Contoh Obligasi untuk Instrumen Investasi yang Menguntungkan

Yudhianto Thohirin

28 Maret 2022

Ilustrasi contoh obligasi. (123rf)
Ilustrasi contoh obligasi. (123rf)

Obligasi adalah instrumen investasi yang dapat memberikan fixed income alias pendapatan tetap. Jenis investasi ini juga dinilai minim risiko sehingga banyak dipilih investor untuk dijadikan diversifikasi portofolio investasi mereka.

Obligasi sendiri merupakan surat utang yang berisi perjanjian antara pihak yang memiliki utang dan memberikan utang. Pihak yang memiliki utang atau penerbit obligasi bisa perusahaan atau pemerintah. 

Hal-hal yang tercantum di dalam surat utang ini antara lain:

  • Par value atau nilai pokok yang akan diterima pemegang obligasi saat jangka waktu berakhir;
  • Coupon rate atau suku bunga yang akan diterima pemegang obligasi;
  • Coupon date atau tanggal pembayaran kupon;
  • Maturity date atau jangka waktu obligasi.

 

Surat utang obligasi ada berbagai jenis. Berikut ini adalah contoh obligasi, baik obligasi korporasi maupun pemerintah, yang ada di Indonesia.

Contoh obligasi
Ilustrasi contoh obligasi. (123rf)

 

Contoh Obligasi Pemerintah

Obligasi pemerintah atau government bonds merupakan surat utang yang diterbitkan pemerintah untuk mengumpulkan pendanaan untuk membiayai defisit APBN atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pembiayaan ini juga digunakan untuk membangun infrastruktur, seperti sekolah dan jalan.

Salah satu keunggulan obligasi pemerintah adalah lebih terjamin keamanannya karena diterbitkan oleh negara. Obligasi pemerintah menawarkan kupon atau bunga tetap atau floating. Jika tertarik, kamu bisa membeli obligasi pemerintah di bank, lembaga sekuritas, atau platform investasi resmi.

Di Indonesia, obligasi pemerintah dimulai pertama kali pada Agustus 2006. Nah, berikut ini adalah contoh obligasi yang diterbitkan pemerintah:

  1. Surat Utang Negara atau SUN. Obligasi ini diterbitkan pemerintah sebagai cara untuk mendanai defisit APBN.
  2. Obligasi Rekap atau OR. Tujuan diterbitkannya obligasi ini adalah untuk mendukung Program Rekapitalisasi Perbankan yang dilakukan pemerintah.
  3. Obligasi Ritel Indonesia atau ORI. Jenis obligasi ini sebenarnya memiliki tujuan yang sama dengan SUN. Hanya saja, obligasi ini memiliki nominal lebih kecil.
  4. Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN. Ini adalah contoh obligasi pemerintah yang dijalankan sesuai prinsip syariah Islam. SBSN disebut juga sebagai Sukuk Negara.

 

Baca jugaPengertian Obligasi dan Kelebihannya Dalam Investasi

Contoh Obligasi Korporasi

Sesuai namanya, obligasi korporasi atau corporate bonds adalah jenis obligasi yang diterbitkan perusahaan, baik perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Tujuan penerbitan obligasi ini adalah untuk membiayai kebutuhan operasional atau pertumbuhan perusahaan. Obligasi korporasi juga biasanya hadir dengan dua jenis kupon, yaitu kupon tetap dan floating.

Berikut ini adalah contoh obligasi yang diterbitkan korporasi atau perusahaan:

  1. Obligasi yang diterbitkan AB Sinar Mas Multifinance Seri A di tahun 2020. Obligasi ini memiliki jangka waktu satu tahun dan memberikan kupon tetap.
  2. Obligasi Berkelanjutan III Adira Finance Seri C. Obligasi ini diterbitkan tahun 2016 dengan jangka waktu lima tahun. Kupon yang diberikan bersifat tetap sebesar 10,25%.
  3. Obligasi Berkelanjutan I Bank Mandiri Taspen Tahap 1 Seri B. Obligasi ini dikeluarkan tanggal 26 November 2019 dengan jangka waktu lima tahun. Selain itu, obligasi ini juga memberikan kupon tetap sebesar 8,20%.
  4. Obligasi I Kereta Api Indonesia Seri A Tahun 2017. Obligasi ini memiliki jangka waktu lima tahun dengan kupon 7,75%.
  5. Obligasi Berkelanjutan II Adhi Karya Tahap II Seri A yang dikeluarkan di Juni 2012. Jangka waktu obligasi ini adalah lima tahun dengan kupon 9,25%.
  6. Obligasi I Angkasa Pura II Seri A yang diterbitkan di bulan Juni 2016. Obligasi ini memiliki jangka waktu lima tahun dengan kupon tetap sebesar 8,60%.
  7. Obligasi Berkelanjutan I Bank BJB Tahap II Seri A tahun 2018. Kupon yang diberikan sebesar 9% dengan jangka waktu obligasi tiga tahun. 

