Bank Indonesia Wanti-Wanti Soal Risiko Higher for Longer, Apa Itu?

Uji Agung Santosa

21 November 2023

Higher and Longer dan risikonya (123rf.com)
Higher and Longer dan risikonya (123rf.com)

Bank Indonesia (BI) mewanti-wanti terkait risiko tingkat suku bunga global yang dapat bertahan pada tingkat tinggi dalam jangka waktu lebih lama atau dikenal sebagai fenomena higher for longer di tengah ketidakpastian ekonomi global. 

Menurut pihak BI, fenomena tersebut dipicu oleh volatilitas ekonomi global yang semakin meningkat, terutama karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah, seperti krisis perang Rusia-Ukraina dan konflik Israel-Palestina. Ketegangan geopolitik yang berlanjut menyebabkan kenaikan harga pangan dan energi, yang memicu tingginya laju inflasi global.

 

BI menyadari bahwa kondisi tersebut memerlukan respons kebijakan moneter, termasuk di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Kebutuhan pendanaan, termasuk untuk keperluan perang di AS, menjadi salah satu faktor yang mendorong tingginya suku bunga global.

BI pun telah merespons risiko tersebut dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6% dalam Rapat Dewan Gubernur terakhir. Langkah ini diambil untuk mengatasi dampak gejolak global terhadap pasar keuangan domestik, yang turut menciptakan tekanan pada arus modal dan menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah.

Baca juga: Emitennya Reli, Prajogo Pangestu Kini Terkaya di RI

Volatilitas yang tinggi ini menjadi tantangan bagi BI dalam menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan Indonesia. Meskipun demikian, BI berkomitmen untuk tetap menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Kebijakan moneter BI juga tetap diarahkan pada stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan, dengan fokus mengendalikan inflasi dan menghadapi gejolak eksternal. 

Saat ini, BI berencana melakukan inovasi di sisi kebijakan moneter dengan menerbitkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan instrumen baru dari Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) untuk memperdalam pasar keuangan dan meningkatkan efektivitas pengendalian moneter.

Sejatinya, pengelolaan kebijakan moneter yang hati-hati dan responsif terhadap perubahan ekonomi adalah kunci dalam menghadapi fenomena higher for longer.

Apa Itu Fenomena  Higher for Longer?

Apa risiko higher and longer inflation?
Apa risiko higher and longer inflation?

Higher for longer adalah istilah yang merujuk pada kondisi di mana tingkat suku bunga (interest rates) di pasar global tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama dari yang biasa terjadi. Dalam konteks ini, "higher" mengacu pada tingkat suku bunga yang tinggi, sedangkan "for longer" menunjukkan bahwa tingkat tersebut dipertahankan dalam jangka waktu lebih panjang daripada yang diharapkan atau yang biasa terjadi.

Fenomena ini bisa dipicu oleh berbagai faktor yang saling terkait dan sering berdampak pada berbagai aspek. Untuk itu, bank sentral dan lembaga keuangan harus merespons dengan kebijakan yang sesuai untuk mengelola konsekuensinya.

Penyebab Higher for Longer

Higher for longer terutama disebabkan oleh berbagai faktor ekonomi dan geopolitik. Beberapa pemicu umumnya melibatkan kondisi global yang menciptakan ketidakpastian dan volatilitas di pasar keuangan, seperti berikut.

1. Ketidakpastian Geopolitik

Konflik atau ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia, seperti perang, krisis politik, atau ketidakstabilan di wilayah tertentu, dapat menciptakan ketidakpastian yang meningkat di pasar keuangan. Hal ini dapat mendorong investor untuk mencari perlindungan dengan meningkatkan permintaan terhadap aset yang dianggap lebih aman, yang berikutnya dapat meningkatkan tingkat suku bunga.

2. Ekonomi Global

Krisis ekonomi global, seperti krisis keuangan yang melibatkan banyak negara, dapat menyebabkan kepanikan di pasar keuangan. Untuk menarik investor dan meminimalkan risiko, negara-negara mungkin perlu menaikkan suku bunga, yang dapat menghasilkan fenomena ini.

Baca juga: Pahami Apa Itu Perusahaan Merger, Contoh, dan Dampaknya?

3. Kebijakan Moneter Global

Kebijakan moneter yang ketat di beberapa negara, terutama di negara maju seperti AS, dapat mendorong tingkat suku bunga global naik. Peningkatan suku bunga di salah satu negara besar dapat menarik modal dari pasar keuangan negara-negara berkembang, yang kemudian dapat meningkatkan suku bunga secara global.

