5 Saham Emiten Produsen Kebutuhan Pokok, Mana Incaranmu?

Uji Agung Santosa

22 November 2023

Daftar Emiten Produsen Kebutuhan Pokok di Indonesia (123rf.com)
Daftar Emiten Produsen Kebutuhan Pokok di Indonesia (123rf.com)

Kebutuhan pokok adalah jenis komoditas yang masih dapat mencatatkan pertumbuhan stabil meskipun daya beli masyarakat mengalami penurunan. Dari seluruh kategori sandang, pangan, dan papan, kebutuhan akan makanan dan minuman dianggap paling krusial lantaran manusia pasti perlu makan agar tetap hidup.

 

Sebagai sektor yang dikenal memiliki ketahanan saat resesi, alih-alih merugi, perusahaan di bidang makanan dan minuman malah cenderung mengalami keuntungan ketika harga komoditas mengalami koreksi.

Baca juga: Ini Deretan Saham Rokok di Indonesia, Tertarik Investasi?

Meskipun inflasi yang tinggi beberapa waktu lalu sempat menyebabkan kenaikan harga komoditas dan Average Selling Price (ASP), nyatanya para produsen makanan dan minuman justru jarang menurunkan harga jual produknya. Tak heran, emiten produsen kebutuhan pokok di pasar modal cenderung tetap mencatatkan kinerja yang mumpuni sejalan dengan stabilitas pergerakan sahamnya.

Emiten produsen kebutuhan pokok, termasuk makanan dan minuman, tergolong dalam sektor barang konsumsi atau consumer goods. Perusahaan-perusahaan di sektor barang konsumsi ini tidak hanya terbatas pada makanan dan minuman, tetapi juga melibatkan produk rumah tangga dan kecantikan.

Deretan Emiten Kebutuhan Pokok (Consumer Goods) di Indonesia

Daftar Emiten Produsen Kebutuhan Pokok.
Daftar Emiten Produsen Kebutuhan Pokok.

Mari membahas lebih lanjut mengenai perusahaan yang fokus pada kebutuhan pokok sehingga menjadi prioritas masyarakat saat ini. Lantas, apa saja emiten produsen kebutuhan pokok?

Baca juga: Kinerja dan Prospek Saham ICBP, Produsen Indomie yang Banyak Digemari

1. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP)

Siapa yang tidak familiar dengan produk Indomie? Indomie diproduksi oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP). Selain Indomie, ICBP memproduksi berbagai merek mie instan seperti Supermi, Sarimi, Pop Mie, dan Sakura. ICBP juga bergerak dalam produksi air mineral, susu, makanan ringan, dan bumbu dapur. 

Menilik kinerjanya, ICBP mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 11,37%, meningkat dari Rp17,18 triliun pada kuartal I 2022 menjadi Rp19,14 triliun pada kuartal I 2023. Sementara itu, penjualan bersih ke pihak ketiga mencapai Rp7,76 triliun atau naik 11,65%, sedangkan penjualan ke pihak berelasi mencapai Rp 11,37 triliun atau meningkat 11,17%.

Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih ICBP mengalami peningkatan sebesar 103,72%, melonjak dari Rp1,94 triliun pada kuartal I 2022 menjadi Rp3,95 triliun pada kuartal I 2023.

Berdasarkan laporan kinerja tersebut,  pihak ICBP menyatakan bahwa perseroan akan menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan profitabilitas untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

2. PT Buyung Poetra Sembada Tbk. (HOKI)

PT Buyung Poetra Sembada Tbk. merupakan perusahaan yang telah terdaftar di BEI dengan kode saham HOKI sejak 22 Juni 2017. HOKI fokus sebagai produsen beras, dengan kegiatan utama dalam pengolahan dan distribusi beras premium. Sejak didirikan pada 16 September 2003, emiten beras ini memproduksi dan melakukan perdagangan beras dengan merek utama HOKI dan Topi Koki.

Baca juga: Daftar Perusahaan Jasa yang Terdaftar di BEI dari Perdagangan hingga Keuangan

Pada kuartal I-2023, HOKI mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 86% secara tahunan (YoY), atau mencapai Rp432,61 miliar dibandingkan dengan Rp232,35 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Lebih lanjut, penjualan produk DailyMeal dari anak usahanya, PT Hoki Distribusi Niaga (HDN), juga tumbuh 40% secara kuartalan (QoQ) menjadi Rp631 juta pada kuartal I 2023, meningkat dari Rp452 juta pada kuartal IV 2022.

Meskipun terjadi peningkatan yang signifikan pada beban pokok penjualan, yaitu mencapai Rp408,02 miliar atau lebih dari dua kali lipat dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp202,28 miliar, HOKI masih berhasil mencatat laba bersih tahun berjalan sebesar Rp20,76 juta.

