Value Investing adalah: Pengertian, Nilai Intrinsik, dan Langkah-langkahnya

Imanuel Kristianto

30 Agustus 2022

Definisi value investing (Foto: 123rf)
Definisi value investing (Foto: 123rf)

Salah satu strategi dalam berinvestasi yang sudah dikenal para investor di seluruh dunia adalah value investing. Strategi ini mulai dikenal sejak abad ke-20 oleh seorang investor andal Benjamin Graham. 

Pelajari istilah keuangan lainnya di sini.

Saking terkenalnya, value investing juga diterapkan oleh salah satu orang terkaya di dunia, yaitu Warren Buffett, dan investor sukses di Indonesia Lo Kheng Hong.

Bukan tanpa alasan jika value investing menjadi metode yang digunakan oleh para investor terkemuka tersebut. Hal ini disebabkan oleh value investing adalah metode yang cocok digunakan untuk membeli saham undervalued alias saham yang berada di bawah harga wajarnya. 

Setelah melakukan pembelian, para investor yang menerapkan strategi ini akan menjual saham tersebut dengan harga wajar. Jika bisa bersabar sampai harganya terus meningkat, para investor tentu akan mendapat keuntungan yang maksimal dari penjualan saham tersebut.

Lalu, apa sebenarnya value investing dan bagaimana langkah untuk memulai strategi ini? Simak lebih lanjut dengan membaca artikel ini sampai tuntas!

Baca juga: Return on Investment (ROI) adalah: Pengertian dan Cara Menghitung

Pengertian Value Investing

definisi value investing
Pengertian value investing (123rf)

Mungkin kamu yang sudah lama terjun ke dunia saham bisa mengetahui kalau terdapat berbagai keputusan uni yang diambil dalam pembelian saham agar investasi yang dilakukan bisa mendatangkan keuntungan yang maksimal. 

Salah satu teknik yang biasa dilakukan untuk mendapat keuntungan maksimal dalam berinvestasi saham tersebut adalah value investing, yaitu langkah pembelian saham yang dilakukan ketika harganya tergolong murah atau berada di bawah harga biasanya.

Intinya, value investing adalah metode yang dilakukan sebagai langkah pembelian saham yang harganya murah dengan tetap memperhitungkan potensi dari saham tersebut.

Teknik atau metode ini biasanya dilakukan dengan tujuan untuk mendapat keuntungan ketika menjual kembali saham tersebut di harga wajar. Dengan memanfaatkan sentimen masyarakat, harga suatu saham bisa berubah mengalami kenaikan atau penurunan. Pada saat inilah para investor dituntut untuk melakukan strategi terbaik mereka agar dapat melakukan pembelian atau penjualan saham secara tepat.

Meskipun begitu, investor yang melakukan strategi ini tidak hanya bisa mengandalkan perasaan atau spekulasi subjektif belaka. Dibutuhkan analisis terkait valuasi bisnis sebuah perusahaan penyedia saham agar dapat mengetahui nilai intrinsik dalam value investing.

Baca juga: Mengenal Auto rejection Bawah (ARB) Saham, Investor Pemula Wajib Tahu!

Growth Investing vs. Value Investing, Apa Bedanya?

growth investing vs value investing
Growth investing vs value investing (123rf)

Selain value investing, ada juga strategi investasi yang dinamakan growth investing, yaitu teknik atau metode yang dilakukan dengan mencari saham yang sedang bertumbuh atau memiliki tingkat pertumbuhan yang potensial.

Misalnya, ada suatu perusahaan yang tengah mengalami kerugian. Namun, perusahaan tersebut mempunyai cukup banyak peminat dan sudah mendapatkan dana segar dengan nominal yang terbilang banyak.

Dengan melihat kondisi saat ini, perusahaan tersebut bisa dianggap sebagai perusahaan dengan saham yang sedang bertumbuh karena memperlihatkan progres yang positif atau berpotensi mendatangkan keuntungan di masa depan.

Jadi, perbedaan mendasar yang sangat terlihat antara growth investing dengan value investing adalah objek yang diperhitungkannya. Jika growth investing lebih menekankan pertumbuhan sahamnya, maka value investing lebih mempertimbangkan nilai atau harganya yang sedang turun.

Baca juga: Bursa Saham adalah Investasi Menguntungkan Jangka Panjang, Simak Penjelasannya!

Nilai Intrinsik Value Investing

nilai intrisik value investing
Nilai intrisik value investing (123rf)

Untuk bisa melihat apakah suatu saham memiliki potensi yang menguntungkan atau tidak, seorang investor harus dapat menilai berbagai. Mulai dari nilai brand atau merek perusahaan yang menyediakan saham, nilai produknya, alur kasnya, kinerja finansialnya, sampai pergerakan perusahaan lainnya.

Nah, untuk menghitungnya, dibutuhkan nilai-nilai intrinsik value investing sebagai berikut agar langkah investasi yang diambil dapat berjalan dengan lancar dan tepat.

