Mengenal Reksadana Saham dan Risiko-risikonya

Uji Agung Santosa

11 Maret 2022

Pengertian reksadana saham (Foto:123rf.com)
Pengertian reksadana saham (Foto:123rf.com)

Reksadana merupakan salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih orang. Pasalnya, jenis investasi ini cenderung aman dan mudah dilakukan, terutama oleh pemula. Apalagi, kamu juga bisa berinvestasi di reksadana dengan modal kecil.

Reksdana sendiri terbagi menjadi beberapa macam. Salah satunya adalah reksadana saham. Apa itu reksadana saham? Berikut ulasannya.

Apa Itu Reksadana Saham?

Reksadana saham adalah jenis reksadana yang menempatkan mayoritas aset dalam bentuk saham. Jumlah aset yang diinvestasikan dalam bentuk saham sekurang-kurangnya adalah 80 persen.

Reksadana saham dan investasi saham memiliki sedikit perbedaan dari cara kerja. Investasi saham dikelola langsung oleh investor. Sementara, reksadana saham dikelola oleh manajer investasi.

Saham yang dibeli oleh manajer investasi pun haruslah saham yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal ini tentunya bertujuan untuk melindungi pemodal.

Baca juga: Reksadana Pasar Uang, Pilihan Investasi Menguntungkan untuk Pemula

Kelebihan Reksadana Saham

Kelebihan reksadana saham
Kelebihan reksadana saham

Berinvestasi di reksadana saham memberikanmu sejumlah keuntungan. Berikut adalah kelebihan reksadana saham:

1. Imbal hasil lebih besar

Harga saham cenderung fluktuatif. Artinya, bisa naik dan turun dalam waktu relatif cepat. Hal inilah yang membuatnya lebih berisiko dibanding jenis reksadana lain, misalnya reksadana pasar uang. Namun, dibanding jenis reksadana lainnya, return atau imbal hasil reksadana saham pun lebih tinggi. 

2. Memerlukan modal relatif kecil

Modal yang kamu perlukan untuk berinvestasi di reksadana saham juga relatif lebih kecil. Hal ini disebabkan kamu tidak perlu membeli langsung 1 lot atau 100 lembar saham, seperti pada investasi saham. Banyak aplikasi untuk reksadana yang memungkinkanmu untuk investasi mulai dari kisaran Rp10.000 saja.

Baca juga: Mengenal Investasi Leher ke Atas dan Manfaatnya

3. Tidak kena pajak

Keuntungan investasi reksadana lainnya adalah kamu tidak akan dikenakan pajak sama sekali. Lain halnya dengan investasi saham. Setiap melakukan penjualan kamu akan dikenakan pajak sebesar 0,1%. Ditambah lagi, setiap pembagian dividen atau keuntungan perusahaan, kamu pun akan dikenakan pajak sebesar 10%.

4. Tidak perlu melakukan analisis sendiri

Pada reksadana saham, manajer investasi akan mengelola dana dengan membeli dan menjual saham. Sebelum melakukannya, tentu seorang manajer investasi akan memperhitungkan keuntungan dan kerugiannya.

Baca juga: Cara Menentukan Tujuan Investasi dan Mewujudkannya

Di sinilah letak keuntungan reksadana saham. Kamu tidak perlu pusing menganalisis laporan keuangan perusahaan sebelum membeli saham mereka. Kamu pun tidak perlu repot memantau pergerakan harga saham. Kamu cukup menyetor uang dan menyerahkan pengelolaan dana pada ahlinya.

Kekurangan Reksadana Saham

Kekurangan reksadana saham
Kekurangan reksadana saham

Meski memberikan keuntungan, tetapi reksadana juga memiliki beberapa kelemahan. Berikut ini adalah sejumlah kekurangan reksadana saham yang perlu kamu ketahui:

1. Tidak bisa memilih saham

Kekurangan reksadana saham yang pertama adalah kamu tidak bisa memilih saham yang kamu mau. Pengelolaan reksadana diserahkan sepenuhnya pada manajer investasi. Begitu pun dengan pemilihan saham dalam produk reksadana.

2. Pencairan dana lebih lama

Dibandingkan investasi saham, pencairan reksadana umumnya membutuhkan waktu lebih lama. Hal ini dikarenakan, kamu berinvestasi saham melalui agen pengelola. Pencairan dana reksadana saham sendiri biasa membutuhkan waktu tiga hingga tujuh hari.

3. Ada biaya investasi

Kekurangan reksadana lainnya adalah kamu akan dikenakan biaya investasi. Misalnya saja, biaya pembelian unit penyertaan (subscription fee) dan biaya pengalihan unit (switching fee). Selain itu, ada juga biaya transfer bank yang akan dikenakan saat kamu melakukan transaksi.

Baca juga: Pengertian Manajer Investasi dan Tips Memilih yang Terbaik

Apakah Reksadana Saham Cocok untuk Kamu?

Apakah reksadana saham cocok untukmu
Apakah reksadana saham cocok untukmu?

Tertarik menanamkan modal di reksadana ini? Jawab dulu dua pertanyaan berikut sebelum mulai berinvestasi di sini.

Seperti apa profil risikomu?

Ingatlah bahwa saham memiliki sifat high risk high return. Itu sebabnya, reksadana saham lebih cocok untuk orang dengan profil risiko tinggi atau agresif. 

Orang dengan profil risiko ini siap rugi demi mendapatkan keuntungan besar. Apakah kamu termasuk dalam profil risiko ini? Jika iya, reksadana saham cocok untukmu.

Baca juga: Mengenal Reksadana Saham dan Risiko-risikonya

Apakah tujuan investasimu sesuai?

Sebelum berinvestasi, ada baiknya kamu menentukan terlebih dahulu tujuan investasimu. Jika tujuan investasimu adalah mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat, tentu saja jenis reksadana ini tidak cocok untukmu.

Karena memiliki sifat high risk high return, reksadana saham memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi jika dilakukan dalam jangka waktu panjang. Investasi ini cocok dipilih jika kamu ingin menyiapkan dana pensiun, dana pendidikan, atau tujuan investasi jangka panjang lainnya.

Secara umum, reksadana saham lebih menguntungkan dibanding jenis reksadana lain. Meski begitu, ingatlah bahwa reksadana ini juga lebih berisiko. Jadi, tetaplah bijak dan cermat saat berinvestasi di reksadana saham.

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!