Mudah, Begini Cara Menghitung Nilai Intrinsik Saham!

Imanuel Kristianto

14 Oktober 2022

Cara Menghitung Nilai Intrinsik Saham (Foto: 123rf)
Cara Menghitung Nilai Intrinsik Saham (Foto: 123rf)

Salah satu instrumen investasi yang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia adalah saham. Selain mudah dilakukan, para investor yang menanamkan modal di instrumen ini juga cenderung lebih banyak mendapatkan keuntungan dibandingkan dengan berinvestasi di instrumen lainnya.

Dengan keuntungan yang menjanjikan, tentu saja hal ini akan menjadi nilai tambah bagi para investor dalam merencanakan masa depan keuangan mereka.

Kamu yang tertarik untuk berinvestasi dan masih bingung menentukan instrumen apa yang akan dipilih bisa menjadikan saham sebagai alternatif. Namun, sebelum melakukan investasi, pastikan kamu sudah mempelajari terlebih dulu seluk-beluk dunia saham.

Nah, beberapa hal yang penting untuk dipelajari sebelum berinvestasi saham antara lain adalah fundamental perusahaan penerbit saham dan analisis nilai intrinsik dari perusahaan tersebut. Apa yang dimaksud dengan nilai intrinsik dan bagaimana cara kamu menganalisisnya? Simak penjelasan di artikel ini sampai tuntas.

Baca juga: 10 Pertanyaan tentang Saham yang Sering Diajukan

Apa Itu Nilai Intrinsik Saham?

Apa Itu Nilai Intrinsik Saham?
Apa Itu Nilai Intrinsik Saham?

Sebelum membahas tentang pengertian dan cara menghitung nilai intrinsik saham, ada baiknya jika kamu memahami terlebih dulu apa itu nilai intrinsik. Nilai intrinsik pada dasarnya adalah nilai yang terdapat di dalam sesuatu dan bisa menjadi tolok ukur untuk menilai sesuatu di luar hal tersebut.

Misalnya, kamu memiliki sebuah sepatu yang terbuat dari kulit asli. Bahan baku kulit dikenal sebagai material yang lebih bernilai ketimbang bahan baku lain yang menyerupainya. Oleh karena itu, harga sepatu kulit asli akan lebih mahal ketimbang harga sepatu berbahan kulit sintetis. Intinya, makin tinggi bahan baku dan proses pembuatan suatu barang, makin tinggi juga nilai jualnya.

Hal yang sama berlaku juga pada saham. Nilai intrinsik saham adalah nilai yang sebenarnya dan melekat dengan suatu saham. Nilai ini berbeda dengan harga saham karena ada banyak aspek yang perlu dilihat dan dipertimbangkan ketika memilih suatu saham. 

Beberapa faktor yang biasanya dipertimbangkan antara lain adalah aset yang terlihat dan tidak, seberapa besar potensi kemajuannya, nama perusahaan, dan lain sebagainya.

Baca juga: Return on Investment (ROI) adalah: Pengertian dan Cara Menghitung

Pentingnya Nilai Intrinsik dalam Jual Beli Saham

Pentingnya Nilai Intrinsik dalam Jual Beli Saham
Pentingnya Nilai Intrinsik dalam Jual Beli Saham

Sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian saham, investor tentu harus terlebih dulu melakukan penilaian terhadap nilai-nilai intrinsik saham perusahaan yang menerbitkannya. Hal ini diperlukan karena nilai intrinsik inilah yang nantinya menjadi tolok ukur untuk menentukan harga saham yang dipilih. Dengan harga saham yang tepat, investor akan terhindar dari risiko kerugian dan bisa mendapatkan keuntungan secara optimal di kemudian hari.

Sebagai contoh, harga sebuah saham di perusahaan ABCD adalah Rp2.500 per lembarnya, sedangkan harga sebenarnya adalah Rp2.000. Maka, harga saham tersebut termasuk ke dalam kategori mahal.

Berbeda dengan saham ACBD, misalnya, yang dijual dengan harga Rp5.000 dengan nilai intrinsik Rp10.000. Dari perhitungan tersebut, dapat diketahui bahwa saham ACBD termasuk murah. Jika dihadapkan pada kedua pilihan tersebut, maka akan lebih baik jika investor memilih saham yang kedua.

Baca juga: Value Investing adalah: Pengertian, Nilai Intrinsik, dan Langkah-langkahnya

Pedoman Nilai Intrinsik dalam Jual Beli Saham

Beberapa literatur menyebutkan bahwa nilai intrinsik adalah nilai yang menunjukan present value arus kas yang diterima dari saham tersebut. Agar investor dapat menentukan apakah saham tertentu perlu dibeli, dijual, atau dipertahankan, ada tiga pedoman yang bisa digunakan. 

