Mengenal Obligasi dan Saham sebagai Instrumen Investasi

Yudhianto Thohirin

29 Maret 2022

Obligasi saham. (123rf)
Obligasi saham. (123rf)

Obligasi dan saham adalah dua instrumen investasi yang cukup populer dan peminatnya cukup tinggi. Bagi kamu yang baru terjun ke dunia investasi, obligasi dan saham mungkin masih membingungkan soal perbedaannya.

Pasalnya, keduanya sama-sama merupakan surat berharga yang dapat diperjualbelikan di bursa efek dan pasar modal. Selain itu, obligasi dan saham juga sama-sama menjadi sarana mendapatkan modal untuk kepentingan perusahaan.

Jika ingin mendapatkan keuntungan yang maksimal dari investasi, kamu perlu tahu apa itu obligasi dan saham. Hal ini juga agar kamu tidak salah memilih instrumen investasi sesuai tujuan kamu berinvestasi. Oleh karena itu, kamu perlu tahu pengertian obligasi dan saham serta persamaan dan perbedaannya. Yuk, simak penjelasannya.

Apa Itu Obligasi dan Saham

Obligasi adalah surat utang jangka menengah panjang yang dapat dipindahtangankan. Isinya adalah janji dari pihak penerbit surat utang untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu. Pihak penerbit juga akan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli.

Obligasi diterbitkan oleh perusahaan swasta atau pemerintah sebagai bentuk peminjaman uang. Perusahaan yang menerbitkan obligasi berarti obligasi tersebut bisa dibeli. Jika kamu sebagai investor membeli obligasi tersebut, kamu akan mendapatkan pembayaran sebesar pokok utang dan bunga atau disebut kupon.

Sementara saham adalah tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal, pihak tersebut memiliki klaim atau hak atas pendapatan perusahaan, klaim atas aset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Saham adalah bentuk kepemilikan atas perusahaan. Perusahaan yang menerbitkan saham berarti perusahaan tersebut menjual kepemilikannya kepada pihak lain. Jika kamu membeli saham, kamu berhak mendapat keuntungan atau laba perusahaan yang disebut dividen, sesuai dengan jumlah lot saham yang kamu miliki. Lot adalah satuan yang dipakai dalam perdagangan saham di pasar modal.

Baca jugaJenis-jenis Obligasi yang Bagus untuk Mulai Investasi Kamu

Persamaan Obligasi dan Saham

Seperti telah disebutkan, obligasi dan saham merupakan surat berharga yang dapat diperjualbelikan. Keduanya punya beberapa persamaan yang perlu kamu ketahui. Setidaknya ada 3 persamaan obligasi dan saham.

1. Sama-Sama Surat Berharga

Obligasi dan saham merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan, baik itu pemerintah maupun swasta. Surat berharga ini juga berarti bentuk perjanjian hitam di atas putih yang tentunya telah disetujui kedua belah pihak. 

2. Memberi Keuntungan

Pemilik obligasi dan saham memiliki hak atas laba dan aktiva perusahaan. Ini karena kedua instrumen investasi tersebut merupakan surat berharga sehingga mampu memberi keuntungan atau pendapatan kepada para pemiliknya.

3. Memiliki Hak Tebus

Kalau kamu membeli obligasi atau saham, kamu akan mendapat hak tebus. Maksudnya, kamu bisa menukar saham dan obligasi dengan uang. Perusahaan yang menerbitkan obligasi dan saham juga harus memberikan uang sesuai dengan nilainya.

Baca jugaMengenal Obligasi Konversi yang Dapat Diubah Menjadi Saham

Obligasi saham
Obligasi saham. (123rf)

 

Perbedaan Obligasi dan Saham

Setelah mengetahui persamaannya, kamu juga perlu mengetahui apa itu perbedaan obligasi dan saham. Ada beberapa perbedaan keduanya seperti hak pemegang obligasi dan saham, masa berlaku, keuntungan, dan pajak. Berikut penjelasannya.

1. Status Pemegang Obligasi dan Saham

Pemegang obligasi dan saham memiliki status atau hak yang berbeda. Obligasi adalah surat utang atau tanda bukti utang sehingga pemegang obligasi hanya sebatas memiliki bukti piutang saja. Oleh karena itu, pemegang obligasi tidak memiliki hak atas perusahaan tersebut.

Sementara saham adalah bukti kepemilikan perusahaan sehingga pemegang saham memiliki hak atas perusahaan tersebut. Pemegang saham memiliki hak dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sehingga bisa ikut campur dalam kebijakan perusahaan.

2. Masa Berlaku

Perbedaan obligasi dan saham selanjutnya adalah pada masa berlakunya. Obligasi memiliki masa waktu yang telah ditetapkan sampai tanggal jatuh tempo. Sementara masa berlaku saham tidak terbatas. Kamu bisa memiliki saham sampai seterusnya selama perusahaan penerbit saham masih ada dan kamu tidak menjual saham tersebut.