 

Baca jugaMengenal Obligasi Konversi yang Dapat Diubah Menjadi Saham

Contoh obligasi
Ilustrasi contoh obligasi. (123rf)

 

Rumus Obligasi untuk Mengetahui Keuntungan

Kamu bisa menghitung perkiraan keuntungan obligasi yang akan didapat. Rumus obligasi yang digunakan berbeda-beda sesuai jenis obligasinya. Akan tetapi, dasar perhitungannya tetap sama, yaitu berdasarkan instrumen berikut:

1. Nominal yield

Yield adalah hasil keuntungan yang didapat dari investasi. Nominal yield adalah suku bunga yang dijanjikan penerbit obligasi kepada pemegang obligasi. Biasanya, suku bunga tersebut sudah tetap dan berlaku hingga jangka waktu obligasi berakhir. Cara menghitung nominal yield adalah membagi penghasilan bunga dengan nilai nominal (par value). 

2. Current yield

Current yield adalah jumlah imbal hasil yang diperkirakan akan diterima investor jika menyimpan obligasinya dalam waktu satu tahun. Cara menghitungnya adalah membagi penghasilan bunga kupon tahunan dengan harga obligasi terkini.

Hanya saja, instrumen current yield tidak akan menggambarkan imbal hasil aktual yang diterima investor jika menyimpan obligasi hingga jangka waktu berakhir.

Baca jugaMemahami Surat Utang Obligasi dari Jenis hingga Kelebihan

3. Yield to Maturity (YTM)

Yield to maturity adalah tingkat return atau imbal hasil tahunan yang akan diterima investor jika menyimpan obligasi hingga batas akhir. 

Menghitung yield to maturity bisa dibilang merupakan proses yang rumit. Perhitungannya sendiri dilakukan dengan mengasumsikan bahwa suku bunga dibayarkan sesuai jadwal dan kemudian diinvestasikan kembali dengan suku bunga serupa.

4. Yield to Call (YTC)

Yield to call adalah imbal hasil yang diperoleh investor jika menyimpan obligasi hingga call date. Call date merupakan waktu ketika penerbit obligasi membeli kembali obligasinya dari investor. Biasanya, hal ini terjadi sebelum obligasi mencapai masa akhirnya.

Perhitungan yield to call dilakukan dengan mengasumsikan jangka waktu ketika obligasi dibeli kembali dan harga obligasi terkini.

Baca jugaKenali Karakteristik Obligasi Sebelum Membelinya

5. Realized Yield

Realized yield adalah imbal hasil aktual yang diperoleh investor selama masa penyimpanan obligasi. Istilah ini juga bisa digunakan ketika investor menjual obligasinya sebelum jangka waktu berakhir.

Umumnya, realized yield mencakup pembayaran kupon yang diterima selama periode penyimpanan obligasi, beserta penambahan atau pengurangan nilai asli obligasi. Nah, jumlah ini dihitung setiap tahun.

6. Discount Yield

Ada kalanya, tingkat bunga di pasar lebih tinggi dibandingkan tingkat bunga atau coupon rate yang ditawarkan penerbit obligasi. Ketika suku bunga naik, maka biasanya harga obligasi akan turun.

Obligasi yang dijual dengan harga lebih rendah dari nilai nominal atau par value disebut diskonto obligasi. Tingkat imbal hasil yang diterima dari obligasi dengan harga jual diskonto disebut discount yield. Cara menghitung imbal hasil pada obligasi yang dijual dengan harga diskonto tentu memiliki sedikit perbedaan.

Baca jugaPerbedaan Saham dan Obligasi yang Perlu Diketahui

Proses perhitungannya adalah dengan mengurangi nilai nominal obligasi dengan nilai jualnya terlebih dahulu, lalu dibagi kembali dengan nilai nominal obligasi tersebut. Kemudian, hasilnya dikalikan dengan 360 dibagi jumlah hari hingga batas akhir obligasi. Hasil perhitungan tersebut akan menunjukkan persentase imbal hasil yang didapat.

Seperti itulah contoh obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah dan korporasi. Tiap jenis obligasi tentu memiliki keuntungan dan kelebihannya sendiri. Jika ingin lebih aman, kamu bisa memilih obligasi pemerintah.

Selain itu, jangan lupa juga untuk memperkirakan keuntungan yang akan kamu dapat. Pasalnya, menghitung keuntungan adalah salah satu cara untuk menentukan apakah investasi yang kamu lakukan dapat membantu mencapai tujuan investasimu atau tidak.

 

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!