

06 Oktober 2022

Definisi quick ratio (Foto: 123rf)
Definisi quick ratio (Foto: 123rf)

Rasio cepat atau quick ratio adalah indikator penting dalam bisnis ataupun kegiatan ekonomi. Sama halnya dengan jenis rasio lainnya, quick ratio juga berfungsi untuk memprediksi sehat atau tidaknya kondisi finansial suatu perusahaan berdasarkan aset yang dimiliki.

Pelajari istilah keuangan lainnya di sini.

Agar lebih jelas, mari menyelisik lebih lanjut pengertian quick ratio, rumus perhitungan beserta contohnya, cara menganalisisnya, serta kelebihan dan kekurangan quick ratio.

Apa Itu Quick Ratio?

penjelasan quick ratio
Definisi quick ratio (123rf)

Quick ratio merupakan salah satu rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan bisnis perusahaan dalam memenuhi segala kewajiban pembayaran jangka pendek, termasuk untuk melunasi utang jangka pendek.

Lazimnya, mayoritas perusahaan menerapkan quick ratio guna memenuhi kewajibannya dalam waktu tiga bulan saja. Namun, ada pula perusahaan yang menggunakan quick ratio hingga maksimal satu tahun. Untuk jangka waktu lebih panjang, perhitungan finansial perusahaan biasanya menggunakan current ratio.

Oleh sebab itu, ketimbang rasio likuiditas lainnya, quick ratio memiliki ciri hanya memperhitungkan atau menginterpretasi kas serta item setara kas. Lebih khusus lagi, quick ratio merujuk pada aset berwujud yang cepat dan mudah dicairkan, pun aset yang bisa dikonversi menjadi uang tunai dalam jangka waktu relatif cepat. Misalnya, uang tunai dan surat berharga.

Di luar itu, aset berwujud lainnya semisal stok dan persediaan akan diabaikan dan tidak digunakan dalam perhitungan karena butuh waktu sangat lama dan sulit untuk diubah menjadi dana tunai. Itulah mengapa quick ratio yang hanya mencakup aset lancar sering kali disebut juga sebagai acid test ratio atau rasio uji asam.

Baca Juga: Apa Itu Aset? Pahami Pengertian, Jenis-Jenis, dan Manfaatnya!

Rumus dan Contoh Perhitungan Quick Ratio

cara hitung quick ratio
Cara hitung quick ratio (123rf)

Dalam menghitung quick ratio, kamu hanya membutuhkan sejumlah komponen terkait finansial perusahaan. Ada 2 rumus sederhana yang bisa digunakan untuk mendapatkan hasil quick ratio, yakni:

Quick ratio = (jumlah total aset lancar/aktiva lancar) : kewajiban lancar

Quick ratio = (aset lancar/aktiva lancar –persediaan) : kewajiban lancar

Keterangan:

  • Kewajiban lancar atau current liabilities adalah utang perusahaan yang wajib diselesaikan selama periode tertentu. Ini mencakup utang, utang jangka pendek, bunga, pajak lancar, kewajiban akrual, dan sejenisnya.
  • Aset lancar atau aktiva lancar adalah seluruh aset perusahaan yang dapat diuangkan. Ini mencakup kas, uang muka, surat berharga, piutang, hingga persediaan berupa bahan baku, barang tahap produksi, dan barang jadi.
  • Dalam menghitung quick ratio, pastikan bahwa aset atau aktiva lancar telah dikurangi dengan nilai persediaan agar hasilnya tidak membingungkan.
  • Data terkait aset lancar bisa kamu temukan pada laporan keuangan terutama di akhir periode pelaporan, sedangkan data kewajiban lancar bisa ditemukan pada laporan keuangan perusahaan.

 

Agar lebih paham, berikut dua contoh kasus penerapan rumus quick ratio:

Contoh 1

Perusahaan ABC memiliki sejumlah aset berupa uang tunai atau kas sebesar Rp310 juta, serta surat berharga dengan nilai konversi Rp220 juta. Perusahaan ABC juga memiliki utang wajib bayar Rp225 juta dan piutang usaha senilai Rp180 juta. Berapa quick ratio perusahaan ABC?

Untuk menentukan quick ratio, kamu bisa menggunakan rumus pertama, kemudian hitung lebih dulu jumlah total aset lancar. Berikut langkahnya:

Jumlah total aset lancar/aktiva lancar = Kas + Piutang + Surat Berharga = Rp310 juta + Rp180 juta + Rp220 juta = R710 juta

Quick ratio = (jumlah total aset lancar/aktiva lancar) : kewajiban lancar

= Rp710 juta : Rp225 juta = 3,15

Jadi, quick ratio Perusahaan ABC adalah 3,15.

Contoh 2

Dalam laporan finansial Perusahaan ABC, ditemukan jumlah kewajiban lancar sebesar Rp320 juta, sejumlah aset lancar berupa surat berharga Rp50 juta, biaya di muka Rp10 juta, uang tunai 100 juta, piutang akun Rp60 juta, dan persediaan barang yang jumlah totalnya mencapai Rp70 juta. Berapa quick ratio perusahaan ABC saat ini?

Dari contoh di atas, kamu bisa menggunakan rumus kedua yang mencakup 3 poin penting yaitu kewajiban lancar, aset/aktiva lancar, dan persediaan. Aset/aktiva lancar didapat dari total penjumlahan aset yang dimiliki perusahaan. Berikut langkahnya:

Quick ratio = (aset lancar/aktiva lancar – persediaan) : kewajiban lancar

= (290 juta – 70 juta) : 320 juta = 0,69.

