Cara Kerja Cup and Handle Pattern dalam Grafik Harga Trading

Imanuel Kristianto

28 Mei 2022

Mengenal Cup and Handle Pattern dalam Trading (Foto: 123rf)
Mengenal Cup and Handle Pattern dalam Trading (Foto: 123rf)

Cup and handle pattern merupakan salah salah satu fenomena yang bisa muncul dalam trading. Biarpun pola ini jarang muncul, kamu perlu memperhatikannya baik-baik jika suatu hari muncul. Seperti namanya, pola ini akan membentuk sebuah cangkir dengan bagian gagang di ujungnya.

Pola unik ini bukan hanya muncul begitu saja. Ada makna yang memang terkandung di dalamnya. Para trader harus tahu betul apa yang mungkin akan terjadi. Banyak pendapat yang bilang bahwa pola ini memberikan pertanda baik. Namun, apa benar begitu?

Mengenal Cup and Handle Pattern

Pola cangkir dengan gagang ini bukan fenomena yang muncul satu atau dua kali. Cup and handle pattern ini sudah pernah dikemukakan oleh seorang trader sekaligus penulis buku, William J. O’niel pada 1988. Pemaparan lebih lengkapnya bisa dilihat dalam buku berjudul How to Make Money in Stock karyanya.

Munculnya cup and handle pattern ditandai dengan nilai sebuah aset yang turun dalam beberapa waktu. Lalu, harga kembali naik sehingga membentuk gambar seperti cangkir. Setelah itu, harga kembali turun untuk membentuk gambar sebuah gagang.

Proses pembentukan pola cangkir dan gagang ini bisa berlangsung mulai dari 7 sampai dengan 64 pekan. Tren yang akan muncul selanjutnya cenderung bullish yang sangat tajam. Ini bisa jadi tanda untuk para trader menyiapkan diri dengan tren-tren baru.

Baca juga: 1 Lot Berapa Lembar Saham? Berikut Penjelasan dan Cara Menghitungnya

Reverse Cup and Handle Pattern

Pola ini juga bisa muncul terbalik atau sering disebut reverse cup and handle pattern. Pada dasarnya, bentuk yang akan muncul dalam grafik layaknya sebuah cangkir. Bedanya, lubang cangkirnya menghadap ke bawah.

Tanda yang muncul dalam pola ini akan benar-benar kebalikan dari bola umumnya. Harga akan turun pada titik tertentu, lalu naik hingga membentuk sebuah cangkir. Setelah itu, akan turun hingga titik tertentu dan kembali naik untuk membuat gagangnya.

Pola cangkir dan gagang terbalik ini akan menandakan tren bearish setelahnya. Namun, kamu tetap perlu memastikan bentuk polanya sebelum mengambil langkah. Pola yang sudah terbentuk bisa saja tidak menandakan tren bearish jika ada faktor-faktor lain yang memengaruhinya.

Baca juga: Mengenal Bearish Divergence Dalam Trading dan Cara Membacanya

Identifikasi Pola Cup and Handle

identifikasi pola
Identifikasi Pola Cup and Handle (123rf)

Kamu harus memperhatikan benar pola nilai aset yang terbentuk. Tentunya ada banyak faktor yang memengaruhinya. Berikut cara mengidentifikasi cup and handle pattern.

1. Kedalaman cup

Cup menjadi faktor penting dalam membaca pola ini. Kedalaman cangkir yang terbentuk oleh grafik tentunya tidak boleh terlalu bawah. Kedalaman ini akan terbentuk dari pola penurunan dan kembali naiknya harga aset.

Seharusnya, penurunan harga yang terjadi tidak lebih dari 50 persen. Jika lebih besar, nilai aset akan makin sulit untuk kembali ke harga awal. Hal ini yang bisa saja membatalkan pola cup and handle.

2. Bentuk cup

Selain kedalaman, bentuk cangkirnya pun wajib diperhatikan. Pola cangkir yang muncul haruslah berbentuk U, bukan V. Huruf U yang muncul merupakan hasil konsolidasi panjang dari tren yang terjadi. Artinya, bukan turun kemudian naik dengan cepat.

Sejumlah pendapat mengatakan, gambar cangkir yang lebih panjang cenderung memiliki sinyal yang lebih kuat. Artinya, kamu perlu mulai berjaga-jaga akan adanya perubahan tren.

3. Volume

Volume perdagangan dalam pola yang muncul ini harusnya mengikuti harga. Saat turun, volume perdagangan pun harus turun dan begitu juga sebaliknya. Selain itu, volume di bagian bawah cup juga akan lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata.

