Cara Investasi Saham untuk Pemula yang Praktis dan Aman

Imanuel Kristianto

13 September 2022

Cara investasi saham (123rf)
Cara investasi saham (123rf)

Dalam beberapa waktu ke belakang, kesadaran finansial terkait pentingnya investasi sejak muda memang sudah semakin diyakini oleh banyak orang.

Lihat tips keuangan lain di sini.

Selain karena informasi tentang keuangan yang bisa diakses secara mudah, banyak juga situs atau aplikasi yang memberikan edukasi tentang pentingnya investasi dalam mengelola keuangan. Oleh karena itu, tidak heran jika kemudian banyak anak muda yang tertarik untuk berinvestasi. 

Salah satu jenis investasi yang cukup diandalkan dan memiliki prospek yang baik bagi masa depan adalah investasi saham. 

Tertarik untuk berinvestasi saham, tapi masih merasa belum mampu melakukan cara yang tepat dan efektif untuk menghasilkan keuntungan? Tenang, saat ini ada banyak cara investasi saham untuk pemula yang bisa dilakukan secara mudah! Simak penjelasan berikut.

Baca juga: Bursa Saham adalah Investasi Menguntungkan Jangka Panjang, Simak Penjelasannya!

5 Cara Investasi Saham Pemula

cara investasi saham
Cara investasi saham (123rf)

Agar dapat memperoleh hasil yang menguntungkan, tentu kamu harus membeli saham yang prospektif. Sayangnya, tingkat keuntungan yang tinggi tentu memiliki tingkat risiko yang juga tinggi sehingga kamu harus berhati-hati dalam berinvestasi agar tetap aman dan cuan.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar bisa berinvestasi secara praktis dan aman.

1. Pahami investasi saham pemula

Cara main saham untuk pemula yang pertama kali perlu dilakukan adalah dengan memahami apa itu saham. Pada dasarnya, saham merupakan aset kepemilikan atas suatu perusahaan yang menawarkan return tinggi jika dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya. Namun, seperti yang sudah dijelaskan di atas, investasi yang satu ini juga punya tingkat risiko yang juga tinggi sehingga kamu perlu mempertimbangkan secara matang profil risiko yang paling cocok untukmu.

2. Pilih sekuritas yang biaya transaksinya terjangkau

Setelah memahami apa itu investasi saham pemula dan seluk-beluknya, cara selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah memilih sekuritas saham. Sekuritas saham adalah perusahaan yang menjadi perantara antara pedagang dan penjamin emisi efek. Jika terjadi transaksi jual beli saham, maka akan ada biaya transaksi yang dikenakan terhadap aktivitas tersebut. 

Untuk itu, kamu perlu mencari tahu berapa biaya yang harus dikeluarkan saat bertransaksi saham. Pilih perusahaan yang membebankan biaya transaksi jual beli saham terkecil agar kamu tidak perlu mengeluarkan biaya yang terlalu banyak. Selain itu, pastikan sekuritas yang kamu pilih sudah punya izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ya.

3. Beli saham prospektif tinggi

Saat menjadi investor saham, kamu akan memiliki rekening saham di suatu perusahaan sekuritas. Nah, setelah membuat rekening saham dengan deposit minimum, barulah kamu bisa melakukan transaksi. Saat membeli saham, pilihlah saham yang memiliki potensi keuntungan yang besar. 

Beberapa jenis saham tersebut di antaranya adalah saham yang terdaftar Index IDX30 atau LQ45, saham di sektor perbankan atau peralatan konsumen, dan saham yang sedang mengalami penurunan harga.

Baca juga: Apa itu Saham Gorengan? Ini Definisi, Ciri-Ciri, dan Tips Membelinya

4. Lakukan investasi jangka panjang

Alih-alih melakukan trading, cara investasi saham untuk pemula sebaiknya dilakukan dalam jangka panjang. Hal ini disebabkan oleh potensi risiko investasi jangka panjang yang lebih kecil dibandingkan dengan trading. 

Selain itu, berinvestasi jangka panjang juga memberikan manfaat yang cukup banyak. Di antaranya adalah bisa memberikan pendapatan pasif, menyiapkan dana pensiun, hingga berkontribusi pada perekonomian negara.

5. Lakukan diversifikasi

Salah satu langkah penting yang perlu dilakukan dalam berinvestasi adalah melakukan diversifikasi, yaitu menanamkan modal di beberapa jenis investasi untuk meminimalisasi risiko kerugian. Hindari menginvestasikan semua uang di instrumen saham dan alokasikan dana lainnya ke investasi lain, seperti emas atau reksa dana. 

