Kenali Daftar Prioritas Investasi Indonesia Sebelum Berinvestasi! 

Imanuel Kristianto

23 Mei 2022

Investasi Indonesia (Foto: 123rf)
Investasi Indonesia (Foto: 123rf)

Di Indonesia, investasi sudah menjadi salah satu kegiatan yang perlu dipahami dan diimplementasikan. Hal ini bertujuan agar sistem perekonomian masyarakat dan negara dapat terus berkembang dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, pemerintah senantiasa mendorong masyarakatnya untuk terus meningkatkan aset mereka sehingga ekosistem investasi Indonesia bisa terus berkembang.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang realisasi investasi Indonesia dan sektor investasi terbesar di negara ini, ada baiknya jika kita membahas lebih dulu pengertian beserta seluk-beluk investasi berikut ini.

Baca juga: Cara Investasi Dollar yang Menguntungkan untuk Pemula

Mengenal Pengertian dan Seluk-beluk Investasi

pengertian investasi
Pengertian investasi (123rf)

Secara umum, investasi merupakan aktivitas yang dilakukan untuk menempatkan modal berupa uang ataupun aset berharga ke dalam suatu benda, perusahaan, atau pihak tertentu. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar pemodal atau investor memperoleh keuntungan dari penempatan modal tersebut. Oleh karena itu, investasi juga sering disebut dengan istilah penanaman modal.

Aset atau dana yang ditanamkan oleh seorang investor tersebut nantinya akan dikembangkan sehingga mampu menghasilkan keuntungan. Keuntungan inilah yang kemudian dibagikan kepada investor sebagai return  atau imbal balik sesuai kesepakatan.

Meski demikian, tidak semua investasi dapat menghasilkan keuntungan sesuai rencana yang diharapkan. Inilah yang disebut faktor risiko. Berbagai hambatan bisa saja terjadi dan berujung pada risiko kerugian. Oleh karena itu, investor perlu terlebih dulu menganalisis risiko yang ada sebelum menanamkan modalnya.

Sementara itu, tujuan investasi Indonesia antara lain adalah untuk memperoleh penghasilan, kehidupan yang layak di masa depan, menjamin stabilitas bisnis, membentuk dan mengontrol dana untuk kepentingan khusus, mengurangi dampak inflasi, menjaga hubungan antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya, serta berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi negara.

Dalam berinvestasi, ada dua bentuk investasi yang biasa dilakukan. Pertama, investasi aktiva riil, yaitu investasi dalam bentuk yang terlihat, seperti properti, tanah, dan emas. Kedua, investasi aktiva finansial. Bentuk investasi ini mencakup seluruh aset yang tidak dapat dilihat, seperti saham dan deposito.

Selain mengenal tujuan dan bentuknya, kamu juga perlu mengetahui jenis-jenis investasi yang biasa dilakukan oleh para investor di Indonesia, di antaranya:

  • Investasi Properti
  • Investasi Emas
  • Investasi Saham
  • Investasi Reksa Dana
  • Investasi Valuta Asing
  • Investasi Obligasi
  • Investasi Syariah
  • Investasi Cryptocurrency
  • Investasi Deposit

Setelah memahami pengertian investasi dan istilah-istilah terkait investasi yang perlu dipahami, barulah kita bisa mulai mempelajari realisasi investasi Indonesia agar lebih andal dalam membaca peluang berinvestasi.

Baca juga: Apa Itu Aset? Pahami Pengertian, Jenis-Jenis, dan Manfaatnya!

Realisasi Investasi Indonesia

realisasi investasi Indonesia
Realisasi investasi Indonesia (123rf)

Selama periode 2017-2021, realisasi investasi Indonesia mengalami tren peningkatan tiap tahunnya. Kenaikan tersebut berada di angka rata-rata sebesar 6,9 persen.

Menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi RI pada 2017 berjumlah Rp692,8 triliun. Nilai ini terus meningkat sampai akhirnya mencapai Rp901 triliun pada 2021. 

Kenaikan tersebut tercatat sebagai peningkatan investasi yang melebihi target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar Rp858,5 triliun sekaligus melebihi target yang ditetapkan Presiden Joko Widodo senilai Rp900 triliun.

Realisasi terbanyak pada tahun 2021 diperoleh dari hasil penanaman modal asing (PMA) yang berjumlah Rp454 triliun atau 50,4% dari total realisasi. Sementara itu, sisanya berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang berjumlah Rp447 triliun atau 49,6% dari total realisasi. 

Baca juga: Mengenal Jenis Angel Investor dan Perannya untuk Startup

Daftar Perusahaan Investasi Terbesar di Indonesia

perusahaan investasi Indonesia
Perusahaan investasi Indonesia (123rf)

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah daftar sektor perusahaan investasi terbesar di Indonesia yang bisa dijadikan sebagai referensi dalam berinvestasi.