4. Letak gagang

Pola gagang muncul dari penurunan harga yang terjadi setelah kenaikan. Gagang yang muncul harus terletak di atas cangkir, setidaknya muncul pada sepertiga bagian atas cangkir. gagang tidak muncul dari tengah atau bawah cangkir.

Baca juga: Perbedaan Trading dan Investasi yang Perlu Kamu Ketahui

Kekurangan Cup and Handle Pattern

kekurangan cup and handle pattern
Kekurangan cup and handle pattern (123rf)

Semua analisis teknis tetap memiliki keterbatasan. Pola cangkir dan gagang juga tidak luput dari keterbatasan tersebut. Diperlukan banyak faktor lain dibanding hanya sekadar pola-pola yang terbentuk.

Pertama, kamu perlu waktu yang cukup panjang untuk melakukan analisis. Seperti yang sudah disebutkan bahwa pembentukan pola ini bisa membutuhkan waktu hingga 64 minggu. Setelah menunggu sepanjang itu pun, belum tentu tren yang diharapkan akan benar-benar muncul.

Di samping itu, masalah bentuk pola yang muncul juga perlu identifikasi ulang. Kamu harus memastikan pola yang muncul benar-benar berbentuk menyerupai cangkir.

Bagian kedalaman dari cangkir pun perlu diperhatikan. Salah-salah, kamu hanya akan mendapatkan sinyal palsu. Lebih buruknya lagi, kamu sudah melakukan aksi buy dalam jumlah yang besar.

Baca juga: Pengertian Index Fund

Strategi Memanfaatkan Cup and Handle Pattern

cup and handle pattern
Tips cup and handle pattern (123rf)

Pola cangkir dan gagang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja bahkan untuk pemula sekalipun. Namun, kamu harus tahu waktu-waktu yang tepat untuk mulai menggunakannya. Berikut tips memanfaatkan cup and handle pattern.

1. Masuk saat pola gagang terbentuk

Pola ini bisa membantu kamu untuk mendapatkan keuntungan. Namun, kamu harus tahu waktu yang tepat untuk membeli dan menjualnya. Makin tepat, makin banyak juga keuntungan yang didapat.

Waktu yang paling tepat untuk mulai membeli aset adalah saat gagang terbentuk. Untuk itu, kamu perlu memperhatikan pola cangkir terlebih dulu sambil mengumpulkan modal. Saat gagang terbentuk, kamu bisa langsung membelinya.

2. Tetapkan stop-loss

Cup and handle pattern akan memprediksi tren hingga ketepatan 100 persen. Masih ada kemungkinan teori yang sudah kamu ketahui ini meleset. Alih-alih naik setelah gagang terbentuk, nilai aset bisa saja makin turun.

Karena itu, kamu harus selalu siapkan rencana cadangan dengan menetapkan stop-loss. Stop-loss adalah menjual aset yang dimiliki saat sedang mengalami tren penurunan guna mengurangi risiko kerugian. Kamu juga harus tahu kapan harus menerapkan strategi ini.

Gagang akan muncul dari titik atas ke bagian bawah cangkir. Saat tren tidak kunjung naik, cobalah untuk melakukan stop loss dengan segera. Tentukan untuk menjual aset saat mencapai titik belinya. Jika tidak bisa sama persis, setidaknya hindari nilai yang sangat rendah.

3. Tentukan waktu untuk menjual semua aset

Target dalam trading adalah mendapatkan keuntungan dari harga beli dan jual. Kamu harus tahu persis jumlah yang ingin dicapai. Mungkin saja nilai aset akan melambung tinggi setelah gagang terbentuk. Namun, apa sudah sesuai dengan ekspektasi?

Jika sudah, lakukan aktivasi jual untuk segera merealisasikan keuntungan. Jika memang belum, kamu harus tentukan akan menunda penjualan hingga kapan. Hal ini jadi pertanyaan untuk para day-to-day trader.

Tidak ada salahnya untuk menjual biarpun hanya mendapatkan keuntungan kecil. Toh, kamu bisa mengalokasikannya ke aset lain yang memberikan pola-pola akan adanya peningkatan tren. Intinya, hindari keserakahan untuk mendapatkan yang lebih besar.

Baca juga: Memahami Pola Hammer Candlestick

Itu hal seluk-beluk yang perlu kamu ketahui tentang cup and handle pattern. Tambah terus pengetahuan kamu tentang membaca grafik saham, forex, dan kripto saat melakukan trading.

Jika ingin investasi yang minim analisis, kamu bisa mencoba reksadana. Seluruh dana investasimu akan dikelola secara baik oleh manajer investasi supaya dapat imbal balik yang maksimal. Nah, mulai investasi reksadanamu di Bmoney sekarang!

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!