  • Jika nilai intrinsik lebih tinggi dari harga pasar saat ini, maka saham tersebut dapat dikatakan dinilai terlalu rendah atau undervalued sehingga para investor disarankan untuk membeli saham tersebut atau menahannya jika saham tersebut sudah dimiliki.
  • Jika nilai intrinsik saham lebih rendah dari harga pasar saat ini, maka saham tersebut dapat dikatakan terlalu mahal atau dinilai overvalued sehingga investor dianjurkan untuk tidak membeli saham tersebut. Investor yang sudah memilikinya dianjurkan untuk menjual atau melepas saham tersebut.
  • Jika nilai intrinsik saham sama dengan harga pasar saat ini, maka saham tersebut dinilai wajar dan dalam kondisi balance sehingga keputusan dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan investor.

 

Cara Menghitung Nilai Intrinsik Saham

Cara Menghitung Nilai Intrinsik Saham
Cara Menghitung Nilai Intrinsik Saham

Ada dua cara yang biasa digunakan para investor untuk menghitung nilai intrinsik saham. Pertama, cara yang dipraktikkan oleh Benjamin Graham dan kedua adalah cara yang digunakan oleh Warren Buffett.

1. Cara Menghitung Nilai Intrinsik Saham dengan Benjamin Graham Formula

Benjamin Graham adalah salah seorang tokoh terkenal dalam dunia investasi. Nilai intrinsik saham yang kini populer di mata investor merupakan inisiasi Benjamin Graham dalam menciptakan metode yang mudah dilakukan untuk memilih saham yang tepat.

Hal ini didorong oleh keyakinan Benjamin Graham bahwa kinerja suatu perusahaan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap harga saham.

Oleh karena itu, perhitungan yang dilakukan dalam cara menghitung nilai intrinsik saham tidak hanya dilihat pada masa sekarang, tapi juga masa-masa sebelumnya.

Berikut ini adalah cara menghitung nilai intrinsik saham dengan menggunakan formula Benjamin Graham.

V = EPS x (8,5 + 2G) x ( 4,4/AAA)

Keterangan:

V = Nilai intrinsik

EPS = Earnings per share atau laba bersih per saham yang berasal dari laporan tahunan

8.5 = Basis P/E yang dianggap wajar untuk perusahaan yang labanya tidak bertumbuh 

g = persentase ekspektasi pertumbuhan dalam jangka waktu 7-10 tahun ke depan

4,4 = rata-rata return investasi yang risikonya kecil, seperti deposito (rata-rata bunga deposito adalah 6,5% belum termasuk pajak)

AAA = bunga obligasi jangka panjang

Baca juga: Cara Beli Saham bagi Para Pemula untuk Mulai Investasi

2. Cara Menghitung Nilai Intrinsik Saham ala Warren Buffett

Jika kamu masih bingung menggunakan rumus Benjamin Graham di atas, kamu bisa mengetahui nilai intrinsik saham dengan menggunakan cara menghitung nilai intrinsik ala Warren Buffett berikut ini.

Perusahaan

Nilai Intrinsik

Harga Pasar

Diskon

A

100

80

20

B

200

100

100

C

300

350

-50

 

Berdasarkan tabel perbandingan di atas, dapat diketahui kalau saham terbaik yang bisa dipilih adalah saham perusahaan B karena diskonnya lebih besar sehingga peluang untuk mendapatkan keuntungannya pun lebih besar. Namun, kamu tetap perlu melihat bagaimana kinerja perusahaan tersebut dalam jangka waktu yang lama.

Baca juga: Memahami Apa Itu Order Book Saham dan Cara Membacanya

Dengan cara menghitung nilai intrinsik saham, investor bisa menentukan pilihan saham yang tepat. Namun, tidak selamanya hal ini bisa dianggap sebagai tolok ukur dalam memperoleh keuntungan. Kamu bisa saja mengalami kerugian akibat tidak mempertimbangkan faktor pembentuk harga saham lainnya. Apalagi, seperti yang kita tahu, makin tinggi potensi keuntungan yang bisa diperoleh dari investasi saham, makin besar juga kemungkinan risiko yang nantinya akan dihadapi.

Namun, kamu tetap bisa mengandalkan nilai intrinsik ini untuk memilih mana saham terbaik yang berpotensi memberi keuntungan yang besar di masa depan. Oleh karena itu, pastikan kamu mempraktikkan cara menghitung nilai intrinsik saham di atas ketika akan berinvestasi jangka panjang.

Demikianlah penjelasan mengenai apa itu nilai intrinsik saham, pentingnya dalam jual beli saham, pedoman apa saja yang bisa digunakan untuk menentukan saham yang tepat, dan bagaimana cara menghitung nilai intrinsik saham secara mudah sebelum mulai berinvestasi.

Jika kamu masih ingin mempelajari hal lain terkait saham atau bahkan ingin berinvestasi dalam instrumen lainnya, maka kamu bisa menggunakan aplikasi investasi BMoney untuk mulai berinvestasi reksa dana dengan modal mulai dari Rp10 ribu saja. Jangan lupa untuk download aplikasinya di Play Store atau App Store.

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!