Inilah Sejumlah Faktor yang Mempengaruhi Investasi

Uji Agung Santosa

14 Maret 2022

Inilah sejumlah faktor yang mempengaruhi investasi (Foto:123rf.com)
Inilah sejumlah faktor yang mempengaruhi investasi (Foto:123rf.com)

Investasi merupakan suatu kegiatan menanamkan modal, baik langsung maupun tidak, dengan harapan pemilik modal bisa mendapatkan sejumlah keuntungan pada saatnya nanti. Namun, ada banyak faktor yang mempengaruhi investasi. Tidak hanya faktor makro ekonomi, seperti kondisi ekonomi global dan nasional, investasi juga bisa terpengaruh oleh faktor mikro, seperti kondisi industri terkait. 

Karena banyaknya faktor yang mempengaruhi berbagai investasi seperti reksadana dan emas, maka setiap investasi memiliki risiko penurunan nilai. Contohnya dalam investasi saham, kondisi ekonomi yang baik akan membuat nilai saham naik sehingga investor akan mendapatkan kenaikan harga saham atau pembagian dividen. Demikian sebaliknya. 

Peran investasi untuk negara

Peran investasi untuk negara
Peran investasi untuk negara

Dalam sebuah negara, peran investasi sangat penting. Misalnya saja, investasi bisa mendorong pendapatan negara yang secara otomatis akan mendongkrak pendapatan nasional. 

Selain itu, dengan adanya investasi, maka lapangan pekerjaan akan semakin terbuka. Hal ini tentu akan mengurangi angka pengangguran. Dampak lainnya, jika angka pengangguran berkurang, sudah pasti angka kemiskinan juga semakin rendah. 

Investasi juga berperan sebagai alat untuk mengatasi ketimpangan ekonomi antara wilayah yang satu dengan wilayah lainnya. Sebagai contoh, pemerintah akan mengarahkan investasi ke daerah yang perekonomiannya tertinggal. Dengan demikian, hal itu bisa meningkatkan pendapatan di daerah tersebut. 

Baca juga: Mengenal Reksadana Saham dan Risiko-risikonya

Manfaat investasi bagi masyarakat

Penjelasan di atas merupakan manfaat investasi bagi sebuah negara. Lantas, bagaimana manfaat investasi bagi seorang individu? 

Bagi individu, investasi bisa meningkatkan nilai uang yang kamu miliki. Maksudnya, uang yang kamu investasikan akan lebih bermanfaat dan memberikan keuntungan dalam jangka panjang. 

Selain itu, kamu juga bisa menambah sumber penghasilan dengan investasi. Maksudnya, kamu tidak akan hanya mendapatkan uang dari gaji bulanan yang diterima, melainkan juga dari pendapatan hasil investasi. Pendapatan ini besarannya memang tidak tetap atau bervariasi, tergantung bagaimana kamu melihat peluang investasi yang ada. 

Manfaat lainnya adalah dengan melakukan investasi kamu bisa mempersiapkan modal di masa depan. Sebagai contoh, biaya pernikahan, biaya pendidikan anak, kesehatan, membeli rumah, dan masih banyak lagi lainnya. 


Baca juga: 15 Pertanyaan tentang Investasi yang Paling Sering Muncul dan Jawabannya

Faktor-faktor yang mempengaruhi investasi

faktor yang mempengaruhi investasi
faktor yang mempengaruhi investasi

Dulu, banyak orang menilai, investasi hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki modal besar. Namun, pandangan itu pelan-pelan mulai bergeser. Kini, siapa saja bisa melakukan investasi. Apalagi, investasi bisa dilakukan dengan modal kecil. 

Kendati demikian, agar tujuan investasi dapat diraih, ada banyak faktor yang harus diamati dengan baik oleh pelaku individu maupun badan usaha. 

Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi investasi adalah sebagai berikut:

1. Suku bunga

Suku bunga merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam menarik investasi. Pasalnya, sebagian besar investasi biasanya dibiayai dari pinjaman bank. 

Apa hubungannya dengan investasi? Agar kamu tak bingung, penjelasannya seperti ini. Apabila suku bunga pinjaman turun, hal itu akan mendorong investor untuk meminjam dana sebagai modal investasi. Beda halnya jika suku bunga naik. Biasanya investor menahan diri untuk meminjam dananya kepada bank. 

Baca juga: Pengertian Manajer Investasi dan Tips Memilih yang Terbaik

2. Pendapatan nasional per kapita

Dapat dikatakan, pendapatan nasional per kapita merupakan cermin dari daya beli masyarakat atau pasar. 

Semakin tinggi daya beli masyarakat suatu negara yang dicerminkan oleh tingginya pendapatan nasional per kapita, maka kemungkinan masyarakat di wilayah tersebut untuk berinvestasi juga tinggi. 

3. Sumber daya alam

Sumber daya alam suatu negara bisa menjadi daya tarik bagi investor asing untuk menanamkan investasinya. Hal ini pula yang berlaku di negara kita. 

