Kenali Double Bottom Pattern Agar Investasi Saham Tidak Merugi

Uji Agung Santosa

09 Agustus 2023

Double Bottom Pattern dan Analisisnya (TradingView)
Double Bottom Pattern dan Analisisnya (TradingView)

Bagi para trader, pintar membaca sinyal pergerakan, pola, atau tren suatu aset adalah satu keharusan. Jika kamu mulai tertarik dengan dunia investasi dan merasa perlu melakukannya, kenali pula pola-pola atau pattern yang umum ditemui di bidang ini.

 

Dengan membaca pola pergerakan tren aset, arah investasimu dapat lebih terukur. Hasilnya, kamu bisa terhindar dari investasi yang tidak menguntungkan. 

Dalam dunia investasi, salah satu pola yang bisa memberimu sinyal mengenai sebuah tren adalah double bottom pattern. Apa yang dimaksud dengan pattern tersebut dan apa saja yang perlu kamu ketahui? Simak uraian berikut ini.

Pengertian Double Bottom Pattern

Apa Itu Double Bottom Pattern?
Apa Itu Double Bottom Pattern?

Double bottom pattern merupakan sebuah pola berupa chart analisis yang menunjukan bahwa harga pada sebuah aset telah mencapai titik support paling kuat. Dari titik tersebut, kemungkinan besar tren dari harga aset memasuki fase uptrend, yaitu jenis tren yang memperlihatkan dan terkait dengan kenaikan pergerakan harga saham.

Pattern ini adalah salah satu ‘petunjuk’ yang bisa memberi sinyal perubahan harga aset pada jangka panjang. Penyebabnya karena harga aset telah menyentuh titik paling rendah, yang mungkin akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Disebut sebagai double bottom pattern karena pergerakan dari harga aset tampak menuju titik paling rendah sebanyak dua kali secara berturut-turut.

Pola menurun ini seolah semakin parah di bawah support yang rendah, tetapi harga aset ternyata justru melambung tinggi bahkan dapat reli lebih tinggi dibanding yang pernah terjadi. Oleh karena itu, double bottom pattern digolongkan juga sebagai sinyal klasik dalam sebuah analisis bersifat teknis yang dapat mengabarkan bahwa reversal bisa bersifat sangat signifikan.

Double bottom pattern bisa juga disebut sebagai indikasi bahwa pihak penjual, yang selama ini mengendalikan harga, tengah kehilangan momentumnya. Pola dari pattern ini mirip dengan huruf W karena terdapat two-touched low serta perubahan arah tren dari turun berubah menjadi naik.

Baca juga: 3 Jenis Teknik dan Analisis Chart Pattern yang Perlu Diketahui

Double bottom pattern terjadi di akhir tren mengalami penurunan. Ketika harga semakin rendah dan mencetak lower high dan lower low, harga rebound menjadi tinggi sebelum kembali turun untuk menguji lagi low yang sebelumnya.

Perlu kamu ketahui bahwa pada aturan dasar analisis teknis, titik terendah yang ‘terbentuk’ sebanyak dua kali menjadi level support, sehingga penjual tidak bisa mencetak titik rendah baru di bawah harga paling rendah sebelumnya, yang memberi pembeli kesempatan untuk mendorong harga jadi lebih tinggi. Akibatnya terciptalah dua titik paling rendah, yang grafiknya menyerupai huruf W.

Pola ini dianggap sebagai pola pembalikan naik karena dimulai dengan tren turun dan diselesaikan dengan tren naik. Umumnya, dua titik paling rendah berturut-turut yang tercipta dari durasi pendek bisa menjadi masalah. 

Pasalnya, itu berarti mengindikasikan bahwa tren turun sangat kuat, sehingga tren bearish atau melemahnya tren pasar kemungkinan akan berlanjut. Maka dari itu, Double bottom pattern paling efektif adalah pola yang tercipta dari waktu tertentu di antara dua titik paling rendah.

Ciri Double Bottom Pattern ‘Asli’

Pengertian Double Bottom Pattern
Ciri Double Bottom Pattern

Melihat double bottom pattern pada chart harga aset, para trader pasti semangat. Tapi, ada hal yang harus kamu ketahui supaya tidak terjebak pada sinyal pola palsu. Lalu, apa saja ciri dari double bottom pattern yang ‘asli’?

1. Dalam Chart Downtrend Pola Berbentuk Huruf W

Seperti yang sudah disebutkan, pola ini berbentuk huruf W. Pattern ini memiliki dua lembah level harga yang dibentuk dari tiga "puncak" harga paling rendah pada level yang relatif sama dalam tren harga dovish. Depresiasi harga akibat tekanan jual selama beberapa waktu bisa jadi salah satu identifikasi validitas dari sinyal ini.