3. Pembagian Keuntungan

Obligasi dan saham memiliki pembagian keuntungan yang berbeda. Keuntungan yang didapat pada obligasi cenderung tetap karena berdasarkan bunga dan pokok pinjaman yang ditetapkan. Pada saham, pemegang saham akan mendapat tingkat keuntungan yang tidak tentu, bergantung pada laba yang didapatkan perusahaan dan jumlah kepemilikan saham.

4. Pajak yang Dikenakan

Keuntungan yang didapat dari obligasi tidak kena pajak. Ini karena obligasi termasuk ke dalam biaya perusahaan. Bunga obligasi telah dikeluarkan lebih dulu sebagai biaya sehingga tidak kena pajak.

Sementara keuntungan dari saham dikenai pajak. Pemegang saham mendapatkan keuntungan dari dividen (laba perusahaan). Dividen termasuk pendapatan sehingga dikenai pajak. Saat mendapat pembagian keuntungan, Investor menerima dividen yang sudah dipotong pajak. 

Baca jugaPengertian Obligasi dan Kelebihannya Dalam Investasi

Risiko Obligasi dan Saham

Dari segi risikonya, obligasi dan saham juga memiliki perbedaan. Risiko ini bisa jadi bahan pertimbangan jika ingin melakukan investasi. 

Risiko obligasi ada 3, yaitu risiko gagal bayar, capital loss, dan risiko likuiditas.

  • Risiko gagal bayar. Risiko ini kemungkinan besar terjadi pada perusahaan swasta. Perusahaan bisa saja gagal membayar obligasi yang sudah jatuh tempo. Sementara membeli obligasi dari perusahaan pemerintah (BUMN) mendapat jaminan dari negara.
  • Risiko capital loss. Capital loss adalah ketika investor merugi karena obligasi dijual lebih rendah daripada harga beli. Ini terjadi di antaranya karena perubahan suku bunga, masalah politik ekonomi, dan lain-lain.
  • Risiko likuiditas. Risiko ini terjadi ketika obligasi sulit dijual kembali dalam waktu singkat. Jika dijual sebelum jatuh tempo, investor akan rugi. Situasi ini membuat investasi obligasi tidak cukup likuid.

 

Baca jugaPerbedaan Saham dan Obligasi yang Perlu Diketahui

Sementara risiko saham ada 5, yaitu risiko tidak menerima dividen, suspend, delisting, perusahaan pailit, dan fluktuasi pasar.

  • Tidak menerima dividen. Ini bisa terjadi ketika perusahaan tempat kamu berinvestasi mengalami kerugian. Karena tidak ada keuntungan yang didapat, investor juga tidak menerima dividen.
  • Risiko suspend. Investor bisa merugi ketika perusahaan diberhentikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penyebabnya adalah perusahaan tersebut bermain curang dan menyalahi aturan pasar modal, seperti menaikkan harga saham dengan cara yang tidak benar.
  • Risiko delisting. Investor juga merugi ketika perusahan delisting. Perusahaan yang delisting tidak diperbolehkan lagi bermain dalam pasar modal karena selalu merugi atau terlibat kasus.
  • Perusahaan pailit. Perusahaan bisa saja gagal bayar karena bangkrut. Ini membuat investor merugi karena dana investasi akan hilang.
  • Fluktuasi pasar. Risiko lainnya dari investasi saham adalah adanya fluktuasi pasar. Harga saham bergantung pada sentimen pasar sehingga harganya akan terus berubah. Meskipun termasuk risiko, situasi ini bisa menjadi peluang mendapatkan keuntungan.

 

Baca jugaKenali Karakteristik Obligasi Sebelum Membelinya

Merencanakan Obligasi dan Saham

Setelah kamu tahu apa itu obligasi dan saham serta persamaan dan perbedaannya, selanjutnya adalah memilih investasi mana yang cocok untukmu. Jawabannya, yang pertama, bergantung pada tujuan kamu berinvestasi. Kamu perlu punya tujuan dan rencana yang jelas saat berinvestasi. Seberapa lama kamu ingin berinvestasi dan berapa keuntungan yang kamu inginkan.

Setelah itu, pastikan beban risiko yang mampu kamu tanggung. Jika kamu mampu menanggung risiko tinggi, kamu bisa pilih investasi saham. Investasi saham adalah investasi yang high risk high return. Risikonya tinggi, tetapi sebanding dengan hasil yang didapat. 

Jika kamu tidak mampu menanggung risiko tinggi dan ingin aman, sebaiknya pilih investasi obligasi. Risiko obligasi cenderung minim. Bahkan jika obligasinya diterbitkan pemerintah, risikonya cenderung tidak ada.

Demikianlah penjelasan tentang apa itu obligasi dan saham. Kedua instrumen investasi ini memiliki persamaan dan juga perbedaan. Masing-masing juga memiliki kelebihan dan kekurangannya. Mana pun yang kamu pilih, obligasi dan saham sama-sama memberikan keuntungan. Pastikan investasi pilihanmu sesuai dengan tujuan dan risikonya.

 

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!