Tips Memulai Investasi Aman untuk Bantu Kelola Keuanganmu

Imanuel Kristianto

23 Mei 2022

Tempat Terbaik untuk Memulai Investasi Aman untuk Pemula (Foto: 123rf)
Tempat Terbaik untuk Memulai Investasi Aman untuk Pemula (Foto: 123rf)

Investasi sudah menjadi bagian dari gaya hidup sekarang. Sudah banyak orang yang memang sengaja menyisihkan kekayaannya untuk diinvestasikan di tempat terbaik. Biarpun begitu, masih ada sebagian orang yang belum menjalankan investasi aman untuk mengelola keuangannya.

Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan investasi aman? Ada banyak makna yang bisa kamu dapatkan dalam berinvestasi. Aman di sini berarti kamu harus menempatkan dalam tempat yang tepat dan juga harus pada instrumen yang sesuai.

Hindari investasi bodong atau mereka yang menawarkan iming-iming yang tidak masuk akal. Untuk lebih jelasnya, cari tahu informasi tentang seluk-beluk investasi aman di bawah ini!

Tips Investasi Aman untuk Pemula

tips investasi aman
Tips investasi aman (123rf)

Kebutuhan investasi setiap orang akan sangat berbeda. Kamu harus membuat preferensi sendiri untuk mendapatkan tujuan dari investasi. Berikut tips memulai investasi aman yang bisa kamu terapkan.

1. Punya mindset investasi yang benar

Investasi ini bertujuan untuk mengelola kekayaan yang kamu miliki. Jadi, salah jika kamu menunggu dulu hingga kaya untuk mulai berinvestasi. Memulai investasi lebih cepat tentu hasilnya akan lebih baik.

Selain itu, hilangkan pikiran bahwa investasi akan membuat kamu kaya dalam waktu singkat. Kamu butuh kesabaran dan konsistensi supaya nilai investasi kamu terus bertambah.

2. Hanya pakai “uang dingin”

Kamu bisa melakukan investasi aman jika memang uang tersebut bukanlah uang yang digunakan untuk keperluan lainnya. Artinya, kekayaan yang kamu miliki benar-benar dialokasikan untuk investasi. Namun, sebaiknya kamu sudah menyelesaikan dulu semua kebutuhan sehari-hari.

Hindari menggunakan dana pinjaman yang memiliki bunga pengembalian. Selain meningkatkan risiko gagal bayar, utang yang kamu miliki bisa makin bertambah.

Baca juga: Pengertian Investasi Langsung

3. Pilih platform investasi yang tepat

Investasi jadi makin mudah sekarang. Kamu bisa melakukannya dari website atau aplikasi yang ada di smartphone. Pembayaran dana investasi pun bisa dilakukan dengan menggunakan transfer bank atau menggunakan dompet digital. Namun, semua kemudahan ini harus tetap diawasi dengan baik.

Sebaiknya hanya memilih platform investasi yang sudah terdaftar oleh badan regulasi yang mengawasinya. Dengan begitu, kamu bisa melakukan pengaduan saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

4. Kenali profil investasi diri sendiri

investasi aman
Cara investasi aman (123rf)

Profil risiko dalam investasi adalah kemampuan kamu untuk menoleransi risiko yang akan muncul saat melakukan investasi. Risiko ini bisa berupa kerugian atau pengurangan nilai investasi. Profil investasi ini terbagi menjadi tiga, yaitu konservatif, moderat, dan agresif.

Sejumlah pemula cenderung memiliki profil risiko konservatif. Artinya mereka tidak ingin kehilangan nilai investasi yang terlalu besar. Selain itu, para investor konservatif ini ingin dana investasinya bisa ditarik saat dia butuh atau mendapatkan keuntungan sedikit.

Di sisi lain, ada profil moderat yang sedikit lebih tinggi dari konservatif. Mereka akan bersedia menunggu pertumbuhan dana investasi pada level tertentu. Namun, moderat masih mempertimbangkan risiko yang mungkin bisa muncul.

Untuk profil investasi agresif, para investor mulai sedikit mengabaikan risiko kecil. Mereka akan menanamkan modalnya dalam jangka panjang untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Karena itu, produk investasi yang dipilihnya tentu yang benar-benar menjanjikan return tinggi.

5. Pilih produk investasi yang tepat

Pada dasarnya, tidak ada satu jenis investasi yang lebih baik ketimbang jenis lainnya. Investasi terbaik adalah investasi yang cocok denganmu. Karena itu, kamu perlu mengetahui profil risiko terlebih dulu sebelum mulai memilih jenis investasi.

Sebelum memilih, kamu bisa mempelajari setiap jenis investasi. Kenali setiap faktor yang membuat nilai return investasi naik dan turun. Cari tahu juga tips tentang cara memulai masing-masing jenis investasi.

Baca juga: Daftar Negatif Investasi di Indonesia

6. Mulai dengan nilai yang kecil

Memulai investasi dengan nilai yang normal. Gunakan persentase yang disesuaikan dengan penghasilan bulanan kamu untuk mulai berinvestasi. Sebagian besar orang menggunakan kisaran 15—20 persen untuk dana investasi rutin mereka.

Tidak ada salahnya juga memperkecil nilai investasi jika ternyata kamu belum memiliki dana darurat. Pasalnya, memiliki dana darurat ini juga jadi kewajiban dalam pengelolaan keuangan selain berinvestasi. Jika dana darurat kamu dirasa cukup, mulailah perlahan meningkatkan nilai investasi.

