Pentingnya Financial Planning untuk Masa Depan

Imanuel Kristianto

25 April 2022

Financial planning (123rf)
Financial planning (123rf)

Saat mulai memasuki dunia kerja, mungkin kata financial planning atau perencanaan keuangan sudah tidak asing lagi di telinga. Meski begitu, tidak semua orang benar-benar memahami pentingnya konsep perencanaan keuangan ini sehingga mampu mengaplikasikannya secara tepat. Padahal, tiap orang memerlukannya untuk bisa mewujudkan tujuan yang diharapkan di masa depan.

Konsep financial planning akan membantu kamu membedakan mana kebutuhan primer, sekunder, tersier, dan mana yang hanya sekadar keinginan. Dengan mengetahui hak-hal tersebut, maka kamu akan mudah membangun skala prioritas keuangan dan mencapai tujuan yang diharapkan.

Untuk memahami konsep tersebut secara mendalam, serta bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari maupun kegiatan bisnis, simak penjelasan berikut.

Baca juga: Cara Menabung yang Benar untuk Mencapai Tujuan Finansial

Apa Itu Financial Planning?

pengertian financial planning
Pengertian financial planning (123rf)

Financial planning merupakan hal penting dalam pengelolaan keuangan, baik untuk individu maupun perusahaan. Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap kegiatan ini sebagai sesuatu yang tidak penting, terutama dalam kaitannya dengan keuangan pribadi.

Kegiatan perencanaan keuangan merujuk pada proses yang di dalamnya terdapat upaya untuk memenuhi berbagai tujuan keuangan. Hal ini biasanya dilakukan dengan menerapkan rencana keuangan yang sudah dibuat.

Upaya-upaya yang dimaksud meliputi penyederhanaan pendapatan, pengeluaran, aset, dan berbagai kewajiban untuk mengatur kebutuhan di masa sekarang dan menghadapi kebutuhan di masa mendatang. Penyederhanaan inilah yang dilakukan untuk mencapai tujuan finansial.

Kegiatan perencanaan ini tidak hanya perlu dilakukan sekali saja sehingga prosesnya terus berlanjut dan perlu dilakukan secara berkala. Selama manusia hidup, maka selama itulah kita harus membuat rencana keuangan agar tingkat perekonomian bisa tetap stabil.

Berbicara soal tujuan finansial, tiap orang tentu punya lebih dari satu tujuan finansial dan hal tersebut bersifat dinamis. Saat tujuan finansial yang satu sudah terpenuhi, kemungkinan besar akan muncul tujuan finansial lain yang nilainya lebih besar dibandingkan tujuan yang sudah dicapai.

Selain itu, kondisi manusia dan perubahan zaman yang dinamis juga berpengaruh terhadap cara seseorang melakukan perencanaan keuangan. Misalnya, jika kamu masih berstatus lajang, mungkin tujuan finansial untuk membeli rumah bukan hal yang penting. Tapi, ketika kamu memasuki masa pernikahan, maka hal tersebut bisa saja menjadi prioritas dalam tujuan keuanganmu. Inilah yang perlu dipahami dalam melakukan financial planning.

Baca juga: Tips Menabung yang Baik untuk Bisa Capai Kebebasan Finansial

5 Elemen Penting dalam Financial Planning?

elemen financial planning
Elemen financial planning (123rf)

Ada beberapa elemen penting yang harus dipertimbangkan secara tepat dalam kegiatan perencanaan keuangan, yaitu:

  1. Tujuan yang ingin dicapai. Dengan menuliskan tujuan finansial secara detail, maka kamu akan mengetahui apa saja upaya dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya.
  2. Jangka waktu yang diperlukan. Setelah mengetahui langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan keuangan, kamu akan mengetahui berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk mencapai target tersebut.
  3. Rencana aksi (action plan), yaitu langkah-langkah konkret yang mesti dilakukan untuk mencapai tujuan sesuai rencana. Tindakan konkret di sini bukan hanya langkah jangka panjang yang bersifat mengawang, melainkan langkah praktis jangka pendek yang bisa diaplikasikan langsung.
  4. Sumber penghasilan. Inilah yang menjadi penggerak dalam financial planning. Sumber penghasilan di sini bisa berupa gaji bulanan, penghasilan tambahan, atau laba usaha. Bergantung pada jenis pekerjaan atau usaha yang kamu geluti.
  5. Risiko. Saat membuat rencana keuangan, pastikan kamu juga memperhitungkan apa saja risiko yang bisa terjadi selama kamu melakukan upaya untuk mencapai tujuanmu. Dengan begitu, kamu bisa mengantisipasi risiko tersebut dan membuat rencana cadangan untuk mencapai tujuan finansial dengan cara lain atau bahkan mengubah tujuan finansialmu.

