Pahami Cara Kerja Reksa Dana Sebelum Berinvestasi

Imanuel Kristianto

27 Juli 2022

Cara Kerja Reksa Dana (Foto: 123rf)
Cara Kerja Reksa Dana (Foto: 123rf)

Reksa dana menjadi salah satu instrumen investasi yang kian populer di tengah masyarakat lantaran sejumlah kelebihannya. Namun, tahukah kamu bagaimana cara kerja reksadana dalam menghasilkan keuntungan?

Sekilas tentang Reksa Dana

Reksa dana merupakan instrumen investasi yang berfungsi sebagai wadah penghimpun dana dari sejumlah masyarakat pemodal (investor) yang akan dikelola oleh manajer investasi (MI) untuk selanjutnya diinvestasikan dalam bentuk portofolio efek.

Portofolio efek adalah kumpulan aset keuangan berupa surat berharga seperti saham, instrumen pasar uang, deposito berjangka, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), obligasi, kas, dan juga termasuk reksa dana.

Dengan demikian, reksa dana dapat disimpulkan mencakup tiga hal, yakni:

  • Mengandalkan dana bersama milik pemodal
  • Dana yang terkumpul diinvestasikan dalam portofolio efek
  • Dana investasi dipercayakan untuk dikelola oleh manajer investasi, mulai dari menghitung risiko hingga mengatur dana investasi.

 

Reksa dana banyak diminati karena memiliki kelebihan sebagai alternatif investasi bagi para investor pemula dengan modal kecil yang biasanya tidak punya banyak waktu, profil risiko tinggi, ataupun keahlian untuk menghitung risiko dari investasi yang dijalankan. Selain itu, laporan aset reksa dana juga termasuk transparan dan tingkat likuiditasnya juga terjaga.

Cari tahu informasi soal reksa dana terlengkap di sini.

Hadirnya instrumen investasi reksa dana bertujuan untuk meningkatkan peran pemodal lokal yang ingin berinvestasi, tapi hanya memiliki waktu dan pengetahuan terbatas, untuk turut serta di pasar modal Indonesia.

Baca juga:  Pengertian Reksadana yang Wajib Diketahui Investor Pemula

Jenis-Jenis Reksa Dana

jenis reksa dana
Jenis reksa dana (123rf)

Secara umum, ada empat jenis reksa dana yang biasa dilihat dalam portofolio investasinya. Berikut rinciannya:

1. Reksa dana pendapatan tetap (fixed income funds)

Reksa dana pendapatan tetap adalah jenis reksa dana yang bertujuan untuk menghasilkan tingkat pengembalian stabil. Alokasi dana investasi jenis reksa dana ini sebagian besar ditempatkan pada efek yang memberikan pendapatan tetap semisal surat utang dan obligasi, lalu sisa dananya diinvestasikan pada pasar uang. Cara kerjanya mirip reksa dana pasar uang, tapi dengan risiko yang relatif lebih besar. Namun, jika dibandingkan dengan deposito risikonya masih relatif kecil.

2. Reksa dana pasar uang (money market funds)

Reksa dana pasar uang adalah reksa dana yang mengalokasikan dananya pada instrumen pasar uang dan efek bersifat utang, semisal deposito dan surat berharga, dalam jangka waktu di bawah satu tahun. Tujuannya untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal.

Dilihat dari cara kerjanya, reksa dana pasar uang termasuk jenis yang paling minim risiko bahkan hampir tidak memiliki risiko dibanding jenis reksa dana lainnya, serta masih lebih menguntungkan ketimbang deposito. Namun, return yang dihasilkan juga tidak sebesar jenis reksa dana lainnya.

Baca juga: Reksadana Pasar Uang, Pilihan Investasi Menguntungkan untuk Pemula

3. Reksa dana saham (equity funds)

Reksa dana saham adalah jenis reksa dana yang sebagian besar dananya diinvestasikan pada saham dalam bentuk efek bersifat ekuitas. Risiko reksa dana saham lebih tinggi dari reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang, tapi masih lebih rendah dari investasi saham secara langsung. Meski begitu, return dari reksa dana saham relatif lebih tinggi dibanding reksa dana lainnya.

4. Reksa dana campuran (discretionary funds)

Sesuai dengan namanya, reksa dana campuran mengalokasikan dana investasi ke dalam beberapa sektor, yaitu efek bersifat ekuitas dan efek bersifat utang. Mudahnya, penempatan investasi reksa dana campuran adalah dengan menggabungkan antara saham dan obligasi. 

Tujuannya adalah untuk mengalihkan risiko kerugian sekaligus mendapat keuntungan ganda. Untuk risikonya, masih lebih rendah ketimbang reksa dana saham, tapi lebih tinggi dibanding reksa dana pendapatan tetap.

Cara Kerja Reksa Dana

Cara Kerja Reksa Dana
Cara kerja reksa dana (123rf)

Keuntungan reksa dana pada dasarnya bertumpu pada peran manajer investasi dalam mengelola dana yang dihimpun dari investor. Mudahnya, investor hanya perlu menggelontorkan dana ke manajer investasi dan menikmati hasil dari return yang didapatkan. Untuk lebih memahami cara kerja reksa dana, berikut 5 tahapannya:

1. Registrasi dan membuka rekening

Untuk menjalankan reksa dana, investor dapat berinvestasi secara offline maupun online. Reksa dana offline bisa dilakukan di perusahaan sekuritas penyedia reksa dana, sedangkan online dapat melalui agen penjual reksa dana ataupun aplikasi penyedia layanan investasi yang andal dan tepercaya. Misalnya, aplikasi investasi BMoney yang bisa kamu download di Play Store ataupun App Store.

