Ini Pengertian Reksadana Pendapatan Tetap dan Keuntungannya

Uji Agung Santosa

11 Maret 2022

Pengertian reksadana pendapatan tetap dan keuntungannya (Foto:123rf.com)
Pengertian reksadana pendapatan tetap dan keuntungannya (Foto:123rf.com)

Reksadana masih menjadi pilihan berinvestasi karena risikonya yang relatif aman, bahkan bagi investor pemula. Salah satu jenis reksadana yang cukup diminati adalah reksadana pendapatan tetap (RDPT). Investasi ini cocok untuk kamu yang ingin investasi yang menguntungkan dengan risiko menengah.

Pengertian Reksadana Pendapatan Tetap

Pengertian reksadana pendapatan tetap
Pengertian reksadana pendapatan tetap

Reksadana pendapatan tetap adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama manajer investasi. Perbedaannya terletak dari instrumen yang digunakan dalam reksadana.

Baca juga: 15 Pertanyaan tentang Investasi yang Paling Sering Muncul dan Jawabannya

Reksadana pendapatan tetap sudah diatur dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 47/POJK.04/2015 tentang Pedoman Pengumuman Harian Nilai Aktiva Bersih Reksadana Terbuka. Reksadana pendapatan tetap adalah reksadana yang melakukan investasi paling sedikit 80% dari nilai aktiva bersih dalam bentuk efek bersifat utang.

Efek bersifat utang contohnya adalah obligasi (surat utang) atau sukuk (obligasi syariah) yang jatuh tempo 1 tahun atau lebih dari 1 tahun, baik yang diterbitkan pemerintah atau perusahaan. Reksadana ini disebut sebagai pendapatan tetap karena imbal hasil atau pendapatan dari efek tersebut diberikan secara tetap.

Potensi keuntungan Reksadana Pendapatan Tetap cukup besar. RDPT memberikan imbal hasil yang tinggi karena sebagian besar dana investor dialokasikan ke obligasi pemerintah atau swasta. Dengan memiliki obligasi, negara atau perusahaan berutang padamu sebesar harga pokok utang yang dijanjikan. Negara atau perusahaan nantinya akan mengembalikan utang tersebut beserta bunganya.

Baca juga: Pengertian Manajer Investasi dan Tips Memilih yang Terbaik

Keuntungan Reksadana Pendapatan Tetap

Keuntungan reksadana pendapatan tetap
Keuntungan reksadana pendapatan tetap

Selain memberikan imbal hasil yang besar, inilah keuntungan-keuntungan yang akan kamu dapat jika berinvestasi di reksadana pendapatan tetap.

1. Hanya butuh modal kecil untuk berinvestasi

Investasi Reksadana Pendapatan Tetap bisa dimulai dari modal yang kecil. Kamu bisa berinvestasi mulai dari Rp 10.000 saja untuk modal awal. Jadi, kamu tidak perlu ragu berinvestasi.

2. Cocok untuk Investor Konservatif-Moderat 

Untuk kamu investor yang punya profil risiko konservatif-moderat, Reksadana Pendapatan Tetap sangat pas untukmu. Ini karena tingkat risikonya yang menengah. Risikonya  lebih tinggi daripada Reksadana Pasar Uang, tetapi lebih rendah dari Reksadana Saham. 

Investasi ini bisa untuk jangka waktu menengah yang imbal hasil maksimalnya bisa didapat dalam jangka waktu 1—3 tahun. Selain itu, Reksadana Pendapatan Tetap dapat menjadi alternatif diversifikasi portofolio investasi saat kondisi ekonomi atau situasi pasar saham tidak pasti.

Baca juga: Cara Menentukan Tujuan Investasi dan Mewujudkannya

3. Pendapatan lebih tinggi daripada reksadana pasar uang

Reksadana pendapatan tetap memiliki keuntungan lebih besar daripada reksadana pasar uang. Ini karena risikonya yang menengah (medium risk), return-nya pun lebih besar daripada investasi berisiko rendah (low risk) seperti reksadana pasar uang.

4. Keuntungan ganda dari capital gain dan dividen

Keuntungan yang diperoleh dari reksadana pendapatan tetap bisa berasal dari dua sumber. Kamu bisa dapat dari obligasi yang memberikan pendapatan tetap sesuai perjanjian dan dari dividen atau pembagian keuntungan. Karena pendapatan dari reksadana tidak dikenai pajak, dividen yang diterima investor juga bebas pajak.

Baca juga: Reksadana Pasar Uang, Pilihan Investasi Menguntungkan untuk Pemula

Risiko Reksadana Pendapatan Tetap

Investasi tidak selalu tentang imbal hasil yang didapat, tetapi juga ada risikonya. Sejalan dengan pendapatan atau keuntungan yang diperoleh, reksadana pendapatan tetap juga memiliki risikonya sendiri.

1. Risiko Penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB)

Seperti sudah disebutkan, investasi Reksadana Pendapatan Tetap sebagian besar pada obligasi. Namun imbal hasil yang diperoleh investor tak selalu sejalan dengan kuponnya (bunga atau fee). Ini karena manajer investasi selaku pengelola dana investor selalu mengelola kembali pendapatan dari kupon ke obligasi lainnya. Karena inilah NAB naik turun.

Ketika NAB naik, investor akan untung. Namun ketika NAB menyusut, investor merugi karena pemilik unit penyertaan akan menjualnya dengan harga yang lebih rendah daripada pembelian. 

Baca juga: Mengenal Reksadana Saham dan Risiko-risikonya

2. Risiko dari adanya peringkat surat utang

Biasanya lembaga pemeringkat utang akan memberikan peringkat pada obligasi yang beredar. Semakin baik peringkatnya, semakin kecil risiko yang ditanggung investor akibat gagal bayar. Demikian pula sebaliknya. Hal ini pun akan turut berpengaruh pada imbal hasil yang diterima investor dari Reksadana Pendapatan Tetap.

Itulah penjelasan mengenai Reksadana Pendapatan Tetap. Jika tertarik berinvestasi di sini, pastikan kamu membelinya dari Agen Penjual Efek Reksadana (APERD) yang terdaftar Otoritas Jasa Keuangan (OJK). APERD contohnya adalah perusahaan manajer investasi, bank, perusahaan sekuritas, atau fintech. Selain kamu juga bisa membelinya di WAPERD (Wakil Agen Penjual Efek Reksadana), yakni perorangan yang telah mendapat sertifikasi OJK.

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!