Baca juga: Deretan Challenge Menabung yang Bisa Kamu Coba

Tujuan dan Manfaat Financial Planning

tujuan financial planning
Tujuan financial planning (123rf)

Perencanaan keuangan bertujuan untuk membangun skala prioritas dalam hal keuangan. Dengan mengetahui prioritas keuangan, maka kamu akan lebih mudah untuk menentukan berapa banyak dana yang harus kamu keluarkan dan berapa banyak dana yang harus ditabung atau diinvestasikan.

Sementara itu, manfaat yang bisa diperoleh dari perencanaan keuangan adalah sebagai berikut.

1. Panduan dalam manajemen keuangan

Untuk dapat mengelola keuangan, tiap orang tentu memerlukan panduan. Nah, rencana keuangan inilah yang nantinya bisa dipakai sebagai panduan atau pegangan untuk menjalankan aktivitas finansial dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, setiap kali kamu akan mengeluarkan uang, maka kamu akan mempertimbangkan dulu apakah pengeluaran tersebut sesuai dengan rencana keuangan yang telah dibuat atau tidak.

2. Memaksimalkan sumber penghasilan

Dengan financial planning, kamu akan dapat mengetahui arus kas keuangan sehingga lebih mudah mengecek apakah sumber penghasilan yang kamu peroleh lebih besar daripada pengeluaran atau tidak. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan sumber penghasilan agar tidak ada pengeluaran yang tidak sesuai dengan rencana.

Dengan melakukan pencatatan keuangan, kamu akan mengetahui mana pengeluaran yang bisa dipangkas dan mana anggaran yang bisa ditambah. Misalnya, jika kamu sering mengeluarkan uang untuk hiburan, maka kamu bisa mengalokasikan dana yang biasa dipakai tersebut untuk kemudian ditabung atau diinvestasikan.

3. Menghemat anggaran

Saat mengetahui ada pengeluaran yang tidak perlu dalam catatan keuangan, kamu bisa menentukan berapa banyak anggaran yang bisa dipangkas sehingga kamu bisa menghemat penghasilanmu untuk mencapai tujuan finansial yang lebih besar. Namun, perlu diingat bahwa menghemat pengeluaran tidak sama dengan bersikap pelit.

Berhemat artinya kamu mengetahui mana hal yang menjadi kebutuhan dan mana yang hanya sekadar keinginan. Kebutuhan berarti hal-hal yang harus dipenuhi, sedangkan keinginan adalah hal-hal yang pemenuhannya bisa ditunda bahkan dipangkas sama sekali.

Baca juga: Apa Itu Bursa? Pelajari Pengertian, Jenis-Jenis, dan Fungsinya!

4. Mengantisipasi risiko keuangan di masa depan

Seperti yang sudah disebutkan di atas, perkembangan zaman memungkinkan kondisi keuangan berubah seiring berjalannya waktu sehingga kamu perlu mengantisipasi risiko tak terduga yang bisa terjadi di masa mendatang. Dengan memiliki perencanaan keuangan, maka kamu akan memiliki dana darurat yang bisa digunakan ketika kondisi finansial tiba-tiba mengalami perubahan. 

5. Mewujudkan tujuan yang ingin dicapai

Perencanaan keuangan yang baik akan membawamu kepada tujuanmu. Hal ini disebabkan oleh setiap uang yang kamu keluarkan sudah dipertimbangkan secara matang agar tetap sesuai dengan tujuan finansial. Misalnya, tujuan finansialmu adalah membeli rumah dalam waktu lima tahun. Jika rencana keuangan yang sudah kamu buat diimplementasikan dengan baik, maka kamu akan dapat membeli rumah dalam kurun waktu tersebut.

6. Memulai investasi untuk memperoleh pendapatan pasif

Saat ini, sudah banyak orang yang menyadari pentingnya financial planning agar dapat memperoleh pendapatan pasif melalui investasi. Dengan berinvestasi, kamu tidak perlu lagi bekerja secara penuh untuk mencapai tujuan finansialmu. Bahkan, jika investasi dilakukan secara kontinyu dan strategis, maka kamu bisa memperoleh kebebasan finansial sejak dini.

Baca juga: 9 Tips Belajar Investasi untuk Pemula

Contoh Financial Planning yang Bisa Diaplikasikan

contoh financial planning
Contoh financial planning (123rf)

Berikut ini adalah contoh langkah-langkah perencanaan keuangan yang bisa kamu lakukan untuk mencapai tujuan finansial.

  1. Membuat jurnal pendapatan dan pengeluaran secara detail
  2. Menuliskan kebutuhan sesuai skala prioritas
  3. Menuliskan tujuan finansial dalam jangka waktu tertentu
  4. Mengalokasikan penghasilan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan finansial
  5. Mengevaluasi setiap pengeluaran dan memangkas pengeluaran yang tidak perlu

Demikianlah pembahasan tentang pengertian, elemen penting yang harus dipertimbangkan, tujuan serta manfaatnya, dan contoh cara membuat financial planning yang bisa membantumu mencapai tujuan finansial di masa depan. Jika kamu membutuhkan informasi lain terkait perencanaan keuangan dan investasi, kunjungi BMoney sekarang!

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!