Indonesia mempunya dua sumber daya alam yang sangat menarik. Pertama adalah sumber daya alam fosil seperti batu bara, minyak bumi, atau gas alam. Kedua adalah sumber daya alam pariwisata seperti tempat-tempat wisata indah yang tersebar di seluruh Indonesia. Kesemua sumber daya alam ini menjadi daya tarik utama untuk berinvestasi. 

4. Sumber daya manusia

Kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu daya tarik investasi yang sangat penting. Mengapa?

Seiring dengan semakin pesatnya ilmu pengetahuan, hal itu tentu berdampak pada teknologi yang digunakan suatu perusahaan. 

Teknologi yang modern itu tentu membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan tinggi untuk mengoperasikannya. 

5. Birokrasi perizinan

Mengapa birokrasi perizinan termasuk salah satu faktor penting dalam berinvestasi? Karena birokrasi yang panjang akan memperbesar biaya operasional bagi investor. Padahal, bagi pengusaha, waktu adalah uang. 

6. Peraturan dan undang-undang ketenagakerjaan

Peraturan undang-undang ketenagakerjaan ini menyangkut banyak hal. Misalnya saja aturan tentang pemutusan hubungan kerja (PHK), upah minimum, kontrak kerja dan lain-lain. 

7. Stabilitas politik dan keamanan

Sebelum menanamkan dananya di suatu negara, investor sangat memperhatikan masalah stabilitas politik dan keamanannya. Sebab, hal ini berperan penting dalam menjamin kelangsungan investasinya baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. 

Baca juga: Cara Menentukan Tujuan Investasi dan Mewujudkannya

8. Politik luar negeri

Pemerintah kita harus berperan aktif dalam menjalankan hubungan baik dengan negara lain demi menarik investor asing agar mau menanamkan modalnya di Indonesia. 

9. Nilai tukar mata uang

Nilai tukar mata uang yang stabil dalam suatu negara juga merupakan penarik bagi investor. Sehingga, mata uang yang baik tidak harus selalu nilai tukar yang kuat. Secara teoritis dampak perubahan tingkat nilai tukar dengan investasi bersifat uncertainty (tidak pasti). 

Baca juga: Mengenal Reksadana Saham dan Risiko-risikonya

10. Tingkat inflasi yang rendah

Tingkat inflasi yang rendah dalam suatu negara juga bisa mencerminkan kestabilan ekonomi makro sebuah negara. Itu sebabnya, para investor akan menginvestasikan modalnya pada negara-negara yang inflasinya rendah. 

Sebaliknya, tingkat inflasi yang tinggi berpengaruh negatif pada investasi karena akan meningkatkan risiko pada proyek-proyek investasi. 

11. Ketersediaan infrastruktur

Investor akan memperhatikan bagaimana ketersediaan infrastruktur di suatu negara sebelum mengucurkan modalnya. Sebab, semakin lengkap infrastrukturnya, semakin tinggi pula minat investor untuk berinvestasi karena infrastruktur yang baik bisa mempermudah dan memperlancar jalannya bisnis. 

Infrastruktur yang diperlukan antara lain jalan, pelabuhan udara, pelabuhan laut, bandar udara, air baku, atau energi listrik.

12. Tingkat keuntungan investasi yang diramalkan

Ramalan mengenai keuntungan di masa depan akan memberikan gambaran pada investor mengenai jenis usaha yang prospektif dan dapat dilaksanakan dimasa depan dan besarnya investasi yang harus dilakukan untuk memenuhi tambahan barang-barang modal yang diperlukan.

13. Keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan

Semakin besar keuntungan yang diperoleh perusahaan, maka akan mendorong para investor untuk menyediakan sebahagian dari keuntungan yang diperoleh untuk ditanamkan di investasi-investasi baru.

14. Kemudahan berusaha

Kemudahan memulai usaha tergambar dari indikator easy of doing business mengukur dua hal. Pertama, skor kemudahan berbisnis. Kedua, peringkat kemudahan melakukan bisnis. 

Peringkat kemudahan berbisnis membandingkan ekonomi satu sama lain, kemudahan menjalankan bisnis merupakan skor tolok ukur ekonomi sehubungan dengan praktik terbaik regulasi, yang menunjukkan kedekatan dengan kinerja regulasi terbaik pada setiap indikator easy of doing business

Jika dibandingkan selama bertahun-tahun, skor kemudahan berbisnis menunjukkan seberapa besar lingkungan regulasi bagi wirausahawan lokal dalam perekonomian telah berubah dari waktu ke waktu secara absolut. 

Sedangkan peringkat kemudahan berbisnis hanya menunjukkan seberapa besar lingkungan regulasi telah berubah relatif dengan ekonomi lain.

Adapun laporan easy of doing business yang diterbitkan oleh Bank Dunia mengukur sebuah kemudahan menjalankan bisnis di sebuah negara yang terdiri dari 10 (sepuluh) indikator, yakni: 

1. Memulai usaha

2. Perizinan terkait mendirikan bangunan

3. Penyambungan listrik

4. Pendaftaran properti

5. Akses perkreditan

6. Perlindungan terhadap investor minoritas

7. Pembayaran pajak

8. Perdagangan lintas negara

9. Penegakan kontrak

10. Penyelesaian perkara kepailitan

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!