4. Kenaikan Harga Komoditas

Kenaikan harga komoditas juga dapat menyebabkan tekanan inflasi. Untuk mengendalikan inflasi, bank sentral mungkin perlu menaikkan suku bunga, yang pada gilirannya dapat menciptakan fenomena ini.

Dampak Higher for Longer

Fenomena higher for longer biasanya berdampak signifikan pada berbagai aspek ekonomi dan keuangan. Beberapa dampak yang umum adalah sebagai berikut.

1. Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Dampak terbesar adalah penurunan investasi dan pemangkasan aktivitas pinjaman. Tingkat suku bunga yang tinggi dapat mengurangi minat investor untuk berinvestasi, terutama dalam proyek-proyek jangka panjang yang memerlukan pembiayaan melalui pinjaman. Selain itu, kredit yang lebih mahal dapat membatasi akses perusahaan dan individu terhadap modal sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi.

2. Konsumsi Rumah Tangga dan Kesejahteraan Masyarakat

Dampak terbesar adalah pemotongan belanja konsumen dan peningkatan pengangguran. Kredit konsumen yang lebih mahal dapat mengurangi daya beli konsumen dan membatasi pertumbuhan belanja konsumtif. Selain itu, penurunan investasi dan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dapat menyebabkan peningkatan tingkat pengangguran di masyarakat.

3. Pasar Keuangan

Dampak terbesar adalah volatilitas pasar saham dan obligasi, serta peningkatan beban bunga. Tingkat suku bunga yang tinggi dapat menciptakan volatilitas di pasar saham dan obligasi, dengan potensi dampak negatif pada portofolio investasi. Selain itu, perusahaan dan individu yang memiliki pinjaman variabel bunga dapat mengalami peningkatan beban bunga. Hal ini dapat menyulitkan pembayaran utang.

Baca juga: Corporate Action: Pengertian, Alasan, dan Efeknya bagi Pemegang Saham

4. Kurs Valuta Asing

Dampak terbesarnya adalah tekanan pada mata uang nasional. Tingkat suku bunga yang tinggi dapat menarik modal asing, yang berikutnya bisa menyebabkan apresiasi mata uang nasional. Ini dapat menjadi tantangan bagi ekspor dan meningkatkan utang eksternal.

5. Utang Publik dan Swasta

Negara yang memiliki utang tinggi, baik sektor publik maupun swasta, mungkin menghadapi beban tambahan karena tingginya suku bunga. Selain itu, perusahaan dengan utang tinggi dan tingkat suku bunga yang tinggi mungkin menghadapi risiko kebangkrutan yang lebih besar.

6. Inflasi dan Kebijakan Moneter

Kenaikan suku bunga dapat menjadi instrumen untuk mengendalikan inflasi dengan mengurangi tekanan pada harga dan biaya pinjaman. Di sisi lain, tingkat suku bunga yang tinggi dapat memberikan keterbatasan pada bank sentral untuk mengimplementasikan kebijakan moneter yang agresif, terutama dalam merangsang pertumbuhan ekonomi.

Rekomendasi Investasi BMoney

Investasi di BMoney!
Investasi di BMoney!

Sepanjang Oktober ditandai dengan narasi higher for longer yang mendominasi pasar investasi global. Ini mencerminkan ketidakpastian yang terus berlanjut, terutama terkait dengan kenaikan tingkat suku bunga dan inflasi. 

Namun, Bulan November dilihat sebagai bulan yang potensial untuk pemulihan saham dan obligasi. Muncul juga perkiraan bahwa The Fed akan tetap menjaga suku bunga di rentang 5,25-5,50% pada bulan Desember.

Dalam menghadapi fenomena higher for longer ini, BMoney merekomendasikan untuk melanjutkan strategi investasi, dengan alokasi 50% di produk berisiko rendah seperti reksa dana pasar uang, dan 50% lainnya di produk reksa dana saham, terutama di sektor Keuangan, infrastruktur, energi, barang baku, barang konsumsi, dan kesehatan.

Baca juga: Narasi Higher-for-Longer Warnai Bulan Oktober 

Sebagai informasi, BMoney adalah aplikasi investasi andal dan terpercaya yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Aplikasi ini bukan hanya memudahkanmu berinvestasi saham dan reksa dana, tapi juga dilengkapi banyak fitur menarik yang bakal meningkatkan potensi return. 

Tak perlu khawatir soal biaya, karena di BMoney kamu bisa mulai berinvestasi hanya dengan modal Rp10ribu. Jangan ragu lagi, segera download BMoney melalui Play Store atau App Store

 

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!