Tips Investasi Saham untuk Pemula

Uji Agung Santosa

10 Maret 2022

Tips investasi saham untuk pemula (Foto:123rf.com)
Tips investasi saham untuk pemula (Foto:123rf.com)

Semakin banyak orang yang mulai memahami pentingnya Investasi saham, termasuk kalangan generasi muda. Penerapannya pun kian mudah dilakukan seiring dengan perkembangan teknologi yang saat ini memasuki era digital. Kamu pun bisa melihat ada banyak kelas investasi saham untuk pemula yang bermunculan.

Saham merupakan salah satu produk investasi pasar modal yang dapat dijadikan alternatif investasi jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan mengenai perhitungan keuntungan dan risiko yang tepat jika kamu memang tertarik kepada instrumen investasi yang satu ini.

Lantas, hal-hal apa sajakah yang perlu diketahui oleh pemula yang ingin investasi saham? Kamu bisa mempelajarinya lewat poin-poin di bawah ini.

Keuntungan Investasi Saham

Keuntungan investasi saham
Keuntungan investasi saham

Mengingat saham diperdagangkan sehari-hari, tentunya selalu ada fluktuasi pada harga saham atau naik di pasar modal maupun pasar sekunder. Perubahan ini terjadi berdasarkan tingkat permintaan dan penawaran atas suatu saham yang dipengaruhi oleh beragam faktor. Misalnya saja kinerja sebuah perusahaan, perkembangan suku bunga, perubahan nilai tukar, atau faktor non-ekonomi.

Perubahan harga ini dapat menentukan keuntungan yang akan kamu dapatkan nantinya. Bagi kamu yang masih belum memahaminya, berikut dibahas keuntungan apa saja yang bisa kamu peroleh dari investasi saham.

Baca juga: Mengenal Investasi Leher ke Atas dan Manfaatnya

1. Capital Gain

Keuntungan capital gain akan didapatkan oleh investor ketika menjual saham lebih tinggi daripada harga aslinya. Artinya, ada selisih antara harga beli dan harga jual sebuah saham yang akan menjadi keuntungan bagi pemilik saham tersebut.

Semakin berkembangnya sebuah perusahaan dari waktu ke waktu, harga saham perusahaan tersebut tentu akan mengalami peningkatan. Apabila kamu memilih saham yang tepat, kamu akan mendapatkan keuntungan yang semakin tinggi meskipun diawali dengan modal yang kecil.

2. Dividen

Manfaat lain dari investasi saham adalah pembagian laba bagi para pemegang saham atau investor. Besaran keuntungan yang kamu terima tentunya disesuaikan dengan banyaknya saham yang kamu miliki.

Keuntungan ini akan didapatkan apabila perusahaan yang sahamnya kamu miliki mendapatkan keuntungan dan investor menyimpan saham dalam jangka waktu lama (tidak diperjualbelikan) atau memiliki saham sebelum cumulative date (cum date). Sebagai informasi, cum date adalah tanggal penentuan bagi para pemegang saham yang berhak menerima pembagian dividen dari perusahaan. Periodenya didasarkan pada kebijakan perusahaan, bisa sekali atau dua kali dalam setahun.

Baca juga: Cara Menentukan Tujuan Investasi dan Mewujudkannya

3. Diversifikasi

Ini adalah keuntungan tambahan yang bisa kamu dapatkan dari investasi saham. Diversifikasi merupakan teknik yang digunakan untuk mengurangi risiko dengan cara mengalokasikan dana ke beberapa instrumen keuangan, industri, atau kategori bisnis lainnya, misalnya obligasi dan properti.

Diversifikasi saham dapat membantu kamu mengantisipasi kerugian akibat produk investasi lain yang kamu ambil. Meski ada penambahan risiko, kamu juga berpotensi mendapatkan keuntungan yang lebih besar dan cepat.

Risiko Investasi Saham untuk Pemula

Risiko investasi saham
Risiko investasi saham

Selain menjanjikan keuntungan, saham juga penuh dengan risiko. Untuk itu, perlu tahu risiko investasi saham yang bisa didapatkan oleh setiap investor.

1. Capital Loss

Apabila menjual saham dengan harga lebih tinggi dibandingkan harga beli, kamu sebagai investor akan mendapatkan keuntungan berupa capital gain. Sebaliknya, pemilik saham juga bisa memperoleh kerugian jika harga jual lebih rendah daripada harga beli.

Capital loss merupakan salah satu kerugian yang lazim terjadi dalam dunia investasi saham. Oleh sebab itu, penting bagi kamu sebagai pemilik saham mengetahui terlebih dulu tujuan dari investasi yang kamu lakukan demi mengurangi risiko ke depannya.