7. Taruh di banyak “keranjang”

tips investasi aman
Tips investasi aman (123rf)

Pepatah investasi mengatakan, “Jangan hanya menaruh telur dalam satu keranjang.” Artinya kamu perlu melakukan diversifikasi investasi untuk meningkatkan nilai pengembalian. Selain itu, berinvestasi di banyak instrumen juga mampu menurunkan risiko investasi yang bisa kamu dapatkan.

Cobalah untuk menggabungkan investasi dengan risiko tinggi, sedang, dan rendah dalam setiap portofolio investasimu. Lalu, mulai menambah masing-masingnya secara bergiliran.

8. Hindari terlalu sering memantau

Untuk investasi jangka menengah dan panjang, sebaiknya kamu hanya perlu melihatnya sesekali saja. Hindari terlalu sering melihat portofolio investasi karena bisa mempengaruhi mentalitas kamu. Beberapa orang mendadak ingin menambah investasi saat diprediksi harganya akan naik. Begitu juga yang langsung buru-buru menarik dananya saat investasi sedang turun.

9. Tetap konsisten

Menjalani investasi aman juga perlu konsisten. Kamu harus terus menambah nilainya sampai tujuan investasi tercapai. Konsisten juga perlu menanamkan diri untuk tidak mencairkan dana investasi sebelum waktunya.

Baca juga: Pengertian Modal Investasi Beserta Manfaatnya

Jenis Investasi Aman untuk Pemula

jenis investasi aman
Jenis investasi aman (123rf)

Kamu bisa menentukan investasi seperti apa yang ingin dijalankan. Berikut pilihan investasi aman yang memiliki risiko cukup rendah untuk para pemula:

1. Deposito

Investasi yang terbilang paling aman untuk pemula adalah deposito. Fungsi dari deposito adalah “memarkir” uang yang belum terpakai untuk bisa dikelola pada kemudian hari. Kamu bisa mendapatkan produk deposito di bank dengan bunga 4—7 persen.

Sekarang pun deposito bisa dipilih jangka waktunya, mulai dari 1—24 bulan. Seluruh dana deposito pun dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp2 miliar.

2. Emas

Belum banyak orang yang memanfaatkan investasi emas sebagai penyelamat aset mereka. Di samping itu, emas juga bisa menghindarkan kamu dari utang jangka panjang, seperti kredit kepemilikan uang. Pasalnya, nilai emas cenderung stabil dan bisa membantu mengalahkan inflasi.

Kamu bisa mengalokasikan uang yang dimiliki dengan berinvestasi emas. Kamu bisa membeli emas fisik atau emas digital. Tentukan target pasti kepemilikan emas sebelum menjualnya kembali.

Baca juga: Cara Dapat Keuntungan Investasi Emas Antam Secara Maksimal

3. Obligasi

Obligasi adalah surat utang yang dikeluarkan oleh perusahaan atau badan usaha negara kepada pihak umum. Nantinya, perusahaan tersebut akan membayar utang tersebut dalam jangka waktu tertentu.

Jenis investasi ini juga terbilang cukup aman karena surat-surat ini dikeluarkan oleh pemerintah. Selain itu, nilai bunga yang diberikan juga lebih tinggi dibandingkan suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) untuk produk perbankannya.

4. Asuransi unit link

Banyak orang yang belum paham tentang produk asuransi unit link sebagai instrumen investasi yang aman. Kamu bisa mendapatkan asuransi dan investasi dalam waktu yang sama. Nilai proporsionalnya pun bisa kamu tentukan sendiri sesuai dengan kebutuhan.

Asuransi unit link bisa kamu gunakan sebagai instrumen investasi jangka panjang. Pasalnya, beberapa perusahaan asuransi memberikan jangka waktu pencairan minimal 10 tahun.

5. Saham

Main saham juga sudah jadi investasi yang dilakukan oleh banyak orang. Bukan tanpa alasan, membeli saham sekarang sudah sangat mudah. Kamu bisa memanfaatkan platform aplikasi dari smartphone.

Bukan hanya saham lokal, kamu pun sudah bisa membeli saham luar negeri dengan mudah. Namun, perlu diingat bahwa investasi saham tidak cukup aman untuk pemula. Jadi, kamu perlu memperhitungkannya dengan baik sebelum memulainya.

6. P2P Lending

Peer-to-peer lending juga banyak dipilih oleh para investor pemula. Jenis investasi ini cukup mudah karena bisa dilakukan mulai dari Rp100 ribu saja. Dalam praktiknya, P2P lending akan menghubungkan para pemilik modal dengan pengusaha yang membutuhkan modal.

Jenis investasi aman ini juga menarik untuk para pemilik modal karena nilai return yang ditawarkan sangat tinggi. Selain itu, jangka waktu pengembaliannya juga relatif cepat.

7. Reksadana

Investasi aman yang paling banyak dipilih oleh para pemula adalah reksadana. Jenis instrumen investasi ini menawarkan banyak produk di dalamnya yang bisa disesuaikan dengan profil investasi. Selain itu, reksadana tidak butuh analisis yang banyak karena dana kamu akan dikelola oleh manajer investasi.

Baca juga: Pilihan Investasi untuk Anak Muda

Tertarik untuk mulai investasi aman dengan reksadana? Cek aplikasi Bmoney yang menawarkan banyak produk reksadana di dalamnya. Kamu pun bisa memulai investasi dengan modal mulai dari Rp10 ribu saja, loh. Yuk, mulai investasi reksadana sekarang!

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!