1. Investasi PMDN

Terdapat sepuluh sektor perusahaan yang paling berpengaruh dalam menentukan realisasi investasi Indonesia, yaitu:

  • Sektor perbankan
  • Sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi
  • Sektor konstruksi
  • Sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan
  • Sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran
  • Sektor industri makanan 
  • Sektor tenaga listrik, gas, dan air
  • Sektor pertambangan
  • Sektor perdagangan dan reparasi
  • Sektor industri mineral nonlogam

2. Investasi PMA

Sementara itu, sepuluh daftar sektor perusahaan terbaik dalam dunia investasi Indonesia adalah:

  • Sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya
  • Sektor tenaga listrik, gas, dan air
  • Sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi 
  • Sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran
  • Sektor industri kimia dan farmasi
  • Sektor pertambangan
  • Sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan
  • Sektor industri makanan
  • Sektor hotel dan restoran
  • Sektor industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam

Sementara itu, ada juga daftar negara yang melakukan realisasi investasi terbesar di Indonesia, yaitu Singapura, Tiongkok, Hong Kong, Jepang, Malaysia, Belanda, British Virgin Island, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Australia.

Baca juga: 7 Buku tentang Saham yang Wajib Dibaca Investor Pemula

Daftar Prioritas Investasi Indonesia

prioritas investasi Indonesia
Prioritas investasi Indonesia (123rf)

Pada 2021, Pemerintah Indonesia baru saja merilis daftar prioritas investasi yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Presiden No. 10 Tahun 2021. Sebelumnya, terdapat 20 sektor yang masuk ke dalam Daftar Negatif Investasi berdasarkan Peraturan Presiden No. 44 Tahun 2016.

Untuk lebih menarik banyak investor, pemerintah kemudian melakukan percepatan proses administrasi dengan menjamin kepastian pemberian izin, kemudahan akses, transparansi, dan ketepatan waktu. 

Bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pemerintah juga telah menyusun daftar industri prioritas yang dapat dijadikan acuan bagi para investor untuk menanamkan modal mereka. Keuntungan berinvestasi di daftar prioritas ini adalah hak untuk memperoleh insentif berupa pengurangan pajak penghasilan (tax holiday), pajak untuk penghasilan kena pajak (tax allowance), pembebasan bea impor atau insentif nonfiskal berupa kemudahan perizinan usaha, pelaksanaan kegiatan usaha, penyediaan infrastruktur pendukung, dan jaminan ketersediaan energi atau bahan baku.

Dalam daftar prioritas tersebut, terdapat 14 sektor industri yang terbuka bagi investor dan mencakup lebih dari 245 bidang usaha, termasuk sektor transportasi, energi, distribusi, jasa konstruksi, media, dan telekomunikasi.

Sementara itu, dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha di Indonesia, terdapat 153 sektor industri yang ditujukan untuk koperasi dan UMKM. Kategori industri tersebut ditetapkan berdasarkan tiga kriteria, yaitu: 

  1. Industri yang menggunakan teknologi sederhana; 
  2. Bidang usaha yang kegiatan usahanya memiliki kekhususan proses, bersifat padat karya, dan memiliki warisan budaya yang bersifat khusus dan turun-temurun; 
  3. Bidang usaha yang memiliki modal usaha (di luar tanah dan bangunan) tidak lebih Rp10 miliar.

Sektor industri dengan persyaratan dan pembatasan khusus yang masuk ke dalam daftar prioritas berjumlah 46 industri, sedangkan industri yang memiliki batas maksimum untuk modal asing berjumlah 30 sektor,  industri yang mempunyai persyaratan modal dalam negeri 100 persen berjumlah 11 sektor, dan industri yang memiliki persyaratan khusus untuk perizinan berjumlah 2 sektor.

Dengan adanya penyertaan sektor-sektor tersebut dalam daftar prioritas investasi, Indonesia akan dapat menjadi negara tujuan utama bagi perusahaan yang bergerak di industri padat karya, berorientasi ekspor, farmasi dan alat kesehatan, energi terbarukan, infrastruktur, dan pertambangan dengan nilai tambah.

Baca juga: Ini Cara Menghitung Return Saham untuk Perkirakan Keuntungan

Itulah sejumlah informasi terkait investasi Indonesia yang mungkin kamu perlukan sebelum terjun ke dunia investasi lebih dalam.

Jangan lupa untuk tetap menjaga aset dengan menaruh dana kamu di berbagai instrumen investasi. Untuk kemudahan berinvestasi di reksa dana, gunakan aplikasi investasi BMoney!

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!