Baca juga: Pengertian Manajer Investasi dan Tips Memilih yang Terbaik

2. Suspensi

Risiko lainnya yang bisa kamu dapat adalah suspend (suspensi) yang dilakukan oleh pihak bursa efek. Apabila sebuah saham mendapat status suspend, kamu sebagai investor tidak dapat menjual saham tersebut sampai status tersebut dicabut.

Ada beberapa penyebab terjadinya suspensi saham. Di antaranya adalah harga saham yang turun drastis dalam waktu singkat, perusahaan yang dipailitkan oleh krediturnya, atau tidak terpenuhinya persyaratan dari pihak otoritas bursa, misalnya laporan keuangan.

Jangka waktu suspensi saham pun bervariasi. Ada kalanya suspend ini terjadi dalam waktu singkat, tetapi bisa juga memakan waktu beberapa hari.

Baca juga: Mengenal Reksadana Saham dan Risiko-risikonya

Cara Investasi Saham untuk Pemula

Untuk mulai investasi, ada beberapa hal dulu yang perlu kamu lakukan. Berikut langkah investasi saham untuk pemula:

1. Tentukan Perusahaan Sekuritas

Perusahaan sekuritas merupakan pihak perantara dalam hal jual-beli saham. Mereka akan membantu proses pembukaan rekening yang terdapat pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pastikan kamu memilih perusahaan sekuritas yang terdaftar di BEI dan mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kamu juga perlu menelusuri rekam jejak perusahaan-perusahaan tersebut supaya dapat berinvestasi saham dengan rasa nyaman dan aman.

2. Buka Rekening Dana Nasabah (RDN)

Para pemilik saham atau investor akan mendapatkan rekening untuk melakukan transaksi jual-beli di pasar modal. Untuk membukanya, kamu perlu menyiapkan dokumen dan berkas-berkas lain yang dibutuhkan.

Dokumen pertama yang perlu disiapkan adalah KTP untuk WNI atau kartu izin tinggal terbatas (KITAS) dan paspor untuk WNA. Kamu juga harus memiliki NPWP terlebih dulu. Kalau masih berstatus pelajar, kamu dapat melampirkan NPWP milik orangtua.

Berkas lainnya adalah fotokopi bagian depan buku tabungan milikmu. Siapkan juga meterai sebanyak dua lembar.

Jika sudah memilih perusahaan sekuritas, kamu bisa memilih bank sekuritas yang sudah mendapatkan pengawasan OJK. Isi formulir sesuai dengan informasi sebenarnya lalu kamu dapat menyetorkan deposito awal pada RDN yang telah kamu miliki. Nilai setoran awal ini berbeda-beda, biasanya berkisar Rp100.000 hingga Rp3.000.000.

3. Pilih Saham

Setelah memiliki RDN dan melakukan setoran awal, kamu bisa langsung memilih saham untuk dibeli. Biasanya, perusahaan sekuritas saat ini sudah memiliki aplikasi yang bisa kamu gunakan. 

Pastikan kamu terlebih dulu membaca laporan keuangan dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan kinerja serta citra perusahaan sekuritas. Saham adalah investasi jangka panjang sehingga kamu perlu memikirkannya dengan baik.

Sebagai saran, di tahap awal kamu dapat memilih saham blue chip atau saham yang dimiliki oleh perusahaan dengan track record yang baik. Saham jenis ini memiliki nilai yang cenderung naik dari tahun ke tahun sehingga cocok untuk investasi jangka panjang.

4. Pantau Pasar Saham

Langkah selanjutnya adalah memantau kondisi pasar saham. Kamu tidak perlu mengecek portofolio setiap hari, cukup mengikuti informasi melalui media digital atau media sosial yang mengulas harga saham setiap hari. Dengan mengikuti perubahan harga saham, kamu bisa memutuskan untuk membeli saham lain di saat nilainya sedang turun.

5. Beli Saham Online

Di dunia serba digital saat ini, kamu dimudahkan untuk melakukan berbagai aktivitas, termasuk membeli saham. Mengandalkan smartphone, kamu bisa berinvestasi saham secara online menggunakan aplikasi. Contoh aplikasi terjamin yang bisa kamu manfaatkan adalah Ajaib, BNI Sekuritas Innovative Trading System, Indopremier IPOT, dan Mandiri Online Stock Trading. 

