Kinerja Saham BJBR: Emiten Perbankan yang Rajin Bagi Dividen

Uji Agung Santosa

08 September 2023

Kantor Bank BJB Bandung (image: Bank BJB)
Kantor Bank BJB Bandung (image: Bank BJB)

Apakah kamu salah satu nasabah dari Bank Jabar dan tertarik untuk berinvestasi atau membeli saham dari salah satu bank BUMN tersebut? Ada kabar baik untukmu karena saham BJBR atau PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) masuk dalam 20 besar indeks IDX BUMN20. 

 

Menurut rilis yang dikeluarkan Bursa Efek Indonesia (BEI), BJBR menjadi satu-satunya bank pembangunan daerah yang masuk dalam daftar tersebut yang efektif berlaku dari 3 Agustus 2023 hingga 2 Februari 2024.

IDX BUMN20 atau IDXBUMN20 merupakan indeks yang mengukur kinerja harga dari 20 saham milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan yang terkait yang punya nilai kapitalisasi pasar cukup besar dan likuiditas yang tinggi. 

Berminat membeli saham BJBR? Simak lebih lanjut informasi di bawah ini dulu, yuk!

Profil Perusahaan BJBR

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. atau disingkat menjadi BJB merupakan bank BUMD yang dimiliki pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Banten (sejak 2016). Bank daerah ini berdiri pada 20 Mei 1961 dalam bentuk perseroan terbatas. Pada perkembangannya, bank berubah status menjadi BUMD.

Hingga saat ini, BJB berkantor pusat di Bandung dan memiliki 65 kantor cabang, 309 Kantor Cabang Pembantu atau KCP, 340 kantor kas, 152 Payment Point, 11 Kas Mobil Keliling, 1386 ATM, 11 Layanan Precious, 6 UMKM, dan 11 Weekend Banking. 

Berdasarkan sejarahnya, BJB berdiri setelah menasionalisasi perusahaan atau bank hipotek milik Belanda yang ada di Bandung bernama De Eerste Nederlandsche Indische Shareholding N.V.

Baca juga: Daftar Saham Bank Syariah yang Terdaftar di BEI

Setelah dikukuhkan melalui surat keputusan Gubernur Jawa Barat pada 20 Mei 1961, Bank Karya Pembangunan Daerah Jawa Barat resmi berdiri. Modal dasar pengoperasian bank ini didapat dari kas daerah dengan jumlah Rp2.500.000. 

BJB mendapat kedudukan hukum melalui Perda Jabar yang dikeluarkan tanggal 27 Juni 1972. Enam tahun kemudian, 27 Juni 1978, BJB mengganti dan mengukuhkan namanya menjadi Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat. 

Setelah itu, melalui akta yang disahkan oleh Menteri Kehakiman Indonesia tertanggal 16 April 1999, bentuk hukum bank ini berubah menjadi Perseroan Terbatas. Pada Juli 2010, BJB resmi menjadi bank pembangunan daerah pertama di Indonesia yang sahamnya resmi melantai di BEI.

Kinerja Keuangan BJBR

Kinerja Saham BJBR (TradingView)
Kinerja Saham BJBR (TradingView)

Kinerja perbankan di Indonesia tahun 2023 mendapat tantangan berupa dampak kenaikan suku bunga acuan yang telah terjadi sejak 2022 lalu, termasuk kinerja keuangan BJB. Walau demikian, sampai semester I tahun 2023, BJBR masih mencatatkan perolehan laba bersih di tengah performa kinerja yang menurun. 

BJB mencatatkan laba bersih konsolidasian sebanyak Rp908,75 miliar. Angka tersebut menunjukkan kenaikan dari perolehan laba bersih pada kuartal I tahun 2023, yaitu Rp366,150 (QoQ), tetapi turun 24% (YoY) dari perolehan laba bersih tahun lalu di periode yang sama yang mencapai Rp1,19 triliun. 

BJB juga mengalami penurunan pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) sebesar 15,65% (YoY), dari Rp4,09 triliun menjadi Rp3,45 triliun pada periode yang sama di tahun lalu. 

Di sisi lain, portfolio kredit BJB tercatat naik 11% (QoQ) dari Rp116,45 triliun di kuartal I tahun 2023 menjadi Rp129,28 triliun, serta naik 4,77% (YoY) sebesar Rp115,17 triliun dari tahun lalu.

Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat dapat mengimbangi penyaluran kredit yang dikeluarkan dengan menjaga Loan to Deposit Ratio (LDR) optimal per Juni sebanyak 90,4%. 

DPK BJB tercatat berada di angka Rp129,079 triliun di semester I tahun 2023. Angka tersebut turun 0,05% (QoQ) dari Rp129,795 triliun pada kuartal I 2023 dan turun 1,57% (YTD) dari Rp131,138 triliun pada periode yang sama di tahun lalu. 

BJB mencatatkan Rasio Kredit Bermasalah (NPL) terjaga di angka 1,2% dengan coverage level 119,1%, sementara rasi (CAR) ada di level 20,1%. Dengan angka-angka yang dicapainya, BJB meraih laba sebesar Rp1,1 triliun hingga Juni 2023 atau sepanjang semester I tahun 2023 secara konsolidasi. 

