Pengertian Pialang Saham, Peran, dan Fungsinya

Uji Agung Santosa

05 Maret 2023

Pengertian pialang saham dan tugasnya (123rf.com)
Pengertian pialang saham dan tugasnya (123rf.com)

Masyarakat luas tentu sudah akrab dengan istilah pialang saham. Para pialang ini bukan hanya menjadi agen perantara di dunia investasi, tapi juga berperan besar membantu investor menjalankan investasi terbaik. Namun, tahukah kamu apa itu pialang saham dan pekerjaannya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Pengertian Pialang Saham

Pialang dalam saham dikenal juga dengan banyak sebutan dan istilah. Di antaranya perwakilan terdaftar atau penasihat investasi atau Perantara Pedagang Efek (PPE), serta broker atau Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE).

Para pialang ini merupakan perusahaan atau individu yang diberi wewenang untuk membeli atau menjual suatu saham, dan menjadi perantara antara investor dengan pasar modal. Sederhananya, pialang saham adalah perusahaan atau individu yang menawarkan jasa jual beli saham sehingga memungkinkan terjadinya transaksi antara emiten dengan investor di pasar bursa efek.

Jadi, ketika kamu ingin berinvestasi saham tapi tidak bisa membelinya langsung dari perusahaan maupun pasar modal, maka kamu akan membutuhkan pialang sebagai perantara pembelian atau penghubung agar terjadi transaksi.

Pialang bisa berupa perusahaan sekuritas atau emiten, pun seseorang yang bekerja di perusahaan sekuritas sehingga terdaftar sebagai anggota bursa efek dan sudah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mereka akan mengatasnamakan nama klien ketika melakukan tugasnya, dan dibayar berdasarkan komisi.

Baca juga: Cara Beli Saham bagi Investor Pemula

Fungsi, Peran, dan Tugas Pialang Saham

Tugas dan fungsi pialang saham.
Tugas dan fungsi pialang saham.

Secara garis besar, pialang memiliki fungsi dan peran penting di bursa yang bukan hanya sekadar sebagai perantara perdagangan saham, tapi juga sebagai pemberi informasi mengenai segala hal terkait saham. Berikut sejumlah tanggung jawab dan tugas pialang yang perlu diketahui:

1. Melaksanakan instruksi investor

Pialang memiliki tanggung jawab utama untuk menjalankan instruksi dari investor, walaupun dalam sejumlah kasus investor juga bisa menyerahkan aktivitas perdagangannya sesuai rekomendasi pialang. Lazimnya, seorang investor akan menentukan volume dan target harga yang diinginkan untuk jual beli saham dan aset lainnya, lalu pialang menjalankan instruksi tersebut dengan membantu menjalankan transaksi sesuai pesanan.

2. Sebagai penasihat utama

Pialang yang baik akan bertindak sebagai penasihat utama bagi investor sehingga keahlian dan pengalaman tentu sangat diperlukan. Bukan hanya membantu menganalisis kondisi bursa secara menyeluruh, seorang pialang juga mesti pandai menimbang risiko dan kemungkinan imbal hasil. Ini diperlukan untuk memberi masukan, saran, serta merekomendasikan saham terbaik yang perlu dijual atau dibeli oleh investor.

3. Sebagai guru dan komunikator yang baik

Selain menjadi penasihat, pialang juga berperan sebagai guru sekaligus komunikator yang baik. Mereka akan mengedukasi seputar pasar modal sesuai kebutuhan investor, pun menjadi sumber ilmu dan tempat menjawab pertanyaan investor terkait saham. Dengan demikian, para pialang ini bukan sekadar dituntut memiliki keahlian dan pengetahuan mumpuni di bidangnya, tapi juga andal dalam berinteraksi dan berbagi pengetahuan.

4. Menciptakan keselarasan

Sebagaimana penjual jasa yang profesional, pialang berperan besar untuk menciptakan keselarasan dalam pekerjaan dan kliennya. Pialang bukan hanya perlu menjalin hubungan baik dengan pelanggan, tapi juga bertanggung jawab terhadap seluruh deskripsi pekerjaan. 

Salah satunya untuk menyimpan dan mengamankan data-data penting terkait investor semisal data transaksi dari atau ke rekening, data pajak, hingga data penarikan. Selain itu, pialang juga berperan dalam menjaga kelancaran perputaran informasi dan perputaran dana guna mendukung eksistensi pasar modal.

Baca juga: Apa Itu Bursa? Pelajari Pengertian, Jenis-Jenis, dan Fungsinya!

Jenis-Jenis Pialang Saham

Jenis-jenis pialang saham dapat dibedakan menjadi dua, yaitu berdasarkan layanan yang diberikan dan klien yang ditangani. Berdasarkan layanannya, ada 4 jenis pialang yang tersedia, yakni full service broker, deep discount broker, discount broker, dan online broker. Lalu, berdasarkan kliennya, terdapat dua jenis pialang yang dikenal yaitu retail broker dan institutional broker. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Retail broker

Retail broker atau biasa disebut individual broker adalah pialang yang memiliki klien individu atau perorangan dengan latar belakang apapun. Mereka bertanggung jawab sebagai penghubung kegiatan jual beli saham perorangan.

