Pengertian Pasar Uang dan Jenis-Jenisnya

Uji Agung Santosa

11 Maret 2022

Pengertian pasar uang dan jenis-jenisnya (Foto:123rf.com)
Pengertian pasar uang dan jenis-jenisnya (Foto:123rf.com)

Istilah pasar uang akan sering muncul dalam bidang investasi. Instrumen pasar uang pun paling banyak disarankan untuk para pemula. Pasalnya, segala penawaran yang dilakukan dalam pasar uang cenderung hanya dilakukan dalam jangka pendek.

Lalu, sebenarnya seperti apa yang dinamakan pasar uang itu? Simak pengertian, sifat, dan contoh produk yang ada di pasar uang di bawah ini!

Pengertian Pasar Uang

Pengertian pasar uang
Pengertian pasar uang

Pasar uang adalah mekanisme pasar yang membuat orang atau investor melakukan transaksi keuangan melalui perusahaan keuangan. Mekanisme pasar ini bisa dilakukan melalui perusahaan perbankan maupun sekuritas. Nantinya, orang yang melakukan transaksi investasi dalam pasar uang ini akan mendapatkan imbal balik (return).

Setiap transaksi yang dilakukan di pasar uang bisa dilakukan secara pribadi maupun menggunakan jasa perantara (broker). Pasar uang pun bisa menjadi pertemuan para pemodal atau mereka yang memiliki kelebihan dana dengan individu atau perusahaan yang membutuhkan dana. Hal ini tentunya akan saling menguntungkan untuk memutar roda perekonomian

Dilihat dari sisi potensi pengembaliannya, investasi pasar uang cenderung hanya menjanjikan return yang kecil. Hal ini yang membuat pasar uang hanya digunakan untuk investasi jangka pendek. Kamu bisa mendapatkan pengembalian dana dalam tempo 12 bulan atau 1 tahun.

Baca juga: Apa Itu Investasi Bodong? Kenali Ciri dan Jenisnya di Sini 

Fungsi Pasar Uang

Fungsi pasar uang
Fungsi pasar uang

Keuntungan yang didapatkan dari pasar uang tentunya bisa dirasakan oleh banyak pihak. Berikut fungsi pasar uang dari sudut pandang perekonomian.

1. Menghimpun dana masyarakat

Pasar uang akan menghimpun dana dari individu yang memiliki kelebihan dana. Dana tersebut bisa dikumpulkan melalui tabungan, surat utang, hingga pinjaman langsung.

2. Mempermudah penyebaran dana

Setelah dana terhimpun, pasar uang akan menjadi perantara untuk mereka yang membutuhkan dana tersebut. Pihak yang mencari tambahan modal tentunya bisa dapat dana dengan lebih mudah. Mereka bisa mendapatkan dana dari surat utang maupun pinjaman lainnya.

3. Menjadi instrumen risiko rendah

Sebagian investor masih memiliki profil risiko rendah untuk mendapatkan imbal balik. Produk pasar uang inilah yang bisa dimanfaatkan bagi mereka yang ingin sekadar “memarkir” dana berlebihnya.

4. Memutar roda perekonomian

Baik investor maupun pencari modal, sama-sama ingin mengembangkan dana yang dimiliki. Dengan membuat uang bergerak, berarti roda perekonomian pun berputar dengan baik. Perekonomian yang baik akan mencegah sebuah negara mengalami krisis ekonomi dalam skala besar.

Baca juga: Pengertian Manajer Investasi dan Tips Memilih yang Terbaik

Jenis Instrumen Pasar Uang

Berikut sejumlah instrumen pasar uang yang bisa kamu manfaatkan untuk investasi jangka pendek:

1. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)

Salah satu produk pasar uang yang paling populer adalah Sertifikat Bank Indonesia. Surat berharga ini merupakan pengakuan utang dari Bank Indonesia untuk masyarakat yang meminjamkan dananya. Perjanjian ini biasanya dilakukan dalam 1—3 bulan dengan pengembalian bunga yang menarik.

2. Surat Berharga Pasar Uang (SPBU)

Surat ini diterbitkan oleh bank yang ditandatangani oleh nasabah sebagai jaminan pelunasan utang. Nantinya, SPBU akan melibatkan bank komersial dan Bank Indonesia untuk menerapkan sistem diskonto dalam pengembaliannya.

3. Surat berharga Komersial

Commercial Paper merupakan surat utang jangka pendek yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan. Surat ini akan digunakan sebagai utang dagang dengan mengambil keuntungan dari sistem jual-beli yang dilakukan oleh perusahaan.

4. Deposito

Deposito merupakan produk pasar uang yang paling mudah dijangkau oleh masyarakat. Instrumen ini bisa dibuat di bank dengan jangka waktu paling cepat 1 tahun. Dana deposito nantinya akan digunakan oleh bank untuk pembiayaan untuk produk perbankan lainnya.

5. Banker’s Acceptance

Produk ini muncul saat ada perdagangan luar negeri oleh sebuah perusahaan. Banker’s Acceptance (BA) juga diperjualbelikan dalam pasar uang untuk menurunkan risiko gagal bayar oleh para eksportir.

6. Surat Perbendaharaan Negara (SPN)

Instrumen lain yang termasuk ke dalam pasar uang adalah Surat perbendaharaan Negara. Surat ini akan mengakui utang dalam mata uang Rupiah maupun valuta asing dan dijamin pembayaran bunganya. Surat ini memiliki masa berlaku mulai dari 12 bulan.

Baca juga: 15 Pertanyaan tentang Investasi yang Paling Sering Muncul dan Jawabannya

Keuntungan Pasar Uang

Berinvestasi di pasar uang merupakan langkah bijak untuk kamu yang punya dana berlebih. Berikut keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari pasar uang:

1. Nilai investasi yang stabil

2. Tingkat likuiditas tinggi

3. Keuntungan yang relatif tinggi

4. Risiko investasi rendah

5. Beberapa instrumen bisa diperjualbelikan

6. Pilihan instrumen yang beragam

Baca juga: Cara Menentukan Tujuan Investasi dan Mewujudkannya

Perbedaan Pasar Uang dengan Pasar Modal

Perbedaan pasar uang dan pasar modal
Perbedaan pasar uang dan pasar modal

Pasar uang dan pasar modal menjadi dua tempat yang paling sering menjadi tujuan investasi. Untuk kamu yang mau mulai investasi, sudah sewajarnya tahu perbedaannya.

Secara durasi investasi, pasar uang tergolong lebih cepat dengan durasi 1—3 tahun. Melakukan investasi jangka pendek ini bertujuan untuk mengamankan dana berlebih yang dimiliki sekarang. Dengan kata lain, dana yang diinvestasikan di pasar uang memang ditujukan sebagai tabungan nantinya.

Baca juga: Mengenal Investasi Leher ke Atas dan Manfaatnya

Di sisi lain, pasar modal punya risiko yang jauh lebih tinggi. Karena itu, para investor butuh bersabar lebih lama untuk mendapatkan imbal balik yang diharapkan. Berinvestasi dalam pasar modal biasanya dilakukan dalam 7—10 tahun.

Nah, itu dia pengertian dari pasar uang dalam dunia investasi. Buat kamu yang ingin mulai investasi jangka pendek, cobalah memilih reksadana pasar uang sebagai instrumennya. Download aplikasi BMoney dari Play Store atau App Store untuk bisa berinvestasi reksadana mulai dari Rp10.000 sekarang!

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!