1. Price to Book (P/B)

Matriks yang satu ini disebut juga dengan matriks Nilai Buku, yaitu matriks yang akan menunjukkan rasio perbandingan aset perusahaan dengan nilai atau harga saham yang sedang berlaku. Saham yang mempunyai harga rendah di bawah nilai aset perusahaannya akan dikategorikan ke dalam saham undervalued. Namun, kamu juga perlu membandingkan harga dan aset perusahaan dengan pergerakan finansial perusahaan tersebut.

2. Free Cash Flow

Uang perusahaan yang dimaksud di sini adalah uang tunai yang dimiliki oleh suatu perusahaan setelah melakukan pelunasan terhadap kebutuhan internalnya. Hal ini menjadi sangat penting untuk dipertimbangkan jika kamu ingin menilai kondisi finansial perusahaan penyedia saham terkait.

3. Price To Earning (P/E)

Selain kedua nilai intrinsik tersebut, ada juga indikator lain yang bisa kamu gunakan dalam mengambil keputusan dengan menggunakan strategi value investing, yaitu Price to Earning (P/E). Aspek ini dinilai dengan melihat apakah harga saham yang akan dibeli sesuai dengan pendapatan yang diperoleh perusahaan atau tidak. Umumnya, harga saham yang dimaksud mengacu pada undervalued.

Baca juga: Regresi Adalah: Pengertian, Fungsi, Jenis dalam Statistik dan Investasi

Langkah Melakukan Value Investing

cara value investing
Cara value investing (123rf)

Untuk memulainya, ada cara paling sederhana yang bisa kamu lakukan, yaitu dengan mencari saham yang ‘salah harga’ berdasarkan laporan keuangannya. Cara ini bisa kamu lakukan dengan menerapkan teknik analisis top-down, yaitu menganalisis kondisi fundamental perusahaan untuk kemudian mengamati pergerakan saham dan daya beli masyarakat atas saham tersebut.

Setelah mengetahui sektor terbaik di pasar, maka kamu akan mengetahui sektor apa yang sedang naik atau turun di dunia investasi. Oleh karena itu, untuk dapat mengambil keputusan terbaik, kamu perlu menganalisis tren pergerakan saham secara teliti dan berkala.

Agar dapat menghasilkan analisis yang tepat, kamu juga perlu melakukan evaluasi saham atau biasa disebut screening saham sebelum membelinya. Kamu tidak perlu menghabiskan waktu untuk mengevaluasi satu emiten secara mendalam. Cukup lakukan screening terhadap sebanyak-banyaknya emiten dan hanya mengevaluasi beberapa emiten yang dipilih.

Sementara itu, kondisi fundamental sebuah perusahaan dapat dianalisis dengan cara mengecek laporan keuangan dan melihat bagian aset lancar atau tidak lancarnya serta laba atau ruginya. Setelah melihat kedua bagian tersebut, barulah kamu bisa mengetahui apakah saham perusahaan tersebut termasuk undervalued atau tidak.

Intinya, seorang value investor harus berkomitmen untuk membeli saham yang memiliki kinerja bagus, namun dengan harga yang murah atau berada di bawah nilai-nilai intrinsiknya. Namun, perlu diingat bahwa murah yang dimaksud adalah berada di bawah harga yang seharusnya.

Baca juga: Mengenal Dollar Cost Averaging, Langkah Investasi Aman untuk Pemula

Demikianlah penjelasan mengenai apa itu value investing, apa perbedaannya dengan growth investing, apa saja nilai intrinsiknya, dan bagaimana cara melakukannya supaya kamu bisa mengambil langkah atau keputusan yang tepat setelahnya.

Pada dasarnya, value investing adalah strategi investasi yang dilakukan dengan cara membeli suatu saham yang harganya tidak sesuai dengan nilai aset atau pendapatan perusahaannya. Namun, memiliki potensi yang baik untuk dijual di masa depan.

Jika kamu bisa memantau dan menganalisis pergerakan pasar, maka kemungkinan besar kamu akan dapat memperoleh keuntungan yang besar dari penjualan saham undervalued yang kamu beli sebelumnya. Akan tetapi, seperti yang sudah dijelaskan di atas, kamu perlu memahami berbagai macam istilah dan alur kerja dari value investing ini supaya keputusan yang diambil nantinya benar-benar tepat.

Kalaupun tidak, kamu tidak perlu khawatir karena sekarang sudah ada aplikasi investasi BMoney yang menghadirkan berbagai kemudahan dalam berinvestasi sehingga kamu bisa melakukan kegiatan tersebut tanpa harus memikirkan berbagai strategi terlalu mendalam. Selain itu, kamu juga bisa berinvestasi dengan hanya modal kecil, yaitu Rp10 ribu di aplikasi tersebut. Jangan lupa download aplikasinya di Play Store atau App Store!

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!