Baca juga: Apa Itu Investasi Bodong? Kenali Ciri dan Jenisnya di Sini 

Tips Investasi yang Cocok untuk Pemula

Tips investasi yang cocok untuk pemula
Tips investasi yang cocok untuk pemula

Investasi saham bukan sekadar mendapatkan keuntungan dengan cara beli di saat harga murah lalu menjual dengan harga lebih tinggi. Tetap saja ada faktor risiko di kemudian hari yang perlu kamu antisipasi supaya tidak mengalami kerugian besar.

Oleh karena itu, berikut dijabarkan kiat-kiat investasi saham untuk pemula.

1. Tentukan tujuanmu investasi saham untuk pemula

Sebelum melakukan investasi saham, kamu harus mengetahui terlebih dulu apa tujuanmu berinvestasi. Misalnya, menyiapkan dana pensiun, mengumpulkan dana untuk keperluan DP rumah, atau tujuan lain.

Sebaiknya investasi saham dilakukan dalam jangka panjang, yaitu lebih dari lima tahun, supaya kamu mendapatkan hasilnya secara maksimal. Apabila harga saham yang kamu beli naik ribuan persen dalam jangka waktu tersebut, kamu bisa mendapatkan keuntungan besar untuk mencapai tujuan investasimu.

2. Sesuaikan dengan kondisi keuanganmu

Kamu perlu memeriksa keuanganmu, berapa penghasilan dan pengeluaran setiap bulannya. Untuk berinvestasi, kamu memerlukan dana surplus setiap bulan dan komitmen yang tinggi. Idealnya, kamu bisa mengalokasikan 10 persen dari penghasilan per bulan sebagai dana investasi saham.

Pastikan investasi saham sesuai dengan kemampuanmu. Jangan sampai memaksakan diri dengan nominal jutaan rupiah hanya karena tergiur dengan pencapaian orang lain bahkan sampai berutang. Ingatlah bahwa saham merupakan investasi dengan risiko yang cukup tinggi.

3. Pastikan memilih indeks saham yang tepat

Kalau membuka daftar BEI, ada 22 jenis indeks saham yang tercatat. Kamu harus mengenali jenis-jenis mana saja yang umum digunakan oleh para pemain saham.

Jika masih bingung, lakukan investasi saham pemula dengan memilih saham yang tergabung di indeks LQ45 atau IDX30. Saham-saham di kedua indeks tersebut memiliki likuiditas yang sangat tinggi. Perusahaan-perusahaan yang terdaftar di dalamnya pun telah mencatat latar belakang dan fundamental yang baik.

4. Pilih sekuritas dengan biaya transaksi yang kecil

Ketika kamu membeli saham, pihak perantara perusahaan sekuritas atau broker akan memberimu kewajiban biaya untuk setiap transaksi. Jadi, kamu perlu mengetahui persentase biaya yang dibebankan untuk mendapatkan keuntungan lebih optimal.

Besaran biaya sekuritas biasanya 0,19 persen untuk pembelian dan 0,29 persen untuk penjualan. Namun, ada juga yang menetapkan 0,15 persen untuk pembelian dan 0,20 persen untuk penjualan.

Meski demikian, ada juga faktor lain yang bisa kamu perhatikan. Besaran biaya sekuritas juga ditentukan dari kualitas pelayanan sehingga bukan berarti biaya sekuritas yang lebih tinggi tidak layak masuk pilihan.

5.  Jaga komitmen dan bersabar

Sebagai pemula dalam dunia investasi saham, kamu perlu menjaga komitmen supaya tetap konsisten. Komitmen ini bisa kamu tuangkan dengan cara memahami berbagai hal, misalnya mempelajari bagaimana melakukan analisis saham.

Kamu bisa mengawali belajar analisis saham dengan cara membaca portofolio setiap perusahaan yang masuk pilihan. Dengan mengetahui kekuatan fundamental perusahaan-perusahaan tersebut, kamu bisa menentukan mana saham yang baik dan bermanfaat untuk tujuan investasimu.

Mengingat investasi saham dengan jangka panjang akan lebih aman dan menguntungkan, kamu juga perlu menanamkan kesabaran. Jangan sampai karena terburu-buru ingin mendapatkan keuntungan, kamu salah langkah dan tujuan investasimu justru tidak tercapai.

Tidak perlu ragu lagi untuk berinvestasi saham jika kondisi keuanganmu sudah pas untuk melakukannya. Asalkan bisa konsisten dan terus bersemangat untuk memahaminya, kamu tak perlu takut lagi untuk melakukan investasi demi mengejar tujuan masa depanmu tapi jika masih ragu untuk berinvestasi saham kamu juga masih bisa mencoba untuk investasi reksadana

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!