30 Daftar Saham Syariah Terbaik, Pilihan Investasi Bebas Haram dan Riba

Imanuel Kristianto

18 Juli 2022

Daftar saham syariah (Foto: 123rf)
Daftar saham syariah (Foto: 123rf)

Saham syariah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir lantaran menjadi solusi masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim dalam berinvestasi sesuai prinsip Islam. Berikut ulasan mengenai saham syariah dan rekomendasi 30 daftar saham syariah terbaik yang bisa dijadikan pilihan untuk berinvestasi bebas haram dan riba.

Apa Itu Saham Syariah?

Saham syariah sejatinya hampir mirip dengan saham konvensional. Bedanya, selain dijamin halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), konteks syariah sendiri merujuk pada kegiatan syirkah atau musyarakah, yakni penyertaan modal dengan hak bagi hasil usaha.

Bentuk investasi syariah menerapkan sistem syariah yang tidak melanggar atau bertentangan dengan syariat dan ketentuan Islam. Selain itu, cara bertransaksi saham syariah adalah dengan menggunakan Sharia Online Trading System (SOTS) dan memiliki mekanisme perdagangan yang berbeda dengan sistem konvensional.

Baca juga: Mudharabah adalah Akad dalam Perbankan Syariah yang Perlu Kamu Ketahui

Kriteria Saham Syariah

Kriteria Saham Syariah
Kriteria saham syariah (123rf)

Berdasarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ada dua jenis saham syariah yang diakui di pasar modal Indonesia, baik yang tercatat di Bursa efek Indonesia (BEI) maupun tidak. Keduanya adalah saham yang telah memenuhi kriteria seleksi saham syariah dan saham yang tercatat sebagai saham syariah oleh perusahan publik (emiten).

Adapun kriteria saham syariah yang berlaku di Indonesia saat ini harus memenuhi setidaknya dua hal, yakni dilihat dari kegiatan usaha dan rasio keuangannya.

1. Kegiatan usaha syariah

Suatu saham dikatakan syariah apabila kegiatan usaha yang dijalankan suatu perusahaan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dalam syariat Islam. Dengan kata lain, mekanisme transaksi jual beli saham tidak boleh melenceng dari syariat Islam, di antaranya:

  • Mengandung unsur ketidakpastian (gharar) atau judi (maisir), semisal asuransi konvensional.
  • Mengandung unsur riba, semisal bank dan perusahaan pembiayaan berbasis bunga.
  • Mengandung unsur suap (risywah) dan menimbun (ihtikar).
  • Melakukan produksi, distribusi, perdagangan, ataupun penyediaan barang/jasa yang diharamkan. Misalnya, perdagangan tidak disertai penyerahan barang dan jasa secara langsung, atau dengan permintaan dan penawaran palsu, hingga jual beli minuman keras, narkoba, prostitusi, dan segala hal bersifat mudarat lainnya.

 

2. Rasio keuangan syariah

Kriteria saham yang tergolong syariah juga bisa dilihat dari rasio keuangannya. Untuk perusahaan emiten, total utang yang berbasis bunga tidak lebih dari 45 persen total aset. Lalu, total pendapatan yang diambil dari bunga maupun jenis pemasukan tidak halal lainnya wajib tidak melebihi 10 persen dari total pendapatan usaha keseluruhan (revenue).

Baca juga: Pengertian Bank Syariah, Jenis-Jenis, dan Istilah di Dalamnya

Jumlah Saham Syariah

Jumlah Saham Syariah
Jumlah saham syariah (123rf)

Seiring dengan berkembangnya pasar modal, upaya pemerintah dalam meningkatkan literasi keuangan di ranah investasi syariah juga menunjukkan tren yang positif. Hal ini terlihat dari bertambahnya jumlah saham syariah tiap tahunnya.

Menurut laporan OJK, jumlah saham syariah pada periode ke-2 tahun 2021 mencapai 503 saham. Jumlah ini meningkat lebih dari 15 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang berjumlah sebanyak 436 saham. 

Jumlah tersebut juga menunjukkan kenaikan konsisten saham syariah dari tahun ke tahun. Pada 2017, jumlah saham syariah di periode ke-2 tercatat sebanyak 375 saham, lalu menjadi 407 saham syariah pada 2018, dan 435 saham syariah pada 2019.