Untuk mempermudah diversifikasi, kamu bisa menggunakan aplikasi investasi BMoney yang bisa kamu download di Play Store atau App Store. Dengan aplikasi ini, kamu bisa menanamkan modal yang kamu miliki di beberapa instrumen mulai dari Rp10 ribu saja. Cara ini berguna untuk mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan jika pasar saham mengalami krisis.

Baca juga: Tips Investasi Saham untuk Pemula

Cara Memulai Investasi Saham untuk Pemula Secara Online

cara memulai investasi saham
Cara memulai investasi saham (123rf)

Saat ini, investasi saham secara online merupakan salah satu pilihan paling populer bagi masyarakat yang ingin berinvestasi. Nah, cara ini sangat cocok bagi kamu yang baru akan memulai investasi saham. Lalu, bagaimana cara memulainya? Simak langkah-langkah berikut.

1. Siapkan dokumen pribadi

Dokumen pribadi yang perlu kamu siapkan sebelum memulai investasi antara lain adalah kartu identitas, seperti KTP, KITAS, atau paspor. Untuk warga negara Indonesia, kartu identitas yang perlu disiapkan adalah KTP, SIM, atau paspor. Sementara itu, kamu yang berstatus sebagai warga negara asing (WNA) wajib mempersiapkan KITAS atau paspor. 

Dokumen lain yang juga perlu disiapkan adalah NPWP. Kalau kamu belum mempunyai NPWP, kamu bisa meminta surat pernyataan tidak memiliki NPWP yang ditandatangani di atas meterai dari sekuritas tempat kamu akan melakukan registrasi rekening saham.

Terakhir, kamu juga perlu menyiapkan cover buku tabungan untuk memudahkan pihak sekuritas dalam memproses rekening nasabah.

2. Tentukan sekuritas online yang diinginkan

Selanjutnya, tentukan perusahaan sekuritas saham online mana yang akan kamu gunakan dalam berinvestasi. Sebelum memilih sekuritas yang tepat, pastikan kamu sudah mengeceknya terlebih dulu apakah perusahaan tersebut sudah mengantongi izin OJK atau belum dan bagaimana reputasinya di mata publik. Hal ini penting untuk dilakukan agar dana yang kamu investasikan tidak terjerat dengan investasi bodong.

3. Lakukan registrasi

Registrasi dapat dilakukan secara online dengan mengisi formulir pembukaan rekening, termasuk rekening saham dan rekening dana investor. Registrasi ini mirip dengan ketika kamu membuka rekening tabungan di bank. Isi semua kolom formulir yang diminta sesuai dengan fakta dan sertakan dokumen yang diperlukan.

Baca juga: Keuntungan Investasi Saham yang Harus Kamu Pahami

4. Membuka rekening dana investor (RDI)

Setelah registrasi selesai, saatnya kamu mengisi formulir pembukaan rekening saham dan RDI. RDI merupakan rekening dana yang ditempatkan di bank secara terpisah dari rekening perusahaan efek. Rekening ini berfungsi untuk mempermudah pelaksanaan transaksi saham. Jadi, dana yang tidak digunakan untuk membeli saham akan tersimpan di RDI.

5. Tunggu notifikasi

Umumnya, pembukaan RDI memakan waktu paling lama seminggu. Setelah pembukaan rekening selesai, nantinya kamu akan mendapat notifikasi untuk melakukan konfirmasi atas nomor RDI yang sudah dibuka. Setelah itu, kamu akan mendapat ID, password, dan PIN yang nantinya bisa kamu gunakan untuk berinvestasi saham.

6. Download aplikasi dan masukkan deposit

Download aplikasi investasi saham yang akan kamu gunakan dan lakukan penyetoran deposit untuk mengaktifkan rekening saham yang sudah kamu buat. Setelah itu, barulah kamu bisa memulai transaksi jual beli saham dengan harga yang tertera di aplikasi sesuai kebijakan masing-masing perusahaan sekuritas.

Baca juga: Mengenal Pembagian Dividen Saham Beserta Prosedurnya

Demikianlah penjelasan mengenai cara investasi saham untuk pemula yang bisa kamu lakukan. Setelah kamu melakukan transaksi jual beli saham, kamu akan mendapat notifikasi status penyelesaian transaksi atau settlement. Status ini biasanya muncul dua hari setelah kamu melakukan transaksi.

Sementara itu, biaya transaksi yang dikeluarkan pun akan mengacu pada biaya transaksi yang dilakukan dua hari sebelum settlement. Jika kamu tidak melakukan penyelesaian transaksi sesuai tenggat waktu yang telah ditentukan, kamu akan dikenakan denda sebesar 45 persen per tahun.

Jadi, berhati-hatilah saat melakukan transaksi dan ikuti petunjuk pada aplikasi investasi yang kamu gunakan agar setiap aktivitas yang kamu lakukan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Selamat berinvestasi!

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!