5 Keuntungan Obligasi dalam Berinvestasi yang Bisa Didapatkan

Yudhianto Thohirin

29 Maret 2022

Keuntungan obligasi. (123rf)
Keuntungan obligasi. (123rf)

Pernah mendengar petuah “Jangan letakkan semua telurmu dalam satu keranjang” saat mempelajari investasi? Nah, arti petuah tersebut adalah jangan simpan semua uangmu dalam satu jenis instrumen investasi saja.

Sebaiknya, kamu melakukan diversifikasi portofolio. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalisir kerugian. Salah satu instrumen investasi yang bisa kamu jadikan pilihan untuk diversifikasi adalah obligasi.

Obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan organisasi besar, seperti pemerintah atau korporasi. Ada kalanya organisasi besar memerlukan pendanaan dalam jumlah besar. Itu sebabnya, mereka mengeluarkan obligasi untuk meminjam uang dari masyarakat.

Surat utang atau obligasi umumnya berisi nilai pokok, tingkat bunga atau kupon, serta batas akhir obligasi. Tentunya, para investor memilih obligasi bukan tanpa alasan. Instrumen investasi yang satu dinilai memiliki daya tarik tersendiri. 

Keuntungan Obligasi sebagai Produk Investasi

Seperti apa daya tarik yang dimiliki obligasi? Ini dia keuntungan obligasi yang perlu kamu ketahui.

1. Keuntungan obligasi sebagai instrumen investasi yang aman

Obligasi seringkali dibandingkan dengan saham. Banyak yang menganggap investasi saham lebih menarik dibanding obligasi karena memberikan keuntungan lebih besar. Namun, obligasi sebenarnya memiliki keunggulan dibanding saham.

Obligasi adalah utang, sedangkan saham adalah surat kepemilikan atas aset perusahaan. Berdasarkan perbedaan tersebut, ada satu keuntungan yang dimiliki obligasi, yaitu keamanan. Ketika perusahaan mengalami kebangkrutan, pemberi utang atau pemegang obligasi akan lebih diprioritaskan dibanding pemegang aset perusahaan. 

Pemegang obligasi akan berada dalam urutan pertama dalam hal pengembalian dana. Pada beberapa kasus terburuk, setidaknya pemegang obligasi akan mendapatkan uangnya kembali, meskipun tidak sepenuhnya. Sementara, pemegang saham bisa saja kehilangan seluruh uang yang diinvestasikannya.

Jika kamu membeli obligasi pemerintah, tentu keamanan investasimu akan lebih terjamin. Pasalnya, pemerintah langsung yang berutang padamu. Jadi, bisa dipastikan uang yang kamu pinjamkan akan dibayar sesuai kesepakatan awal beserta imbal hasilnya.

Baca jugaJenis-jenis Obligasi yang Bagus untuk Mulai Investasi Kamu

2. Keuntungan obligasi memberikan pendapatan tetap

Ketika berinvestasi, ada kalanya investor mencari instrumen investasi dengan return atau hasil imbal yang dapat diprediksi. Contoh instrumen investasi yang dapat memberikan keuntungan tersebut adalah obligasi.

Di awal pembelian obligasi, kamu sebagai investor dapat melihat jumlah kupon yang diberikan. Dalam dunia obligasi, kupon adalah sebutan untuk suku bunga. Kupon ini biasanya dibayarkan dalam periode tertentu, bisa setiap tiga bulan atau enam bulan. Karena jumlah dan waktu pembayaran imbal hasilnya sudah ditentukan sejak awal, obligasi bisa dijadikan sumber pendapatan tetap. 

 

Keuntungan obligasi
Keuntungan obligasi. (123rf)

 

3. Keuntungan obligasi cocok dijadikan diversifikasi portofolio

Seperti yang disebutkan di atas, saat berinvestasi sebaiknya kamu melakukan diversifikasi. Kamu bisa menginvestasikan uangmu di beberapa instrumen investasi untuk menambah keuntungan. Dengan begitu, tujuan investasimu akan tercapai.

Selain itu, adanya diversifikasi pun dapat mengurangi risiko investasi yang mungkin terjadi. Misalnya saja saat kamu berinvestasi di saham. Saham memang memberikan keuntungan yang tinggi, tetapi begitu juga risiko yang menyertainya. Hal ini karena harga saham cenderung naik turun dan sulit diprediksi.

Bukanlah hal yang aneh jika sewaktu-waktu harga saham turun dan membuat jumlah asetmu berkurang. Di sinilah obligasi berperan. Dikarenakan memiliki imbal hasil yang stabil dan dapat diprediksi, melakukan diversifikasi dengan obligasi dapat mengurangi risiko finansial yang mungkin terjadi.

 

Baca jugaMengenal Obligasi dan Saham sebagai Instrumen Investasi

4. Bunga obligasi lebih tinggi dibanding bunga tabungan di bank

Menabung adalah hal baik yang harus dibiasakan sejak dini. Dengan menabung, kamu bisa mempersiapkan diri ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kamu juga bisa mewujudkan impianmu. 

