Tips Membaca Pola Candlestick Lengkap

Imanuel Kristianto

13 Mei 2022

Pola candlestick lengkap (Foto: 123rf)
Pola candlestick lengkap (Foto: 123rf)

Kamu yang sudah sering terjun ke dunia Forex pasti sudah tidak asing lagi dengan pembacaan pola, termasuk pola candlestick lengkap yang harus dipahami oleh seorang trader agar bisa membaca pergerakan pasar. Sebelum membahas lebih lanjut tentang cara membaca pola candlestick, pastikan kamu sudah memahami apa itu pola candlestick.

Pengertian Pola Candlestick

pengertian candlestick
Pengertian candlestick (123rf)

Pola candlestick muncul dan mulai populer pada abad ke-17 setelah sering digunakan oleh orang-orang Jepang. Pola ini cukup rumit sehingga perlu dipelajari secara serius agar dapat bermanfaat dalam meraup keuntungan bisnis.

Awalnya, pola candlestick digunakan untuk melihat angka kenaikan harga beras di Jepang. Namun, lambat laun pola ini juga digunakan sebagai patokan dalam trading. Sesuai dengan namanya, pola ini memiliki bentuk menyerupai lilin. Para trader andal mengatakan bahwa pola ini sangat penting untuk dipahami agar mereka dapat mengetahui kapan harus masuk dan keluar saat melakukan trading

Secara sederhana, pola candlestick merupakan pola yang terdapat pada sebuah chart dalam perdagangan Forex. Ada beragam jenis pola candlestick yang bisa ditemui dan jenis-jenis pola tersebut menunjukkan status pelaku pasar apa saja yang lebih dominan dalam perdagangan Forex.

Pola ini biasanya digunakan oleh para trader untuk melihat harga sekuritas tinggi, rendah, terbuka, dan penutupan pada periode-periode tertentu. Dengan mengetahui berbagai macam pola candlestick, kamu bisa memantau pergerakan harga dan mengetahui potensi yang menguntungkan serta meminimalisasi risiko kerugian.

Baca juga: Cara Membaca Grafik Saham yang Tepat untuk Investor Pemula 

Cara Membaca Pola Candlestick Lengkap

candlestick
Cara membaca pola candlestick (123rf)

Setelah memahami apa itu pola candlestick dan manfaatnya, saatnya belajar membaca pola tersebut dengan melihat beberapa hal berikut ini.

1. Indikator posisi harga

Ada empat indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui harga instrumen investasi dalam pola candlestick, yaitu:

  • Open: harga saat perdagangan dibuka 
  • Close: harga setelah perdagangan ditutup
  • Low: harga terendah
  • High: harga tertinggi

Sebagai grafik yang bersifat komplet, kamu bisa melihat titik harga pembukaan dan penutupan pada pola candlestick dan melihat pola pergerakan harga pada titik low dan high. Bahkan, kamu juga bisa melihat dengan jelas bentuk sumbu (upper shadow-lower shadow) untuk memperkirakan kekuatan sinyal market.

Baca juga: 7 Buku tentang Saham yang Wajib Dibaca Investor Pemula

2. Indikator warna candle

Cara membaca pola candlestick lengkap adalah dengan melihat indikator warnanya. Ada dua warna yang muncul pada grafik, yaitu hijau dan merah. Keduanya memiliki bentuk seperti lilin berwarna yang juga disebut body.

Candle berwarna hijau (bullish) memperlihatkan bahwa harga close lebih tinggi daripada harga open, sedangkan candle warna merah (bearish) menunjukkan harga close lebih rendah ketimbang harga open.

Jika pola candlestick berwarna hijau, maka pola tersebut akan bergerak ke atas. Sebaliknya, saat berwarna merah, pola candle akan bergerak ke bawah. Selain mengetahui posisi harga, kedua warna tersebut juga memperlihatkan informasi seputar trading saham atau komoditas. 

Meski begitu, ada juga beberapa aplikasi trading yang tidak memunculkan kedua warna tersebut sehingga kamu harus sudah bisa memahaminya terlebih dulu jika ingin membaca pola candle tanpa warna.

Baca juga: Ini Cara Menghitung Return Saham untuk Perkirakan Keuntungan

3. Sumbu candle

Indikator lain yang bisa dibaca dari pola candle adalah sumbu (shadow), yaitu informasi fluktuasi harga yang bergerak sesuai dengan durasi candlestick. Ukuran badan sumbu dipengaruhi oleh volatilitas sehingga ketika terjadi volatilitas, sumbu candle menjadi lebih panjang dari body.

Saat sumbu candle memanjang ke bawah, artinya pelaku pasar sedang mendorong harga untuk turun. Meski begitu, hal ini tidak cukup kuat untuk bisa menahan harga tetap di angka rendah. Pada saat yang sama, para pelaku pasar akan melakukan pembelian sehingga makin lama harga pasar juga makin naik. Kondisi ini disebut juga bullish reversal

Sementara itu, sumbu yang memanjang ke atas menandakan bahwa para pelaku pasar lebih memilih melakukan taking profit daripada harus bertahan. Kondisi ini dikenal dengan istilah bearish reversal

Baca juga: Cara Kerja Saham sebagai Instrumen Investasi dan Trading

Jenis-Jenis Pola Candlestick

jenis pola candlestick
Jenis pola candlestick (123rf)

Setelah mempelajari cara membaca pola candlestick, saatnya kamu mengetahui jenis-jeni pola candle yang biasa muncul pada chart perdagangan berikut ini.

