Pengertian Investasi Langsung, Jenis, Kelebihan, dan Caranya

Uji Agung Santosa

14 Maret 2022

Pengertian investasi langsung (Foto:123rf.com)
Pengertian investasi langsung (Foto:123rf.com)

Masyarakat Indonesia kini lebih melek terhadap investasi. Terbukti, sudah banyak masyarakat yang sudah menanamkan modalnya untuk berinvestasi pada saham atau emas. 

Namun, belum banyak masyarakat yang memahami kalau investasi bukan sebatas dua hal tadi. Investasi memiliki banyak instrumen. Hal ini tentu akan membuat investor memiliki banyak pilihan investasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan investor. 

Apabila kamu tertarik untuk berinvestasi, salah satu jenis investasi yang harus kamu pahami adalah investasi langsung. 

Pengertian investasi langsung

Pengertian investasi langsung sering dikaitkan dengan keterlibatan pemilik modal secara langsung dalam kegiatan penanaman modal. 

Investasi langsung juga dapat diartikan sebagai investasi pada aset atau faktor produksi untuk melakukan usaha (bisnis). Pada umumnya, dalam pembicaraan sehari-hari jenis investasi ini disebut juga investasi pada aset riil, atau investasi yang jelas wujudnya dan mudah dilihat. 

Dalam investasi langsung, investor akan menggunakan modalnya untuk membeli aset riil berupa tanah, apartemen, rumah, atau emas. Jika berbicara dalam ruang lingkup perusahaan, investasi langsung biasanya berbentuk pembelian lahan, mesin dan alat-alat, atau pendirian pabrik. 

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan, dalam investasi langsung, seorang investor harus melibatkan diri dalam mengelola, mengontrol kegiatan, serta ikut bertanggung jawab jika terjadi kerugian. 

Baca juga: Cara Menentukan Tujuan Investasi dan Mewujudkannya

Jenis investasi langsung

Jenis investasi langsung
Jenis investasi langsung

Kamu berminat untuk melakukan investasi langsung? Sebelum melakukan investasi, kamu harus mengetahui ada dua jenis investasi langsung yang dapat dipilih. 

Pertama, investasi untuk diperjualbelikan. Maksudnya, investasi yang dimiliki bisa dijualbelikan kepada orang lain pada waktu tertentu yang memiliki nilai cukup meningkat. Contoh investasi langsung untuk diperjualbelikan antara lain emas, berlian, saham, tanah, ruko, dan lainnya. 

Kedua, investasi tidak untuk diperjualbelikan. Sesuai namanya, ini adalah jenis investasi yang tidak bisa dijual belikan. Contohnya antara lain deposito dan tabungan. 

Baca juga: Mengenal Investasi Leher ke Atas dan Manfaatnya

Kelebihan investasi langsung

Sebagian orang menilai, berinvestasi secara langsung lebih menguntungkan karena memiliki kelebihan sebagai berikut:

1. Investasi yang dilakukan bersifat jangka panjang, sehingga lebih menarik bagi masyarakat yang ingin menabung untuk masa depan.

2. Investor memiliki hak penuh dan dapat secara langsung mengontrol instrumen investasi yang dimilikinya. 

3. Investor dapat menganalisis dan mengambil keputusan yang berkaitan dengan investasi secara langsung tanpa perlu perantara.

4. Investor memiliki pengaruh dalam investasi yang mereka lakukan.

5. Bagi investor yang memiliki pengetahuan dan ketajaman konsep investasi, sangat besar peluangnya untuk mendapatkan keuntungan yang cukup besar.

Baca juga: Reksadana Pasar Uang, Pilihan Investasi Menguntungkan untuk Pemula

Kelemahan investasi langsung

Selain memiliki kelebihan, investasi langsung juga mempunyai sejumlah kelemahan. Beberapa di antaranya yaitu:

1. Investasi langsung dapat menyita banyak waktu investor karena harus selalu memantau keadaan pasar serta mempelajari aset yang diinvestasikan

2. Apabila investor tidak memiliki pengetahuan dan ketajaman konsep investasi, peluang untuk mengalami kerugian sangat besar

Baca juga: Mengenal Reksadana Saham dan Risiko-risikonya

Tips sukses investasi langsung

Tips investasi langsung
Tips investasi langsung

Berikut sejumlah tips yang dapat dilakukan agar kamu bisa sukses dalam melakukan investasi langsung:

1. Mempersiapkan modal investasi

Mempersiapkan modal investasi di sini memiliki arti yang lebih luas dari sekadar menyiapkan dana atau uang cash. Di sini, kamu juga harus memilih jenis investasi yang sesuai dengan modal yang dimiliki. 

Apabila kamu memiliki modal yang tidak terlalu besar, instrumen investasi yang bisa kamu pilih antara lain emas, deposito, saham atau reksadana

Namun, jika kamu memiliki modal yang cukup besar, kamu bisa menanamkan investasi jangka panjang dengan membeli properti atau tanah. 

2. Memisahkan uang hasil keuntungan investasi dengan tabungan

Kamu disarankan untuk memiliki satu rekening khusus untuk menyimpan dana hasil keuntungan investasi. Tujuannya agar uang hasil investasi tidak tercampur sehingga perencanaan keuanganmu menjadi lebih baik dan teratur.

3. Tidak sembarang dalam memilih platform investasi 

Saat kamu memutuskan untuk berinvestasi, jangan sembarangan memilih platform investasi. Pastikan kamu memilih platform yang sudah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Selain itu, beberapa hal yang dapat dipertimbangkan dalam memilih platform antara lain biaya administrasi yang dikenakan (apakah lebih murah dari platform lain atau sebaliknya) dan promo yang diberikan. 

Baca juga: 10 Fungsi Investasi dan Tips Berinvestasi yang Menguntungkan

4. Disarankan tidak memiliki lebih dari dua instrumen investasi

Jika kamu merupakan investor pemula, akan lebih bijak jika kamu memiliki investasi yang sedikit namun dengan keuntungan yang pasti, dibanding dengan memiliki banyak investasi namun dengan keuntungan yang tidak pasti. 

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!