Baca juga: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Kredit Investasi

Indeks Saham Syariah

Indeks saham syariah sengaja dibuat untuk mengklasifikasi berbagai jenis saham yang mengusung prinsip syariah. Fungsinya sebagai pemantau kinerja saham syariah yang tercatat di BEI dan masuk ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) terbitan OJK. 

Saat ini, ada empat indeks saham syariah yang tercatat di pasar modal Indonesia, yaitu Jakarta Islamic Index  (JII), IDX-MES BUMN 17, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), dan Jakarta Islamic Index 70 (JII70 Index). Berikut ulasannya:

1. Jakarta Islamic Index (JII)

JII merupakan indeks saham syariah pertama di Indonesia yang meluncur ke pasar modal pada tahun 2000. Konstituen JII terdiri atas 30 daftar saham syariah paling likuid yang terpilih dari 60 saham lainnya berdasarkan urutan rata-rata kapitalisasi pasar tertinggi selama setahun terakhir di BEI.

2. IDX-MES BUMN 17

Sesuai dengan namanya, IDX-MES BUMN 17 merupakan indeks terpilih yang mengukur harga 17 emiten saham syariah dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berdasarkan likuiditas, kapitalisasi pasar, dan fundamental perusahaan terbaik. Indeks ini merupakan hasil kerja sama antara BEI dan Perkumpulan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

3. Jakarta Islamic Index 70 (JII 70)

Indeks saham syariah yang diluncurkan sejak Mei 2018 ini terdiri dari 70 saham syariah paling likuid yang tercatat di BEI. Konstituen JII 70 dipilih dari 150 saham dengan urutan rata-rata kapitalisasi pasar tertinggi, lalu disaring lagi berdasarkan rata-rata nilai transaksi harian di pasar reguler tertinggi.

4. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)

ISSI merupakan parameter utama kinerja pasar saham syariah Indonesia yang pertama kali diluncurkan pada Mei 2011. Berbeda dengan indeks lainnya, konstituen ISSI tidak melewati seleksi saham syariah yang dihelat oleh BEI. Indeks saham syariah gabungan ini diseleksi ulang sebanyak dua kali setahun dengan mempertimbangkan rata-rata kapitalisasi pasar.

Baca juga: Apa Itu Investasi Syariah? Pahami Penjelasannya di Sini!

Daftar Saham Syariah

Daftar Saham Syariah
Daftar saham syariah (123rf)

Merujuk pada Evaluasi Indeks Saham Syariah yang dirilis pada 28 Juni 2022, terdapat 477 daftar saham syariah yang masuk dalam penghitungan ISSI periode Juli–November 2022. 

Singkatnya, berikut 30 daftar saham syariah terbaik 2022 yang termasuk ke dalam JII periode Juli–November 2022 yang bisa dijadikan rekomendasi berinvestasi bebas haram dan riba bagi para calon investor.

  1. Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS)
  2. Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO)
  3. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA)
  4. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP)
  5. Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM)
  6. Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK)
  7. Aneka Tambang Tbk. (ANTM)
  8. Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA)
  9. Barito Pacific Tbk (BRPT)
  10. Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
  11. XL Axiata Tbk. (EXCL)
  12.  Harum Energy Tbk. (HRUM)
  13.  Vale Indonesia Tbk. (INCO)
  14.  Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF)
  15.  Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP)
  16.  Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP)
  17.  Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG)
  18.  Kalbe Farma Tbk. (KLBF)
  19.  Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA)
  20.  Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA)
  21.  Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN)
  22.  Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS)
  23.  Bukit Asam Tbk. (PTBA)
  24.  Surya Citra Media Tbk. (SCMA)
  25.  Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR)
  26.  Timah Tbk. (TINS)
  27.  Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA)
  28.  United Tractors Tbk. (UNTR)
  29.  Unilever Indonesia Tbk. (UNVR)
  30.  Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA)

 

Demikian ulasan mengenai saham syariah dan rekomendasi 30 daftar saham syariah terbaik 2022 yang bisa kamu jadikan pilihan untuk berinvestasi bebas haram dan riba.

Baca juga: Apakah Trading Halal atau Haram? Begini Hukumnya Menurut Islam dan Fatwa MUI

Agar dapat mengembangkan aset yang kamu miliki, jangan ragu untuk berinvestasi di berbagai instrumen, salah satunya reksadana. Tanpa perlu mahal dan repot, kamu bisa memanfaatkan aplikasi BMoney dan mulai berinvestasi cuma dengan modal mulai dari Rp10 ribu. Untuk lebih mudahnya, kamu juga bisa download aplikasi investasi tersebut di Play Store ataupun App Store.

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!