Terlepas dari itu, HOKI saat ini tengah melakukan transformasi bisnis ke sektor Fast Moving Consumers Goods (FMCG), pun mengembangkan produk beras merah dan beras porang sebagai tambahan varian dari produk beras sehat yang telah dimiliki oleh perusahaan, yaitu beras singkong dan beras jagung.

3. PT Estetika Tata Tiara Tbk. (BEEF)

Emiten produsen kebutuhan pokok selanjutnya adalah PT Estetika Tata Tiara Tbk. Emiten dengan kode saham BEEF ini adalah perusahaan yang terlibat dalam produksi dan distribusi makanan olahan, khususnya daging sapi, ayam, ikan, dan frozen dough. 

Meskipun relatif anyar di pasar saham lantaran baru melakukan penawaran perdana pada 10 Januari 2019, BEEF telah mencapai posisi sebagai usaha terintegrasi dengan standar tinggi dalam pengolahan daging, dan didukung oleh sertifikat halal yang diakui oleh MUI.

Baca juga: Kinerja Saham MYOR, Apakah Layak Koleksi Tahun Ini?

Produk daging olahan BEEF, seperti Kibif, Murato, Adel, dan Boss, dapat ditemukan di berbagai supermarket. Selain itu, perusahaan ini kini menjadi pemasok daging untuk restoran kesohor seperti Pizza Hut, Hoka-Hoka Bento, dan Solaria. 

Laporan keuangan semester pertama menunjukkan peningkatan penjualan bersih BEEF menjadi Rp65,39 miliar, naik 19,55% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

4. PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Co Tbk. (ULTJ)

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Co Tbk. dengan kode saham ULTJ merupakan produsen minuman, terutama susu cair segar, minuman ringan, dan minuman kesehatan. Perusahaan ini dikenal karena menggunakan teknologi UHT dan pengemasan aseptik dalam produksinya, dengan produk unggulannya yaitu susu Ultramilk. 

Berlokasi di Padalarang, Jawa Barat, ULTJ awalnya fokus pada produksi susu, tetapi kemudian melakukan ekspansi dengan memperkenalkan produk seperti Teh Kotak, Sari Kacang Ijo, dan jus dengan merek dagang Buavita, sebelum akhirnya merek Buavita diakuisisi oleh Unilever pada tahun 2008.

Per 2023, Ultrajaya mencatatkan rekor harga saham tertinggi sejak mencatatkan diri di BEI, yakni mencapai Rp1.965 per saham. Menurut laporan keuangan perseroan, kinerja perusahaan mengalami peningkatan pada kuartal I-2023, dengan laba bersih mencapai Rp358,06 miliar atau naik sebesar 20,34% dibanding periode yang sama pada tahun 2022 sebesar Rp297,53 miliar. 

Peningkatan tersebut didorong oleh pertumbuhan penjualan sebesar 21,63%, meningkat dari Rp1,83 triliun pada kuartal I-2022 menjadi Rp2,23 triliun pada kuartal I-2023.

Baca juga: Ini Daftar 10 Saham dengan Dividen Terbesar Tahun 2023 

5. PT Akasha Wira International Tbk. (ADES)

PT Akasha Wira International Tbk. dengan kode saham ADES merupakan produsen air mineral yang juga menjadi bagian penting dalam industri consumer goods. Berdiri sejak 1986, ADES fokus pada industri air kemasan, minuman, dan makanan. 

Selain menghasilkan air mineral kemasan dengan merek Nestle Pure Life dan Vica, perusahaan terbuka ini memperluas lini bisnisnya ke bidang kosmetik dan minuman berbahan baku kedelai Pureal sejak tahun 2010 dan 2014. 

Produk andalannya, Nestle Pure Life, menjadi penyumbang utama pendapatan ADES selama bertahun-tahun. Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, laba periode berjalan ADES mencapai Rp364,972 miliar, mengalami peningkatan sebesar 72,82% dibanding periode sama sebelumnya.

 

Nah, bagi kamu yang tertarik untuk berinvestasi saham dari emiten produsen kebutuhan pokok, jangan lupa gunakan aplikasi investasi BMoney sebagai pilihan yang praktis, aman, dan nyaman untuk memulai investasi. 

Selain terdaftar dan diawasi OJK, BMoney juga memiliki beragam fitur lengkap dan menarik. Tak perlu khawatir soal biaya karena berinvestasi di BMoney sangat terjangkau mulai dari Rp10 ribu. Tunggu apa lagi, segera download aplikasinya di Play Store atau App Store

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!