Apa Itu Investasi Saham? Keuntungan, Risiko, dan Cara Membelinya

Uji Agung Santosa

14 Maret 2022

Pengertian investasi saham dan cara membelinya (Foto:123rf.com)
Pengertian investasi saham dan cara membelinya (Foto:123rf.com)

Secara singkat, investasi merupakan tindakan menanam dana atau aset dengan tujuan agar menghasilkan return di masa depan. Ada banyak instrumen investasi yang dapat dipilih. Salah satunya investasi saham. 

Apa itu investasi saham? Apa saja keuntungan dan risikonya? Bagaimana cara melakukan investasi saham? Bagi kamu yang ingin tahu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seputar investasi saham di atas, silakan disimak penjelasan berikut.  

Apa itu investasi saham?

Istilah investasi saham memang sudah akrab di telinga kita. Namun, jangan salah. Sebagian masyarakat ada yang belum mengetahui apa itu investasi saham. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), saham adalah surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberi hak atas dividen dan lain-lain menurut besar kecilnya modal yang disetor.

Sedangkan berdasarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saham dapat diartikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) pada suatu perusahaan atau Perseroan Terbatas.

Nah, investasi saham adalah penanaman modal dalam bentuk penyertaan sejumlah dana oleh seseorang atau badan usaha yang mana melalui instrumen tersebut mereka memiliki klaim atas aset dan penghasilan perusahaan serta berhak menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Baca juga: Apa Itu Investasi Bodong? Kenali Ciri dan Jenisnya di Sini

Artinya jika kamu memutuskan untuk membeli saham suatu perusahaan, maka secara otomatis kamu akan mendapatkan bagian dari kepemilikan perusahaan tersebut. 

Namun, kamu juga harus bersiap saat melihat aktivitas perdagangan saham sehari-hari yang mengalami fluktuasi naik turun karena ini hal yang wajar akibat dari permintaan serta penawaran atas saham tersebut dan beberapa faktor lainnya.

Tujuan investasi saham

Tujuan investasi saham
Tujuan investasi saham

Jika kamu tertarik untuk belajar investasi saham, sebelumnya kamu harus memahami dulu apa sih tujuan seseorang melakukan investasi saham?

Asal kamu tahu, tujuan setiap orang saat melakukan investasi di perusahaan biasanya berbeda-beda sesuai dengan target yang ingin dicapai. Adapun tujuan dari investasi saham adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengembangkan aset karena modal yang kita serahkan akan dikelola oleh perusahaan sehingga memungkinkan untuk terus berkembang.

2. Menyiapkan dana untuk tujuan tertentu di masa depan.

3. Mencari penghasilan jangka panjang.

4. Modal pengembangan usaha.

Baca juga: Apa Itu Investasi Saham? Keuntungan, Risiko, dan Cara Membelinya

Tanda-tanda kamu siap untuk investasi saham

Salah satu pertanda kamu siap melakukan investasi saham adalah kamu sudah memahami cara investasi saham dan seluk beluknya. Tidak hanya itu, ada juga tanda-tanda lainnya yang menunjukkan kamu sudah siap untuk investasi saham. 

1. Penghasilan lebih besar daripada pengeluaran

Jika pengeluaran kamu tidak lebih besar dibandingkan pemasukan, itu tandanya kamu sudah siap untuk memulai investasi saham. Jangan khawatir, investasi saham tidak memerlukan modal besar setiap bulannya. Yang terpenting adalah kamu disiplin dan berkomitmen menambah nilai investasi setiap bulannya.

2. Tidak memiliki utang konsumtif

Jika kamu ingin melakukan investasi saham, disarankan untuk tidak memiliki utang konsumtif yang cukup memberatkan. Utang konsumtif di sini maksudnya utang untuk membeli hal-hal yang tidak terlalu dibutuhkan alias cuma keinginan semata.

