Apa Itu Risiko Finansial? Pahami Jenis-Jenis dan Manajemennya!

Imanuel Kristianto

14 Juni 2022

Risiko finansial adalah (Foto: 123rf)
Risiko finansial adalah (Foto: 123rf)

Dalam dunia akuntansi dan keuangan terdapat satu istilah yang sering diperbincangkan, yaitu risiko finansial. Risiko finansial adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam melakukan aktivitas keuangan, baik dalam ruang lingkup sehari-hari maupun bisnis. 

Meski begitu, bukan berarti kamu tidak bisa meminimalisasi kemungkinan risiko tersebut. Oleh karena itu, pahami terlebih dahulu apa itu risiko finansial, jenis-jenisnya, dan bagaimana cara mengelola risiko finansial berikut ini.

Baca juga: Cara Menabung yang Benar untuk Mencapai Tujuan Finansial

Pengertian Risiko Finansial

Pengertian Risiko Finansial
Pengertian risiko finansial (123rf)

Risiko finansial adalah segala jenis risiko yang mungkin terjadi dan berdampak terhadap kondisi finansial. Dampak yang dihasilkan dari risiko finansial adalah kehilangan uang atau aset yang kamu miliki. Nah, dampak tersebut biasanya dapat dinilai atau diukur dengan uang. 

Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak situasi tidak terduga yang memungkinkan pemilik uang atau aset mengalami kerugian atau kehilangan. Situasi yang mungkin terjadi biasanya disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kelalaian sampai sistem keamanan yang kurang terjaga sehingga mengakibatkan kehilangan, penipuan, atau pencurian.

Oleh karena itu, penting untuk memahami apa saja yang termasuk risiko finansial dan bagaimana cara mengantisipasi risiko-risiko tersebut. Untuk lebih memahaminya, simak ulasan tentang jenis-jenis risiko finansial berikut ini.

Jenis-Jenis Risiko Finansial Berdasarkan Jangka Waktu

Ada berbagai jenis risiko finansial yang mungkin kamu hadapi, baik dalam ruang lingkung personal maupun bisnis. Berdasarkan jangka waktunya, terdapat dua jenis risiko finansial yang biasa terjadi, yaitu.

1. Risiko jangka pendek

Risiko ini biasanya muncul dalam jangka waktu tertentu dan berhubungan dengan kebutuhan sehari-hari. Misalnya, risiko sakit atau kehilangan. Kondisi sakit pada seseorang bisa menyebabkan kehilangan produktivitas yang pada tahap selanjutnya akan berdampak terhadap pengurangan penghasilan. 

Sementara itu, risiko kehilangan bisa terjadi akibat kelalaian atau sistem keamanan yang kurang baik sehingga mengakibatkan terhambatnya produktivitas dan berkurangnya pendapatan.

Risiko jenis ini bisa diantisipasi dengan cara menjaga kesehatan, melakukan pemeliharaan aset secara tepat, dan menggunakan sistem keamanan yang baik agar terhindar dari kehilangan. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan asuransi kesehatan dan asuransi kendaraan untuk mengantisipasi jenis risiko tersebut.

2. Risiko jangka panjang

Jika risiko jangka pendek masih bisa diperbaiki, maka risiko jangka panjang merupakan risiko finansial yang menyebabkan terjadinya sesuatu sehingga kondisi yang ada tidak akan bisa diperbaiki seperti sedia kala. 

Salah satu contoh risiko jangka panjang adalah risiko kematian. Jenis risiko ini bisa terjadi pada siapa saja, baik dalam ruang lingkup keluarga maupun perusahaan. Dengan adanya kematian, maka pihak lain yang menjadi tanggungan atau tanggung jawab pihak tersebut akan mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan.

Misalnya, kematian seorang ayah yang menjadi tulang punggung bagi keluarganya akan menyebabkan ketimpangan ekonomi karena tidak adanya pemasukan seperti biasanya. Nah, salah satu solusi yang bisa diambil untuk mengurangi risiko ini adalah dengan menggunakan asuransi jiwa.

Baca juga: Apa Itu Investasi Saham? Keuntungan, Risiko, dan Cara Membelinya

Jenis-Jenis Risiko Finansial Berdasarkan Sumbernya

Jenis-jenis risiko finansial juga bisa dikategorikan berdasarkan sumbernya. Berikut ini adalah beberapa jenis risiko yang bisa dikenali dari sumbernya.

1. Risiko pendapatan

Risiko jenis ini merupakan risiko yang berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam menghasilkan pendapatan. Beberapa contoh risiko pendapatan yang mungkin terjadi antara lain adalah risiko kematian, cacat fisik sehingga menyebabkan seseorang tidak bisa bekerja seperti semula, dan kehilangan pekerjaan.

2. Risiko pengeluaran

Risiko pengeluaran merupakan risiko yang mungkin terjadi ketika seseorang menggunakan uang atau asetnya untuk berbagai macam kebutuhan. Namun, risiko ini hanya akan muncul jika pengeluaran lebih besar daripada pendapatan, pendapatan yang diperoleh tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan primer, atau terdapat kondisi mendesak yang menyebabkan seseorang harus mengeluarkan biaya lebih besar daripada perencanaan keuangan.

