Inflasi AS Mereda, IHSG Kembali 7.300!

Daniel Esaputra Yoan

22 Mei 2024

Inflasi AS Mereda, IHSG Kembali 7.300!
Inflasi AS Mereda, IHSG Kembali 7.300!

Inflasi AS yang mulai mereda memberi tren positif bagi IHSG dan pasar saham. Bagaimana dengan tren untuk seminggu ke depan?

Baca juga: Detik-Detik Testimoni Powell, IHSG Jangan Rewel!

Simak gambaran lengkapnya pada rangkuman weekly roundup minggu ini. Edisi 20 - 24 Mei 2024.

Kilas Balik Pekan Lalu

IHSG Naik ke Level 7.317

IHSG terapresiasi 0,32% ke level 7.317,238 sepanjang pekan lalu, dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1.535,63 miliar di seluruh pasar.

Peningkatan ini terutama didorong oleh sektor barang baku (+6,55%) dengan TPIA (+14,11%) menjadi salah satu top market leaderboard di pekan lalu.

Sepuluh penjualan bersih asing teratas selama pekan lalu adalah BBRI, BBCA, BMRI, ASII, BRIS, TOWR, SMGR, INCO, JSMR, dan ANTM.

Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS Tenor 10 Tahun Turun 7,80bps ke Level 4,42%

Di pasar pendapatan tetap, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 7,80bps ke level 4,42%.

Begitupun obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun yang juga turun 18,80bps ke level 6,89%.

Emas ANTAM menguat 1,28% menjadi Rp1.343.000/gram, sementara rupiah menguat terhadap dolar AS sebesar 0,63% ke Rp15.958.

Baca juga: Reksa Dana Ashmore Dana Obligasi Nusantara, Tujuan dan Keuntungannya

Surplus Perdagangan Indonesia Mengalami Penurunan

Surplus perdagangan Indonesia mengalami penurunan kecil ke level US$3,56 miliar pada bulan April 2024 dari US$3,94 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya.

Meski begitu, nilai surplus ini masih lebih besar dibandingkan perkiraan pasar sebesar US$3,30 miliar, dengan peningkatan ekspor lebih kecil dibandingkan impor.

CPI AS Meningkat 0,3%

Pekan lalu, CPI di AS meningkat 0,3% month-over-month pada bulan April 2024, di bawah perkiraan pasar sebesar 0,4%.

Secara annual-basis, tingkat inflasi menurun menjadi 3,4% pada bulan April 2024 dari 3,5% pada bulan Maret.

Outlook Pekan Ini

Sorotan Minggu Ini Akan Tertuju Pada Nvidia (NVDA)

Produsen chip raksasa dan juara AI ini dijadwalkan akan mengumumkan pendapatan fiskal Q1 mereka pada hari Rabu esok.

Ekspektasi pasar akan Nvidia sangat tinggi, terutama karena perusahaan pimpinan Jensen Huang ini telah berulang kali menyampaikan laporan triwulanan fantastis yang permintaan adanya minta luar biasa dari pasar terhadap produksi AI mereka.

Baca juga: Kelebihan Reksa Dana Ashmore Dana USD Nusantara yang Perlu Kamu Tahu!

Laporan pendapatan Nvidia nantinya akan menjadi barometer pertumbuhan AI.

Rilis Notul Pertemuan Kebijakan Moneter The Fed

Selain itu, hari Rabu nanti juga akan ada rilis notul pertemuan kebijakan moneter The Fed bulan April/Mei.

Namun, pasar akan memperoleh update mengenai kebijakan paling cepat besok, dengan Ketua Fed Jerome Powell akan menyampaikan pidato pembukaan di Georgetown University Law Center melalui rekaman video.

Selain itu, akan ada laporan triwulanan dari perusahaan ritel besar seperti Macy's (M), Target (TGT), dan Lowe's (LOW).

Berita Emiten Terkini

INTP

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) memperkirakan bahwa konsumsi semen dalam negeri akan tumbuh sebesar 2%–3% pada 2024.

AMAR

Bank Amar Indonesia (AMAR) per 31 Maret 2024 meraup laba Rp48,86 miliar. Melejit 41,91 persen dari periode sama tahun lalu hanya senilai Rp34,43 miliar.

Baca juga: Mengenal Reksa Dana Batavia Dana Dinamis dan Keuntungannya

ENAK

Champ Resto Indonesia (ENAK) per 31 Maret 2024 meraup laba Rp15,46 miliar. Meroket 406 persen dari episode sama tahun lalu senilai Rp3,05 miliar. Dengan hasil itu, laba per saham dasar menjadi Rp7,14 dari posisi sebelumnya Rp1,41.

TPIA

Emiten Prajogo Pangestu PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menyampaikan jadwal pembagian dividennya sebesar US$30 juta atau setara dengan Rp482,43 miliar.

Kinerja Aset Pekan Lalu

Baca juga: Mengenal Reksa Dana TRIM Kapital Plus yang Berikan Return 13% Setahun

Kalender Ekonomi Pekan Ini

Senin
02.30: Pidato Presiden Fed Powell
19.45: Pidato Anggota FOMC Bostic

Selasa
06.00: Pidato Anggota FOMC Bostic
15.00: Pidato Ex-Presiden Fed Yellen
15.00: Pidato Presiden ECB Lagarde
16.00: Neraca Dagang Uni Eropa

Rabu
00:00: Pidato Gubernur BoE Bailey
13.00: CPI UK
14.30: Keputusan Suku Bunga BI
21.00: Existing Home Sales AS
21.30: Crude Oil Inventories AS

Kamis
Hari Libur Bursa Indonesia
01:00: Minutes Pertemuan FOMC
19.30: Initial Jobless Claims AS
20.45: PMI S&P Manufaktur Global AS
21.00: New Home Sales AS

Jumat
Hari Libur Bursa Indonesia

Baca juga: Reksadana Campuran: Pengertian, Keuntungan dan Risiko Investasinya

Strategi Investasi Bulan Ini

Pada kondisi pasar yang penuh euforia dan reaktif menjelang prospek penurunan suku bunga, volatilitas menjadi tren utama.

Pemantauan indikator-indikator ekonomi utama seperti NFP, klaim pengangguran awal, dan tingkat pengangguran serta PCE atau CPI AS tetap penting untuk dilakukan.

Rilis suku bunga AS pada 1 Mei 2024 dan respon pasar atas hasil resmi Pemilu Indonesia yang telah diumumkan 20 Maret lalu akan menjadi katalis utama pasar pada Q2.

Rekomendasi Produk BMoney (Performa 3 Bulan per 17 Mei  2024)

Reksa Dana Pendapatan Tetap

Trim Dana Tetap 2 +0,97%
Bahana Mes Syariah Fund Kelas G +0,79%

Reksa Dana Saham

Sucorinvest Equity Fund  -1,66%

Reksa Dana Indeks

Bahana Likuid USD +0,73%
Ashmore IDX 30 Equity Fund -6,75%
BNP Paribas DJIM Global Technology Titans 50 Syariah USD +3,49%
 
 

Baca juga: Pengertian Reksa Dana, Jenis, Fungsi, dan Keuntungannya

Disclaimer: Kinerja masa lalu tidak mencerminkan proyeksi kinerja yang akan datang. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Investasi reksa dana mengandung risiko, pelajari sebelum berinvestasi.

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!