3. Tidak memiliki utang produktif lebih dari 30%

Utang produktif boleh-boleh saja dimiliki oleh seseorang asalkan dapat digunakan sebagai penunjang karir. Namun, usahakan agar cicilan yang dibayar tidak lebih 30% dari pemasukan sehingga kamu tetap dapat mengalokasikan uang untuk berinvestasi.

4. Memiliki dana darurat

Jumlah dana darurat yang ideal dan perlu disiapkan yaitu sekitar 3 hingga 6 kali pengeluaran bulanan kamu. Dana darurat ini penting apabila terjadi situasi buruk yang menimpa kamu, maka kamu tetap dapat mengalokasikan dana untuk investasi saham. 

Baca juga: Mengenal Reksadana Saham dan Risiko-risikonya

Keuntungan investasi saham

Setelah mengetahui apa itu investasi saham dan tujuannya, mari lanjut ke pembahasan berikutnya, yakni apa saja keuntungan saham. 

Dengan menjadi investor saham, kamu akan mendapatkan dua keuntungan berikut: 

1. Mendapatkan dividen

Dividen adalah bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Jumlah dividen yang akan dibagikan diusulkan oleh Dewan Direksi perusahaan dan disetujui di dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

2. Capital gain

Capital Gain adalah keuntungan ketika investor menjual saham dengan harga yang lebih tinggi dari harga belinya. Saham merupakan aset yang likuid, jadi mudah untuk diperjualbelikan (via Bursa).

Baca juga: 15 Pertanyaan tentang Investasi yang Paling Sering Muncul dan Jawabannya

Risiko investasi saham

Risiko investasi saham
Risiko investasi saham

Saat kamu belajar investasi saham, setiap keuntungan pasti akan diikuti oleh risiko. Nah, apa saja risiko memiliki investasi saham? Ini penjelasannya. 

1. Tidak Mendapatkan Dividen

Umumnya perusahaan membagi dividen ketika perusahaan menunjukkan kinerja yang baik. Namun ketika perusahaan mengalami penurunan kinerja atau merugi maka perusahaan tidak dapat membagikan dividen. 

2. Capital Loss

Capital Loss merupakan kebalikan Capital Gain. Hal ini terjadi jika kita menjual saham yang kita miliki lebih rendah dari harga beli.

3. Risiko Likuidasi

Jika Emiten bangkrut atau dilikuidasi, para pemegang saham memiliki hak klaim terakhir terhadap aktiva perusahaan setelah seluruh kewajiban Emiten dibayarkan. Kemungkinan terburuknya adalah jika tidak lagi aktiva yang tersisa, maka pemegang saham tidak akan memperoleh apa-apa.

3. Saham dihapus dari BEI

Karena beberapa alasan tertentu, saham dapat dihapus pencatatannya dari Bursa (delisting) sehingga pada akhirnya saham tersebut tidak dapat diperdagangkan (menjadi tidak likuid).

Baca juga: Pengertian Manajer Investasi dan Tips Memilih yang Terbaik

Cara investasi saham

Apabila kamu memiliki ketertarikan untuk melakukan investasi saham di pasar modal, ada dua cara investasi saham yang bisa dilakukan. 

Pertama, membeli saham di pasar perdana. Ini artinya, kamu membeli saham perusahaan tertentu saat ditawarkan pertama kalinya kepada masyarakat/investor. Penawaran saham perdana ini kerap disebut Penawaran Umum Saham Perdana atau Initial Public Offering (IPO). 

Kedua, membeli saham di pasar sekunder. Lewat cara ini, kamu membeli saham yang dimiliki investor lainnya melalui Perusahaan Efek (broker) yang menjadi Anggota Bursa (AB). Perlu kamu catat, hanya AB saja yang dapat melakukan jual-beli saham melalui sistem perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Sekian bahasan mengenai investasi saham. Kamu juga dapat melihat informasi menarik lainnya seperti investasi reksadana di blog Bmoney.

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!