Untuk lebih jelasnya, mari simak kinerja keuangan PT BJB selama beberapa periode berikut ini:

Komponen

Q2 2023

2022

2021

2020

Pendapatan Bunga Bersih (NII)

Rp3,45 triliun

Rp8,41 triliun

Rp7,9 triliun

Rp6,4 triliun

Laba Bersih

Rp1,1 triliun

Rp2,3 triliun

Rp2,03 triliun

Rp1,6 triliun

Laba Kotor

Rp446 Milliar

Rp2,8 triliun

Rp2,6 triliun

Rp2,1 triliun

Total Aset

Rp177,7 triliun

Rp181,24 triliun

Rp158,36 triliun

Rp140,9 triliun

Total Ekuitas

Rp14,8 triliun

Rp15,2 triliun

Rp13,6 triliun

Rp12 triliun

Total Liabilitas

Rp154,8 triliun

Rp154,9 Trilliun

Rp135,7 triliun

Rp122,6 triliun

Sementara itu, untuk rasio keuangan dari saham BJBR, tercatat angka-angka berikut ini:

Rasio

Q2 2023

2022

2021

2020

ROA

1,33%

1,27%

1,28%

1,20%

ROE

14,09%

15,63%

15,53%

14,05%

NIM

4,77%

5,86%

5,66%

5,52%

DER

1,58%

11,29%

11,10%

6,29%

Baca juga: Kinerja dan Pergerakan Harga Saham ARTO Milik Bank Jago

Dilihat dari tabel di atas, ROE BJBR berada di angka yang tinggi, cukup baik untuk emiten perbankan, yaitu minimal 3%, sedangkan ROA-nya sendiri terlihat buruk karena jauh berada di bawah 20%. 

Artinya, BJBR kurang efisien dalam mengelola laba bersih yang diperoleh. Pada tabel tercatat pula NIM yang berada di sekitar 4-5%, yang berarti menunjukkan performa kurang baik karena sesuai standar yang ditetapkan Bank Indonesia, NIM perbankan bisa dikatakan baik jika berada di atas 6%. 

Pembagian Dividen Pemegang Saham BJBR

Pembagian Dividen Saham BJBR
Pembagian Dividen Saham BJBR

Bank Jabar membagikan dividen tahun buku 2022 dengan jumlah total Rp1,1 triliun. Pembagian dividen tersebut telah disetujui dalam RUPST pada April 2023. Nilai dividen yang dibagikan setara dengan 49,47% dari total laba bersih yang diperoleh Bank BJB tahun 2022, yaitu Rp2,22 triliun. 

Tahun 2022, Bank BJB juga membagikan dividennya sebesar Rp1,04 triliun atau Rp99,11 per saham dari laba bersih tahun buku 2021. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat ini mencatatkan laba bersih sebanyak Rp2,03 triliun di tahun buku 2021. Dengan pencapaian tersebut, jumlah dividen yang dibagikan sama dengan 51,23% dari laba bersih yang didapat perseroan.

Bank BJB terhitung cukup sering membagikan dividen karena di tahun 2021, BJBR juga kembali menetapkan pembagian dividen senilai Rp941,97 miliar, setara dengan 56% laba bersih tahun buku 2020 senilai Rp1,7 triliun. Dengan jumlah ini, dividen yang dibagikan pada pemegang saham yaitu senilai Rp95,74 per lembar saham. 

Prospek Bisnis Saham BJBR

Prospek Bisnis Bank BJBR
Prospek Bisnis Bank BJBR

Jika kamu tertarik berinvestasi pada saham BJBR ketahuilah bahwa PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. tersebut mengalami penurunan laba bersih sepanjang kuartal I tahun 2023. Penurunannya cukup besar, yaitu dari Rp592 miliar menjadi Rp366 miliar pada periode yang sama di tahun lalu.

Namun prospek berinvestasi saham BJBR dan saham-saham bank daerah lainnya dinilai masih cukup positif di tahun ini, terutama didukung oleh proyeksi pertumbuhan kredit yang masih solid dan momen kampanye pemilu yang potensial mendongkrak konsumsi masyarakat. 

Saham BJBR masih menarik untuk para investor karena profitabilitas yang lumayan tinggi dan tingkat risiko yang terhitung rendah terhadap bank-bank daerah lain.

Baca juga: Ini Daftar 10 Saham dengan Dividen Terbesar Tahun 2023

Bagaimana, apakah kamu tertarik membeli saham BJBR untuk berinvestasi? Jika masih ragu dan ingin mencari saham lain yang lebih menjanjikan, lakukan dengan hati-hati dan penuh pertimbangan. Akan tetapi, bila kamu terlalu bingung dan merasa awam dengan saham-saham yang potensial, andalkan saja aplikasi BMoney.

Aplikasi investasi ini akan membantu kamu dalam berinvestasi secara aman karena sudah terdaftar dan diawasi OJK. Selain itu, BMoney juga menyediakan banyak produk investasi dari saham hingga reksa dana. Segara download aplikasinya di App Store atau Play Store untuk mendapatkan manfaatnya!

 

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!