2. Perhatikan Jarak antara Dua Lembah

Untuk mengenali pola yang ‘asli’, perhatikan pula dua lembah yang terbentuk. Sinyal reversal atau kondisi yang memperlihatkan harga saham bergerak ke arah yang cenderung berlawanan, akan semakin valid bila jarak antara dua lembah tampak panjang dan terbentuk dalam durasi waktu yang lama.

Baca juga: Mengenal Falling Wedge Pattern dan Bedanya dengan Pola Rising Wedge

3. Perhatikan Skala Puncak dan Lembah

Hal selanjutnya yang harus kamu perhatikan untuk mengidentifikasi sebuah pola double bottom pattern adalah perhatikan skala puncak dan lembah yang terbentuk. Lembah dan puncak yang terdapat pada pola berwujud seperti huruf W itu idealnya berada di angka 10% - 20% dari posisi support. Perhatikan pula toleransi perbedaan pada dua level paling rendah; pastikan tidak melebihi 4%.

4. Analisis Pendukung

Walau sebenarnya cukup mudah dikenali, mengenali double bottom pattern ‘asli’ memerlukan analisis pendukung lainnya, seperti konfirmasi secara fundamental dan lonjakan pada penawaran. Jika kamu menemukan tren harga rendah tersebut diikuti banyaknya penawaran yang masuk, maka besar kemungkinan penawaran itu mampu mengubah arah tren jadi bullish.

Bullish adalah kondisi pasar saat grafik memperlihatkan pola menukik ke atas, yang artinya menggambarkan menguatnya tren pasar saham. Bullish menunjukan bahwa tengah terjadi aksi beli dalam volume yang besar. 

Selain itu, kamu juga perlu memperhatikan momentum saat pola ini terbentuk. Kamu bisa menganggap sebuah pola sebagai sinyal bullish jika emiten baru saja merilis kinerja keuangan yang melebihi ekspektasi analis.

Baca juga: Cara Menggunakan Harmonic Pattern dalam Trading Forex

Cara Membaca Double Bottom Pattern

Setelah mengetahui ciri double bottom pattern yang ‘asli’, saatnya menyimak cara membaca pola tersebut. Apa saja yang harus kamu perhatikan?

  • Cara Identifikasi Pola: Cari dua lembah yang hampir sejajar, yang dipisahkan oleh puncak sementara yang lebih rendah.
  • Konfirmasi: Tunggu sampai harga berhasil mencapai level resistance yang terbentuk setelah puncak sementara karena itu menandakan bahwa double bottom pattern valid.
  • Entry Point: Masuk ke pasar setelah terjadi breakout di atas level resistance. Stop loss atau batasan toleransi harga saham, dapat ditempatkan di bawah lembah kedua.
  • Target Profit: Pakai metode target profit seperti pengukuran ketinggian Double Bottom Pattern guna menentukan potensi dari kenaikan harga.

Manfaat Double Bottom Pattern

Manfaat Double Bottom Pattern
Manfaat Double Bottom Pattern

Double bottom pattern dipakai sebagai tools atau alat bantu dalam bisnis trading yang berfungsi untuk mengidentifikasi sinyal pembalikan tren. Merujuk pada pola ini, para investor dapat melakukan beli setelah harga mencapai level resistance setelah double bottom pattern terkonfirmasi.

Agar analisis dapat lebih komprehensif, investor bisa menggabungkannya dengan indikator teknikal lainnya seperti moving average dan RSI (Relative Strength Index). Masing-masing bermakna garis rata-rata yang didapat dari penghitungan harga saham pada kurun waktu tertentu serta indikator yang dipakai untuk membedakan apakah suatu saham ada di area overbought atau oversold.

Pola ini juga membantu investor agar terhindar dari risiko investasi dengan cara menetapkan level stop loss di level support yang terbentuk setelah pola terkonfirmasi. Konfirmasi diperoleh setelah harga mencapai level resistance, yang muncul setelah pola terbentuk. Bila harga saham turun di bawah level support, investor bisa menutup posisi supaya terhindar dari kerugian lebih besar.

Pola ini juga harus dibarengi dengan menaruh perhatian pada risk management. Tentukan level stop loss guna menghindari kerugian, jangan lupa tetapkan target yang realistis agar keuntungan lebih maksimal, serta lakukan analisis yang komprehensif sembari memperhatikan faktor risiko. 

Jika masih bingung dapatkan bantuan dari aplikasi BMoney yang bisa di-download melalui Play Store atau App Store. Aplikasi tersebut siap membantumu menentukan profil risiko kamu dalam berinvestasi.

 

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!