Investasi Jangka Pendek, Keuntungan, dan Jenisnya

Uji Agung Santosa

14 Maret 2022

Pengertian investasi jangka pendek (Foto:123rf.com)
Pengertian investasi jangka pendek (Foto:123rf.com)

Melakukan investasi saat ini dijadikan pilihan banyak orang untuk meningkatkan pendapatannya. Salah satu jenis investasi yang bisa dilakukan adalah investasi jangka pendek. Jenis investasi satu ini juga banyak dipilih karena tidak harus menunggu lama untuk bisa mendapatkan hasilnya.

Ada sejumlah alasan mengapa investasi jangka pendek diminati oleh investor pemula. Beberapa di antaranya yakni minim resiko kerugian dan lebih mudah dipelajari dibandingkan investasi jangka panjang. 

Jika kamu tertarik untuk nyemplung langsung ke dalam investasi jangka pendek, jangan lewatkan informasi berikut. Terdapat penjelasan lengkap soal pengertian investasi jangka pendek, jenis-jenisnya, serta kelebihan dan kekurangannya. 

Pengertian investasi jangka pendek 

Pengertian investasi jangka pendek
Pengertian investasi jangka pendek

Sesuai dengan sebutannya, yang termasuk investasi jangka pendek adalah investasi yang berlangsung kurang dari satu tahun. Investasi jangka pendek biasanya ditawarkan dalam rentang waktu singkat, mulai 1 bulan hingga 12 bulan.

Dalam investasi jangka pendek, dana atau modal yang diinvestasikan pada umumnya dikelola pada instrumen-instrumen yang mudah diperjualbelikan atau dicairkan. Makanya, banyak yang menilai, risiko dalam investasi jangka pendek lebih rendah dibandingkan jangka panjang. 

Meski demikian, investasi jangka pendek juga bisa memberikan keuntungan besar kepada para investornya. 

Baca juga: Mengenal Investasi Leher ke Atas dan Manfaatnya

Kelebihan investasi jangka pendek

Beberapa instrumen yang termasuk investasi jangka pendek adalah tabungan dan deposito. Masing-masing instrumen investasi tentu memiliki kelebihannya. Secara umum, berikut kelebihan investasi jangka pendek:

1. Mendapatkan pengembalian (return) yang cepat

Dalam investasi jangka pendek, return yang bisa didapatkan investor terbilang cepat. Kurun waktu return maksimal hanya satu tahun, bahkan ada yang lebih cepat. 

2. Aset investasi lebih mudah dicairkan

Dalam investasi jangka pendek, investor dapat dengan mudah mencairkan aset investasi menjadi uang tunai. Artinya, investor bisa mengambil keuntungan maupun sebagian dari modal yang ditanamkan dalam instrumen investasi jangka pendek untuk kebutuhan yang sifatnya mendadak. Inilah yang dinamakan fleksibel.

Baca juga: Reksadana Pasar Uang, Pilihan Investasi Menguntungkan untuk Pemula

3. Bisa mencukupi kebutuhan ekonomi harian

Bagi orang-orang yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan harian, investasi pendek ini bisa menjadi solusi yang tepat. Keuntungan yang didapat bisa dijadikan dana darurat untuk memenuhi kebutuhan saat ini. 

4. Dapat digunakan sebagai tabungan 

Dengan menyimpan dana darurat di instrumen investasi jangka pendek, investor tidak perlu khawatir, karena berkesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan nilai investasi berdasarkan dana khusus yang telah dialokasikan setiap bulannya. 

Kekurangan investasi jangka pendek

kekurangan investasi jangka pendek
kekurangan investasi jangka pendek

Setelah mengetahui kelebihan investasi jangka panjang, kamu juga harus mengetahui apa saja kekurangan dari investasi ini:

1. Membutuhkan perhatian khusus

Dalam investasi jangka pendek, ada satu kekurangan yang perlu kamu perhatikan. Yakni, kamu harus memberikan perhatian khusus terhadap investasi yang dilakukan. Sebab, penting bagi investor untuk mengawasi pergerakan dari investasi jangka pendek yang dilakukan. 

Baca juga: Mengenal Reksadana Saham dan Risiko-risikonya

2. Membutuhkan keahlian

Investor yang memilih untuk melakukan investasi jangka pendek harus memiliki ilmu dan keahlian untuk memantau pergerakan nilai investasi. Sehingga, investor bisa mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menjual atau membeli.

3. Nilai fluktuatif

Investasi jangka pendek biasanya dilakukan untuk sementara waktu. Di sisi lain, ada banyak faktor yang mempengaruhi investasi dalam waktu singkat. Kondisi inilah yang membuat nilainya fluktuatif. 

Jenis instrumen investasi jangka pendek

Agar kamu lebih memahami lebih dalam mengenai investasi ini, berikut yang merupakan investasi jangka pendek yang bisa kamu lirik:

1. Tabungan

Tabungan yang kamu simpan di bank merupakan salah satu contoh investasi jangka pendek. Kapan pun kamu memerlukan dana, bisa langsung dicairkan dengan cara yang sangat mudah. 

2. Reksadana

Reksadana merupakan produk investasi dalam bentuk kumpulan dana yang dikelola sebagai modal investasi untuk dikonversikan ke dalam berbagai jenis produk, seperti saham, obligasi, serta produk keuangan dan investasi lainnya. Dana yang terkumpul tersebut dikelola oleh manajer investasi.

Nah, dengan reksadana kamu bisa melakukan investasi jangka pendek, menengah, maupun panjang. Pilih reksadana pasar uang dan pendapatan tetap untuk investasi jangka pendek. Sedangkan untuk investasi jangka menengah dan panjang, kamu bisa memilih reksadana campuran dan saham.

Baca juga: Pengertian Portofolio Investasi, Fungsi, dan Cara Menyusunnya

3. Deposito

Deposito memiliki fungsi yang sama dengan tabungan, yaitu sebagai sarana penyimpanan dana. Saat kamu ingin menyimpan dana di deposito, ada tenor atau jangka waktu yang bisa kamu pilih untuk bisa mengambil kembali modal investasi dan keuntungan yang akan didapatkan dari program deposito tersebut.

4. Obligasi

Obligasi merupakan surat pernyataan utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau korporasi. Obligasi juga bisa diterbitkan oleh badan usaha perseorangan. Di dalam obligasi yang diterbitkan, biasanya tercantum pernyataan bahwa setiap pembeliannya memiliki bunga yang akan berkembang dan memberi keuntungan bagi pemiliknya dalam jangka waktu tertentu. 

Baca juga: 10 Fungsi Investasi dan Tips Berinvestasi yang Menguntungkan

Strategi investasi jangka pendek

Investasi tidak melulu bicara mengenai keuntungan. Sejalan dengan hal tersebut, investasi juga memiliki risiko. Itu sebabnya, kamu jangan sembarangan melakukan investasi. Agar tidak salah langkah, ada beberapa strategi yang bisa kamu lakukan:

1. Menentukan instrumen investasi

Sebaiknya, kamu mempelajari dulu instrumen yang cocok untuk investasi jangka pendek. Nantinya, kamu akan mengetahui investasi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan modal yang kamu miliki. 

2. Melakukan diversifikasi

Diversifikasi penting dilakukan untuk melindungi aset keuangan dari kerugian.

3. Jangan panik 

Saat melakukan investasi jangka pendek, jika nilai investasi saat itu mengalami penurunan, kamu jangan panik dulu. Jangan terburu-buru menjual, karena bisa saja nilai investasi bisa kembali naik.

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!