Berikutnya, investor akan diminta untuk melakukan registrasi dengan mengisi formulir berupa data diri serta melengkapi berkas pribadi lainnya. Setelah itu, investor akan diminta membuat rekening dana nasabah (RDN).

Baca juga: Aplikasi Investasi Saham dan Reksadana yang Cocok untuk Pemula

 2. Pilih jenis reksa dana sesuai tujuan

Biasanya, kamu akan diberikan sejumlah informasi berupa prospektus dan fund fact sheet sebelum membeli reksa dana agar dapat memilih produk yang sesuai tujuan investasimu. Dari informasi tersebut, kamu dapat memastikan kinerja produk reksa dana yang sesuai tujuan, serta memilih profil manajer investasi yang tepat dalam mengelolanya.

Sedikit gambaran, jenis reksa dana pendapatan tetap atau reksa dana campuran cocok bagi investor pemula yang ingin berinvestasi jangka menengah. Jika kamu berencana investasi jangka pendek dengan risiko rendah, kamu dapat memilih reksa dana pasar uang. Lalu, untuk aset investasi jangka panjang, sebaiknya pilih reksa dana saham yang memberi return optimal dengan durasi di atas lima tahun.

3. Mulai berinvestasi 

Dalam pembelian reksa dana, kamu dapat menyesuaikan besaran dana investasi sesuai kemampuan finansialmu. Bahkan, kamu dapat membeli produk reksa dana mulai dari Rp10 ribu di aplikasi BMoney

Dengan melakukan pembelian, investor berarti menitipkan uangnya ke manajer investasi yang akan mengelola alokasi dana tersebut. Investor bisa memantau dana investasi sekaligus kinerja produk investasinya melalui portofolio investasi.

4. Dana dikelola

Setelah bertransaksi pertama kali, manajer investasi akan menempatkan dana investasi ke berbagai sektor efek sesuai instrumen reksa dana yang dipilih investor. Selain mengelola dana investor, manajer investasi juga bertugas memantau portofolio dan secara rutin melaporkan tinjauannya pada investor. Cara kerja reksadana di tahap ini akan menunjukkan perbedaan sesuai jenisnya.

Baca juga: Pengertian Manajer Investasi dan Tips Memilih yang Terbaik

Dalam reksa dana pasar uang, manajer investasi akan mengalokasikan dana investasi ke dalam surat berharga yang memiliki jatuh tempo kurang dari setahun. Lalu, pada instrumen reksa dana pendapatan tetap, manajer investasi mengalokasikan paling kecil 80 persen dari aktiva ke dalam bentuk obligasi atau efek utang. Nantinya, investor bakal memperoleh dividen dari sejumlah produk obligasi.

Dalam jenis reksa dana saham, manajer investasi mengalokasikan minimal 80 persen aktiva bentuk bursa efek bersifat ekuitas. Sisa alokasi dana akan masuk ke dalam instrumen investasi pasar uang.

Terakhir, manajer investasi pada reksa dana campuran akan mengelola instrumen efek mayoritas berupa obligasi dan saham. Untuk investasi ini, terdapat 1-79 persen saham dan 1-79 persen obligasi atau surat utang, serta 0-20 persen efek pasar uang.

5. Investor memperoleh return

Pada tahap ini, investor tinggal menanti imbal hasil atau keuntungan (return) yang diberikan oleh manajer investasi. Sementara itu, Bank Kustodian bakal mengurus administrasi, serta mengawasi dan menjaga aset reksa dana (safe keeping).

Selain bertumpu pada peran pengelolaan manajer investasi, cara kerja reksadana dalam mendapat untung adalah dengan melakukan diversifikasi investasi ke berbagai instrumen karena dalam dana investasi tidak seluruhnya dialokasikan ke satu instrumen.

Baca juga: Pengertian Bank Kustodian dan Perannya dalam Reksadana

Rekomendasi Reksa Dana Terbaik 2022

Reksa Dana Terbaik 2022
Rekomendasi reksa dana terbaik 2022 (123rf)

Meski risiko reksa dana cenderung minim, investor tetap bisa mengalami kerugian jika terjadi fluktuasi, redemption bersamaan, atau kinerja manajer investasi tidak sesuai harapan. 

Oleh sebab itu, sangat penting membaca dan memahami prospektus dan laporan kinerja reksa dana sebelum membeli. Khususnya dengan melihat risiko dan return tiap jenis reksa dana, menentukan komposisi efek, serta biaya yang dikenakan.

Bercermin dari hal itu, berikut beberapa rekomendasi reksa dana terbaik sesuai jenisnya.

1. Reksa Dana Pasar Uang Terbaik

  • Sucorinvest Sharia Market Money Fund
  • Sucorinvest Money Market Fund
  • Reksa Dana Mega Dana Kas

 

2. Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik

  • Syailendra Pendapatan Tetap Premium
  • TRIM Dana Tetap 2
  • Sucorinvest Stable Fund

 

3. Reksa Dana Saham Terbaik

  • Sucorinvest Sharia Equity Fund
  • Sucorinvest Maxi Fund
  • Manulife Saham Andalan
  • Eastspring Investments Value Discovery

 

4. Reksa Dana Campuran Terbaik

  • Schroder Dana Terpadu II
  • Syailendra Dana Investasi Dinamis
  • Sucorinvest Anak Pintar
  • Trimegah Balanced Absolute Strategy

 

Jadi, sudah lebih paham dan mendapat gambaran lengkap mengenai cara kerja reksadana?

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!