3. Risiko aset

Aset merupakan semua hal yang dimiliki oleh seseorang atau suatu perusahaan, misalnya rumah, mobil, perhiasan, dan investasi. Risiko finansial yang mungkin terjadi berkaitan dengan kepemilikan aset antara lain adalah kurangnya tabungan untuk masa depan, kehilangan aset investasi, pencurian atau kerusakan pada aset, inflasi (penurunan nilai mata uang), dan depresiasi (penyusutan nilai aset).

4. Risiko kredit atau utang

Jenis risiko ini adalah segala hal yang mungkin terjadi akibat adanya kredit atau utang. Misalnya, memiliki terlalu banyak utang sehingga tidak mampu untuk membayarnya atau terjebak dalam sistem pengeluaran utang yang besar seperti suku bunga atau denda yang tinggi.

Baca juga: Apa itu Risiko Investasi? Jenis dan Cara Mengatasinya

Jenis-Jenis Risiko Finansial Berdasarkan Sifatnya

jenis risiko finansial
Jenis risiko finansial (123rf)

Risiko finansial adalah risiko yang mungkin terjadi tidak hanya berdasarkan jangka waktu dan sumbernya, tapi juga berdasarkan sifat atau karakteristiknya. Berikut ini adalah jenis-jenis risiko finansial berdasarkan sifatnya.

1. Risiko murni dan spekulatif

Risiko murni merupakan hal yang mungkin terjadi dan akan menimbulkan dampak kerugian secara murni. Misalnya, kendaraan yang rusak dapat menimbulkan dampak bagi pemiliknya sehingga tidak bisa bekerja seperti biasanya.

Sementara itu, risiko spekulatif adalah hal yang mungkin terjadi dan menimbulkan dampak keuntungan yang sangat kecil. Misalnya, seseorang melakukan investasi tanpa memahami profil risiko dan produk investasi yang dipilih sehingga menimbulkan risiko kerugian atau tidak mendapat keuntungan secara optimal.

2. Risiko khusus dan fundamental

Risiko khusus merupakan hal yang mungkin terjadi dan bersifat personal sehingga dampak yang ditimbulkan hanya dirasakan oleh individu yang bersangkutan. Misalnya, risiko kebakaran rumah atau kehilangan properti. Sementara itu, risiko fundamental adalah suatu risiko yang dampaknya bisa dirasakan secara luas. Misalnya, bencana alam yang melanda suatu wilayah. 

3. Risiko statis dan dinamis

Risiko statis adalah risiko yang tidak dipengaruhi oleh kondisi ekonomi. Misalnya, risiko kehilangan atau kerusakan akibat bencana alam, penipuan, dan pencurian. Sementara itu, risiko dinamis adalah risiko yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi. Misalnya, kerugian akibat inflasi atau depresiasi.

Baca juga: Fungsi dan Cara Membuat Jurnal Penutup Laporan Keuangan

Manajemen Risiko Finansial

Manajemen Risiko Finansial
Manajemen risiko finansial (123rf)

Setelah mengetahui apa saja jenis-jenis risiko finansial yang mungkin terjadi, maka kamu perlu memahami bagaimana cara mengelola finansial supaya risiko-risiko tersebut tidak terjadi. Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan dalam melakukan manajemen risiko finansial.

1. Membuat rencana keuangan

Dengan perencanaan keuangan yang baik, kamu akan mengetahui apa saja sumber pendapatan yang bisa dioptimalkan dan apa saja pengeluaran yang bisa dikurangi atau bahkan ditiadakan. Dengan begitu, kamu bisa mengurangi kemungkinan terjadinya risiko-risiko finansial yang tidak diinginkan.

2. Sediakan dana darurat

Untuk mengantisipasi berbagai macam risiko finansial, kamu perlu menyediakan dana darurat secara terpisah dari tabungan. Ingat, dana darurat hanya boleh dikeluarkan dan dipergunakan dalam kondisi mendesak dan tak terduga sampai kondisi finansial kembali seperti semula.

3. Sediakan asuransi

Meski sudah punya dana darurat, bukan berarti kamu tidak memerlukan asuransi. Asuransi dapat menjadi jaminan keselamatan atau jaminan keuangan yang bisa digunakan dalam kondisi mendesak. Hal ini berguna untuk meminimalisasi dampak terjadinya risiko finansial. Beberapa jenis asuransi yang bisa dipilih antara lain adalah asuransi pendidikan, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, dan asuransi kematian.

4. Mulai berinvestasi

Selain memaksimalkan penghasilan, tabungan, dana darurat, dan asuransi, pastikan kamu juga mulai berinvestasi agar dana yang kamu simpan tidak mudah tergerus inflasi atau depresiasi. Dengan berinvestasi, kamu juga bisa mengelola aset yang kamu miliki secara optimal sehingga bisa mencapai tujuan finansial atau bahkan kebebasan finansial di masa depan.

Baca juga: Tips Menabung yang Baik untuk Bisa Capai Kebebasan Finansial

Demikianlah informasi yang bisa kamu pelajari terkait risiko finansial. Karena risiko finansial adalah sesuatu yang sering kali bersifat tak terduga, ada baiknya jika kamu mulai melakukan manajemen risiko dari sekarang. Salah satunya dengan berinvestasi reksa dana di BMoney.

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!