1. Candlestick single

Pola candlestick single adalah pola yang paling sering muncul karena hanya memiliki satu ruas candle atau tidak memiliki pasangan. Beberapa jenis pola candlestick single adalah:

  • Marubozu atau disebut juga “kepala botak”, yaitu pola berbentuk candle yang tidak memiliki shadow atas dan bawah. Pola ini menandakan adanya tekanan bearish atau bullish yang sangat besar pada periode tertentu. Jika kamu melihat bearish berwarna hitam, artinya tekanan bullish sedang menguat.
  • Long Candle, yaitu pola candlestick berukuran panjang yang terdiri atas long bullish atau long bearish candle. Pola jenis ini memiliki bayangan yang lebih jelas ketimbang Marubozu.
  • Spinning Tops, yaitu candle yang memiliki upper dan lower shadow berukuran panjang di sisi atas dan bawah. Pola jenis ini biasanya menandakan bahwa pengaruh bearish dan bullish sama besarnya. Jika pola ini muncul di ujung uptrend, artinya pasar berpotensi mengalami downtrend. Sebaliknya, jika pola ini muncul di ujung downtrend, maka kemungkinan besar pasar akan mengalami uptrend.
  • Doji, yaitu pola berbentuk tipis yang muncul karena persamaan harga open dan harga close. Meski termasuk candlestick single, pola ini memiliki karakteristik yang kompleks sehingga kamu perlu mengonfirmasi pola candlestick selanjutnya untuk memperkirakan pergerakan pasar.
  • Hammer dan Hanging Man, yaitu pola berbentuk pendek dengan long lower dan short upper shadow. Meski pola ini sering dianggap memiliki tingkat akurasi yang rendah, keduanya tetap berperan penting dalam memproyeksikan pergerakan pasar. 

2. Candlestick double

Sesuai dengan namanya, pola candle yang satu ini terdiri atas dua ruas body. Ada beberapa macam-macam pola candlestick double, di antaranya:

  • Engulfing Pattern, yaitu pola yang mudah diamati dan memiliki tingkat probabilitas trading yang cukup tinggi, terutama ketika pasar sedang trending. Oleh karena itu, banyak trader yang menggunakan pola ini sebagai tanda untuk entry dan mendapatkan profit. Pola jenis ini terdiri atas bullish engulfing dan bearish engulfing. Kamu bisa melihat pola ini berdasarkan ukuran candle yang lebih panjang dari sebelumnya.
  • Harami, yaitu pola yang memiliki dua batang candlestick dengan batang kedua lebih kecil dan letaknya di dalam jangkauan tubuh batang pertama. Berbanding terbalik dengan Engulfing Pattern, bullish pada Harami dapat diidentifikasi dengan melihat kemunculan candlestick berukuran lebih kecil daripada candlestick sebelumnya. Begitu juga dengan bearish harami yang dapat diidentifikasi melalui kemunculan bearish candlestick yang lebih kecil dibandingkan candlestick sebelumnya. 
  • Dark Cloud Cover dan Piercing Line, yaitu pola bearish dan bullish. Jika harga high bearish lebih tinggi dibandingkan dengan harga bullish sebelumnya, maka pola tersebut bisa disebut Dark Cloud Cover. Jika harga low candlestick bullish lebih rendah daripada harga low candlestick bearish sebelumnya, kondisi ini disebut Pricing Line. 
  • Tweezer, yaitu pola yang terletak di bagian atas dan bawah yang menandakan adanya pembalikan arah tren. Tweezer Top adalah pola berbentuk hammer yang berdampingan dan Tweezer Bottom adalah inverted hammer yang saling berdampingan.

3. Candlestick triple

Pola jenis ini termasuk pola yang memiliki tingkat akurasi paling tinggi sehingga sering digunakan oleh para trader untuk mendapatkan keuntungan. Ada tiga jenis pola triple yang bisa kamu pelajari, yaitu:

  • Morning Star dan Evening Star, yaitu pola yang didukung oleh koreksi yang lebih panjang dibandingkan dengan pola-pola candlestick lainnya. Pola ini terbentuk dari tiga candle yang mengindikasikan akan terjadinya reversal dari pergerakan harga pasar. Kedua pola ini ditandai dengan adanya jarak antara candle pertama dan kedua dengan ukuran candle kedua yang lebih kecil.
  • Three White Soldiers dan Three Black Crows. Kedua pola ini mudah diidentifikasi karena bentuknya mirip seperti batang yang berjajar bertingkat yang terdiri atas tiga candle dengan body panjang berwarna hijau dan merah. Three White Soldiers menandakan potensi penguatan berkelanjutan, sedangkan Three Black Crows menandakan adanya kenaikan penjualan dan penawaran.
  • Three Inside Up dan Three Inside Down. Three Inside Up menandakan adanya potensi pembalikan arah bullish reversal, yaitu kondisi ketika harga berbalik naik setelah terus menurun. Sebaliknya, Three Inside Down menandakan potensi pembalikan bearish reversal ketika harga berbalik turun setelah terus meningkat.

Baca juga: Cara Beli Saham Luar Negeri yang Janjikan banyak Untung

Setelah mempelajari pengertian, cara membaca, dan jenis-jenis pola candlestick lengkap ini, jangan lupa untuk mempraktikkannya secara langsung ya. Jika butuh tips investasi lainnya, jangan ragu untuk kunjungi BMoney!

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!