Baca Juga: Expense Ratio adalah Indikator Penting dalam Reksa Dana

Cara Menganalisis Quick Ratio

cara analisis quick ratio
Cara analisis quick ratio (123rf)

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, hasil akhir quick ratio adalah digunakan untuk mengindikasikan sehat tidaknya kondisi finansial perusahaan. Berikut sejumlah poin acuannya:

  • Hasil quick ratio dikatakan baik atau ideal untuk bisnis jika mencapai nilai 1,0 atau lebih, dan sering juga ditulis melalui perbandingan 1:1. Ini berarti suatu perusahaan dianggap memiliki kondisi finansial yang sehat karena semakin banyak pula aset likuid yang bisa digunakan untuk menutupi kewajiban lancar maupun utang jangka pendek.
  • Sebaliknya, quick ratio kurang dari 1 mengindikasikan perusahaan tidak memiliki likuiditas sesuai harapan sehingga dianggap tidak mampu melunasi  kewajiban lancar atau utang jangka pendek miliknya.
  • Karena quick ratio diukur sebagai persentase, maka rasio yang lebih rendah atau lebih tinggi dari target memerlukan sejumlah tindakan untuk memperbaikinya.
  • Meski begitu, ideal tidaknya hasil quick ratio tetap perlu memperhatikan besaran kewajiban lancar. Perusahaan juga perlu menyediakan kas dengan jumlah cukup agar laju bisnis tidak terganggu.
  • Bahkan, quick ratio di bawah 1 tidak melulu menunjukkan suatu perusahaan tengah mengalami masalah finansial, meskipun pengelolaan aset likuidnya terbukti dilakukan dengan buruk.

 

Baca juga: Cara Menghitung Biaya Peluang untuk Bisnis Menguntungkan

Kelebihan Quick Ratio

kelebihan quick ratio
Kelebihan quick ratio (123rf)

Sebagaimana perhitungan rasio lainya, tentu ada kelebihan dan kekurangan dalam penerapan quick ratio. Adapun kelebihannya sebagai berikut:

1. Cepat dan akurat dalam menentukan aset likuid

Persediaan aset lancar dibutuhkan guna memudahkan perusahaan dalam membayarkan kewajiban lancar. Dalam hal ini, perusahaan dapat mengandalkan quick ratio untuk mengetahui secara lebih akurat apakah ketersediaan aset aman atau tidak.

Lalu, karena perhitungan quick ratio hanya menggunakan aset paling likuid, waktu yang dibutuhkan untuk mendapat atau melakukan perubahan ke uang tunai jauh lebih singkat. Dengan demikian, perusahaan juga lebih cepat tahu bagaimana kondisi likuiditas perusahaan.

2. Membantu stakeholder memutuskan penilaian

Tak hanya mempermudah internal perusahaan dalam menentukan likuiditas, quick ratio juga membantu para stakeholder semisal investor hingga pemegang saham dalam menilai posisi likuiditas maupun kondisi finansial perusahaan secara akurat.

Baca Juga: Manfaat Laporan Keuangan bagi Investor agar Investasi Sukses

3. Sederhana dan mudah dipahami

Rumus quick ratio yang terbilang sederhana bukan hanya membantu menyimpulkan kondisi finansial perusahaan secara cepat, tapi juga membantu orang yang terbilang awam dalam memahaminya.

Jadi, kamu yang tidak memiliki keterampilan akuntansi ataupun pengelolaan finansial tak perlu khawatir tidak bisa menganalisis hasil rasio ini. Bahkan, kamu yang awam bisa segera mengambil tindakan yang diperlukan jika rasio bisnis tampak lebih rendah atau tinggi dari target.

Kekurangan Quick Ratio

kekurangan quick ratio
Kekurangan quick ratio (123rf)

Sementara itu, kekurangan atau kelemahan dalam perhitungan quick ratio adalah sebagai berikut:

1. Hasil rasio tinggi belum tentu aman

Hasil quick ratio tinggi bisa tidak bagus dan belum tentu aman jika berhadapan dengan jumlah utang besar yang wajib dibayar dalam waktu dekat. Oleh sebab itu, dalam menghitung quick ratio, sebaiknya pertimbangkan juga besaran utang yang dimiliki.

2. Munculnya indikator finansial fiktif

Analisis quick ratio dihitung berdasarkan informasi dari laporan keuangan yang tersedia. Masalahnya, apabila sebelumnya perhitungan finansial tidak diteliti dengan baik dan pemeriksaan keuangan tidak dilakukan secara menyeluruh, ada potensi munculnya indikator finansial fiktif oleh pihak tidak bertanggung jawab. Kesalahan informasi seperti ini bisa saja berakibat fatal bagi laju finansial perusahaan.

Di luar itu, quick ratio adalah jenis rasio yang bisa sangat bermanfaat untuk mengetahui finansial perusahaan terutama yang bergerak di bidang ritel maupun manufaktur. Dengan mengetahui rumus tersebut, kamu yang tertarik berinvestasi di suatu perusahaan juga akan dimudahkan dalam menghitung nilai dan mempertimbangkan kelayakannya.  

Baca juga: Pengertian Investasi Jangka Panjang dan Jenisnya 

Itulah penjelasan singkat mengenai apa itu quick ratio, bagaimana rumus dan contoh perhitungannya, bagaimana cara menganalisisnya, serta apa saja kelebihan dan kekurangannya. Jika kamu ingin mengetahui lebih banyak tips terkait bisnis dan investasi, jangan lupa kunjungi laman BMoney atau download aplikasinya di Play Store atau App Store.

 

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!