Perbedaan Saham dan Obligasi yang Perlu Diketahui

Uji Agung Santosa

11 Maret 2022

Perbedaan saham dan obligasi yang harus diketahui (Foto:123rf.com)
Perbedaan saham dan obligasi yang harus diketahui (Foto:123rf.com)

Ramainya bursa saham belakangan ini diikuti juga dengan meningkatnya pembelian obligasi. Keduanya memang memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menanamkan modal atau berinvestasi dengan mendapatkan sebagian keuntungan dari sebuah perusahaan. Dengan demikian, kedua instrumen investasi ini memiliki klaim atas laba dan aktiva berupa uang dan aset lainnya.

Lalu, apa perbedaan saham dan obligasi? Sebelum membicarakan lebih jauh tentang perbedaan saham dan obligasi, pengertian saham dan obligasi juga perlu dilihat lagi.

Pengertian saham dan obligasi

Pengertian saham dan obligasi
Pengertian saham dan obligasi

Saham dan obligasi ini juga dapat ditebus oleh para pemiliknya. Keduanya juga berupa dokumen atau surat yang tertuang perjanjian yang disetujui kedua belah pihak. Nantinya, dokumen atau surat berharga ini bisa diperjualbelikan di bursa efek maupun pasar modal. Meski sama-sama merupakan bentuk instrumen investasi dengan lingkup pasar modal, ada perbedaan obligasi dan saham.

Saham merupakan bentuk kepemilikan individu atas aset sebuah perusahaan atau emiten yang biasanya berbentuk dokumen. Orang yang memiliki saham ini berhak memperoleh keuntungan yang didapatkan perusahaan. Pemilik surat saham berhak atas keuntungan yang didapatkan perusahaan sesuai dengan jumlah lot saham yang dimiliki. Keuntungan dalam investasi saham ini disebut dengan dividen. 

Sementara itu, obligasi adalah surat utang yang dikeluarkan oleh perusahaan atau pemerintah, lengkap dengan bunga serta informasi jatuh tempo pembayarannya. Surat ini merupakan sebuah bukti perjanjian peminjaman dana, sekaligus besaran bunga yang harus dibayarkan oleh pihak penerima obligasi. Meski perusahaan bisa mengeluarkan obligasi, obligasi lebih sering dikeluarkan oleh instansi pemerintahan.

Baca juga: Mengenal Investasi Leher ke Atas dan Manfaatnya

Obligasi sendiri memiliki dua jenis, yakni obligasi dengan jaminan (secured bonds), yaitu jenis obligasi yang dijamin dengan jaminan tertentu. Jenis obligasi ini berupa obligasi dengan garansi (guaranteed bonds), obligasi dengan jaminan harta (mortgage bonds), obligasi dengan jaminan efek (collateral bonds), dan obligasi dengan jaminan peralatan (equipment bonds).

Jenis kedua, obligasi tanpa jaminan (unsecured bonds), yaitu bentuk obligasi yang diberikan hanya dalam bentuk kepercayaan semata, seperti debenture bonds yakni obligasi yang diterbitkan pemerintah dan subordinate bonds.

Baca juga: Reksadana Pasar Uang, Pilihan Investasi Menguntungkan untuk Pemula

Perbedaan Saham dan Obligasi

Perbedaan saham dan obligasi
Perbedaan saham dan obligasi

Nah, kini akan dijelaskan perbedaan saham dan obligasi. Yuk, simak di bawah ini:

1. Batas masa berlaku

Perbedaan saham dan obligasi yang pertama adalah batas masa berlakunya. Saham dan obligasi memiliki batas waktu yang berbeda. Kamu sebagai pemilik saham masih memiliki hak atas keuntungan dan suara selama perusahaan itu berdiri dan masih memiliki surat bukti kepemilikan sahamnya.

Untuk obligasi, instrumen ini memiliki masa berlaku yang jelas yang tertera di dalam surat. Apabila kamu ingin berinvestasi untuk jangka panjang, saham merupakan pilihan yang tepat. Namun jangan lupa, saham merupakan high risk high return investment.

Artinya, saham bisa mendatangkan keuntungan banyak namun juga memiliki risiko yang tinggi. Sementara itu, obligasi memiliki keuntungannya sendiri karena jangka waktu yang sudah ditentukan. Ketika jangka waktu perjanjian telah habis, kamu bisa berganti ke bentuk investasi lainnya. Dengan begitu, jika perusahaan mengalami kerugian tetapi jangka waktu perjanjian telah berakhir, kamu tidak akan terkena dampaknya.