Hanya saja, menabung di bank tidak akan memberikan imbal hasil. Bunganya pun sangat rendah. Selain itu, nilai uang pun umumnya akan turun karena dampak inflasi setiap tahunnya. 

Sebenarnya, kamu bisa berinvestasi dengan menyimpan deposito di bank. Apalagi, deposito merupakan investasi yang minim risiko. Namun, jumlah bunga deposito yang diberikan bank pun umumnya lebih rendah dibanding obligasi.

Jika kamu menginginkan investasi yang minim risiko tetapi memberikan imbal hasil yang cukup menguntungkan, obligasi dinilai lebih baik dibanding deposito.

5. Keuntungan obligasi dapat memberikan capital gain

Ketika membeli obligasi, sejumlah investor akan mempertahankannya hingga maturity date atau batas akhir obligasi. Mereka akan mengumpulkan bunga yang didapat hingga masa obligasi berakhir. Menyimpan obligasi sampai batas akhir tentu bukan hal yang salah.

Namun, saat membangun portofolio, ada baiknya kamu mempertimbangkan kemudahan memperjualbelikan instrumen investasi tersebut. Selain itu, perhatikan juga seberapa efektif biaya yang diperlukan untuk proses tersebut.

Nah, keuntungan obligasi lainnya adalah memiliki sifat yang likuid alias dapat diperjualbelikan. Terlebih lagi, kamu dapat menjualnya dengan nilai nominal lebih tinggi dibanding saat kamu membelinya.

Dengan begitu, kamu bisa memperoleh capital gain, alias selisih antara harga beli dan jual.

Akan tetapi, kamu juga perlu mengetahui bahwa tidak semua obligasi dapat dijual dengan mudah. Ada jual obligasi yang sulit dijual karena rendahnya minat di pasar sekunder.

Baca jugaMengenal Obligasi Konversi yang Dapat Diubah Menjadi Saham

Keuntungan obligasi
Keuntungan obligasi. (123rf)

 

Apa Keuntungan Obliglasi Tepat untuk Kamu?

Pertanyaan ini tentu hanya bisa dijawab oleh dirimu sendiri. Untuk menjawabnya, kamu perlu mengetahui tujuan investasi dan profil risikomu.

Saham tentunya akan cocok untuk investor dengan profil risiko tinggi. Artinya, tipe investor ini rela mengambil risiko besar, misalnya kehilangan uang, demi mendapatkan keuntungan tinggi.

Meski begitu, ketika komposisi portofoliomu lebih besar di saham, sebaiknya kamu mengimbanginya dengan berinvestasi di obligasi. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko kerugian yang mungkin terjadi.

Sementara, obligasi cocok dipilih oleh investor dengan profil risiko rendah. Tipe investor ini lebih memilih mendapatkan keuntungan lebih kecil selama uang yang diinvestasikan tidak berkurang. Selain itu, obligasi juga lebih cocok dipilih oleh orang yang sudah pensiun. Pasalnya, di usia ini, seseorang mungkin lebih membutuhkan keamanan dan kemudahan dibanding keuntungan berlebih. 

Baca jugaPengertian Obligasi dan Kelebihannya Dalam Investasi

Berapa Banyak Uang yang Harus Diinvestasikan untuk Dapat Keuntungan Obligasi?

Ada sebuah formula lama untuk menentukan jumlah uang yang disimpan dalam saham, obligasi, dan uang tunai. Caranya adalah mengurangkan usia seseorang dari 100. Jumlah akhirnya kemudian dijadikan persentase aset dalam saham, lalu sisanya dalam obligasi dan uang tunai.

Sebagai contoh, Angga kini berusia 20 tahun. Maka, Angga harus menyimpan 80% asetnya dalam bentuk saham, lalu 20% dalam bentuk obligasi dan uang tunai.

Contoh lain adalah Mira yang telah berusia 60 tahun. Sebaiknya, ia menyimpan 40% asetnya dalam bentuk saham. Sementara, sisa asetnya yaitu 40% disimpan dalam bentuk obligasi dan uang tunai.

Baca jugaKenali Karakteristik Obligasi Sebelum Membelinya

Tentu saja, formula tersebut tidak bersifat mutlak. Pasalnya, menentukan alokasi aset tidak hanya ditentukan dari usia, tetapi banyak faktor lainnya. Kamu juga perlu mempertimbangkan durasi investasi, toleransi risiko, tujuan di masa depan, serta jumlah aset dan pemasukan.

Dari sejumlah faktor tersebut, kamu dapat menentukan komposisi portofolio yang tepat dan cocok untukmu. Termasuk jumlah uang yang diinvestasikan dalam bentuk obligasi atau surat utang.

Secara umum, obligasi adalah salah satu instrumen investasi yang menguntungkan. Karena sejumlah keuntungan obligasi tersebut, tidak ada salahnya kamu mulai berinvestasi di obligasi sebagai bentuk diversifikasi portofolio.

 

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!