2. Institutional broker

Institutional broker punya tanggung jawab yang sama dengan retail broker. Bedanya, jenis pialang ini menangani transaksi saham untuk institusi atau perusahaan besar semisal reksa dana atau bank. Nilai investasinya juga cenderung besar karena biasanya dilandasi keinginan menanamkan modal di bursa efek. Namun, karena transaksi yang dijalankan dalam jumlah besar, komisi yang didapat jenis pialang ini relatif lebih sedikit ketimbang pialang perorangan.

3. Full service broker

Seperti namanya, full service broker merupakan sebutan bagi pialang yang memberi layanan penuh untuk setiap klien yang menggunakan jasanya, Mulai dari menjalankan instruksi investor, menganalisis pasar dan memberi informasi, hingga membuat laporan pergerakan pasar modal. 

Pialang full service ini biasanya mendapat komisi paling besar ketimbang jenis pialang lainnya lantaran tugasnya yang padat. Full service broker kerap jadi pilihan investor sibuk yang sulit meluangkan waktu menganalisis pasar.

Baca juga: Tips Investasi Saham untuk Pemula

4. Discount broker

Discount broker memiliki deskripsi pekerjaan inti mirip pialang full service, tapi dengan beberapa tugas yang dipangkas. Mereka hanya diwajibkan melakukan perdagangan saham sesuai instruksi investor sekaligus menganalisis dan merekomendasikan saham terbaik. Investor yang menggunakan jasa discount broker biasanya sudah punya pengetahuan dasar mengenai saham dan cara menganalisis pasar.

5. Deep discount broker

Sedikit mirip dengan discount broker, Deep discount broker bisa dibilang memiliki komisi terkecil dibanding jenis lainnya lantaran hanya mengurus pemeliharaan rekening dan menjalankan perintah transaksi oleh investor. Jenis pialang ini cocok untuk investor yang hanya membutuhkan perantara jual beli saham.

6. Online broker

Di era teknologi seperti sekarang, investor tidak lagi harus bertemu langsung dengan pialang untuk menggunakan jasanya. Sebagai gantinya, kini pialang tersedia secara online dengan memanfaatkan sistem digital. Pialang yang memberikan pelayanan online ini disebut online broker

Selain memudahkan karena tak perlu bertatap muka langsung, sistem online terbilang lebih unggul karena menghemat waktu dan biaya. Misalnya, investor jadi tidak perlu repot mengantri untuk melakukan data diri atau sekadar memantau pergerakan saham.

Baca juga: Aplikasi Investasi Saham dan Reksadana yang Cocok untuk Pemula

Sumber Penghasilan Pialang Saham

Penghasilan seorang pialang saham.
Penghasilan seorang pialang saham.

Karena beban dan tanggung jawabnya yang besar, maka tak heran jika penghasilan pialang juga tak main-main.

Sumber pendapatan pialang didapat dari kombinasi penghasilan pokok di perusahaan sekuritas tempatnya bekerja, sekaligus tambahan dari komisi pendapatan hasil transaksi jual beli saham dari kliennya.

Untuk jasa pialang yang digunakan, kamu sebagai investor perlu merogoh kocek dengan besaran beragam, tergantung pengalaman dan kemampuan pialang yang dipilih. Umumnya, besaran komisi pembelian pialang berkisar antara 0,1-0,3 persen dan komisi penjualannya sekitar 0,2-0,4 persen.

Kredibilitas Pialang Saham

Setiap pialang investasi dapat menunjukkan kredibilitasnya dengan mengantongi bukti tanda kelulusan ujian Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) serta sertifikasi Certified Financial Analyst (CFA).

Mengenai kinerjanya bisa dipastikan aman dan terjamin karena pekerjaan pialang diawasi langsung oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang berada di bawah naungan Kementerian Perdagangan. Kegiatan para pialang juga diatur etika bursa efek.

Selain itu, analisis dan pengambilan keputusan pialang sejatinya juga didukung oleh tim riset perusahaan. Orang-orang di dalamnya bisa terdiri dari ahli ekonomi dan analis yang kompeten di bidangnya. 

Baca juga: Apa Itu Investasi Bodong? Kenali Ciri dan Jenisnya di Sini 

Tips Memilih Pialang Saham

Agar keuntungan transaksi saham optimal, kamu harus cerdas dalam memilih pialang yang kredibel dan kompeten. Lantas, apa saja yang perlu dijadikan pertimbangan dalam memilih pialang? Berikut tips-tipsnya.

  • Periksa dan teliti daftar pialang hanya melalui website resmi Bursa Efek Indonesia (BEI)
  • Pastikan pialang telah mengantongi izin dan sertifikat resmi dari OJK
  • Amati nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) di website BEI. Semakin tinggi nilainya, semakin kredibel pialangnya
  • Pilih pialang saham dengan setoran awal terjangkau mulai dari Rp100 ribu agar aman, terutama bagi investor pemula
  • Amati komisi pialang. Komisi kecil menandakan tidak ada beban biaya tinggi bagi investor saat bertransaksi saham
  • Pastikan perusahaan memiliki aplikasi online trading untuk mempermudah transaksi dan pemantauan.

Jadi, tertarik berinvestasi melalui pialang saham? Selain berinvestasi saham di pasar modal, kamu juga bisa mengecek investasi saham online dan beragam jenis instrumen investasi lainnya melalui aplikasi BMoney yang bisa diunduh di Play Store atau App Store. Bukan hanya dijamin aman, lewat aplikasi ini kamu juga bisa mulai berinvestasi dengan modal Rp10 ribu saja. Selamat mencoba!

 

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!