Baca juga: Mengenal Reksadana Saham dan Risiko-risikonya

2. Keuntungan yang diperoleh

Perbedaan obligasi dan saham lainnya adalah tingkat keuntungan yang didapat. Keuntungan dari investasi bersifat fluktuatif. Keuntungan saham ini tidak bisa diperkirakan dan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung keuntungan dan produktivitas perusahaan. Berbeda dengan obligasi, keuntungan dan kepemilikan obligasi, biasanya bisa didapatkan setiap bulan dengan jumlah yang tetap stabil sampai masa berlaku surat perjanjian berakhir. Bagi kamu yang berani mengambil risiko dengan tujuan memperoleh untung besar, saham tentu bisa menjadi sarana investasi yang sesuai. Namun, jika kamu ingin mendapatkan hasil yang stabil, obligasi menjadi pilihan yang aman.

3. Ada dan tidaknya pajak

Perbedaan saham dan obligasi yang ketiga adalah pajak yang dikenakan. Pada pengertian tentang saham, kamu akan menerima hasil atau keuntungan dari saham berupa dividen. Nah, keuntungan yang kamu peroleh ini merupakan jumlah total setelah dipotong pajak. Sebaliknya, untuk obligasi, bunga obligasi lebih dulu dikeluarkan sebagai biaya, jadi bisa dianggap tidak kena pajak.

4. Punya hak berbeda

Perbedaan obligasi dan saham lainnya, pemilik saham memiliki hak atas keuntungan perusahaan dan juga hak suara. Sementara obligasi, pemilik hanya berstatus sebagai pemberi utang.

Apabila telah mengetahui perbedaan saham dan obligasi secara umum, kamu perlu juga melihat perbedaan dari segi risiko agar dapat menentukan pilihan yang sesuai dengan tujuan kamu berinvestasi dengan imbal balik yang cocok. 

Baca juga: Pengertian Portofolio Investasi, Fungsi, dan Cara Menyusunnya

Risiko Instrumen Obligasi

Obligasi memiliki sejumlah risiko untuk para investornya. Berikut risiko yang bisa kamu dapatkan dari obligasi.

1. Risiko gagal bayar

Pengelolaan dan perputaran uang yang tidak baik bisa berdampak sebuah perusahaan gagal bayar surat obligasi yang sudah jatuh tempo. Risiko ini besar terjadi pada perusahaan swasta.

2. Risiko capital loss 

Capital loss adalah kondisi ketika kamu sebagai investor merugi karena harga obligasi lebih rendah dari harga saat membeli. Perubahan suku bunga, persoalan politik ekonomi, permasalah global dan kerusuhan dalam negeri bisa mengakibatkan peristiwa capital loss.

3. Risiko likuiditas 

Surat obligasi tidak mudah dijual kembali dalam tempo singkat. Investasi obligasi dinilai tidak cukup likuid. Jika terpaksa menjual kembali surat obligasi sebelum jatuh tempo, kamu bisa mengalami kerugian.

Baca juga: 10 Fungsi Investasi dan Tips Berinvestasi yang Menguntungkan

Risiko Saham

Risiko saham
Risiko saham

Saham pun tidak kalah dalam urusan risiko. Malahan, ada sejumlah risiko yang mungkin besar diterima oleh para investor. Berikut risiko saham yang bisa kamu dapatkan: 

1. Tidak menerima dividen 

Kamu bisa terancam tidak menerima dividen yang merupakan keuntungan dari investasi sahammu. Hal ini bisa terjadi jika perusahaan yang menjadi tempatmu meletakkan investasi saham tengah mengalami kerugian. 

2. Suspend 

Saham yang kamu investasikan bisa hilang ketika perusahaan yang menaungi sahammu diberhentikan, baik untuk sementara maupun permanen oleh Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Biasanya, tindakan pemberhentian ini dilakukan karena perusahaan tersebut bermain curang seperti menaikan harga saham dengan cara yang fiktif. Hal tersebut menyalahi peraturan dalam pasar modal.

3. Delisting 

Mirip dengan suspend, tapi risiko perusahaan yang delisting adalah tidak lagi diperbolehkan bermain dalam pasar modal. Dengan kata lain, Bursa Efek Indonesia tidak mau menjual saham perusahaan tersebut. Pasalnya, entimen saham selalu merugi dan memiliki banyak skandal negatif seputar perusahaan.

4. Perusahaan pailit 

Dana investasimu juga menjadi pertaruhan dalam investasi saham. Malahan, berpotensi hilang ketika perusahaan tempat kamu berinvestasi mendadak bangkrut dan berimbas pada gagal bayar. Apabila terjadi gagal bayar, bisa dipastikan dana investasimu akan hilang.

5. Fluktuasi pasar 

Harga saham sangat bergantung pada sentimen pasar sehingga harga saham terus berubah mengikuti situasi yang terjadi. Fakta ini bisa menjadi risiko, tapi dapat pula disebut sebagai peluang

Di atas tadi, penjelasan perbedaan saham dan obligasi. Selanjutnya, kamu tinggal menelaah investasi jenis apa yang dapat memfasilitas mu meraih tujuanmu mungkin kamu bisa memulai untuk investasi reksadana atau investasi reksadana campuran. Sudah siap untuk berinvestasi? Nah, pilih yang paling cocok dengan profil risiko yang kamu miliki, ya.

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!