Pergerakan Harga Saham INKP dan Prospeknya ke Depan

Uji Agung Santosa

27 Juni 2023

Prospek dan kinerja harga saham INKP (123rf.com)
Prospek dan kinerja harga saham INKP (123rf.com)

Bagi kamu yang baru akan memulai berinvestasi di dunia saham atau menambah portofolio investasi di sektor barang baku, tak ada salahnya melirik harga saham INKP hari ini, meski angkanya terus berfluktuasi.

Kode saham INKP dimiliki oleh PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. yang bergerak di bidang pembuatan kertas, pulp, dan kertas kemasan. Perusahaan ini didirikan tanggal 7 Desember 1976 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1978. INKP termasuk dalam Grup Sinarmas dan dinaungi PT Purinusa Ekapersada sebagai entitas induk utama perusahaan dan anak perusahaannya .

Lantas, berapa harga saham INKP hari ini, berapa tren harga 1 lot INKP,  dan bagaimana pergerakannya dari tahun ke tahun? Berikut ulasan lengkapnya.

Harga Saham INKP

Dalam perdagangan saham, investor umumnya membeli saham dalam kelipatan lot agar proses transaksi lebih mudah dan biaya transaksi dapat diminimalkan. Lot saham adalah unit perdagangan yang digunakan di pasar saham, dan jumlah lembar saham dalam setiap lot ditentukan oleh aturan bursa efek di negara yang bersangkutan.

Di Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI) menggunakan satuan lot saham sebesar 100 lembar saham. Transaksi saham harus dilakukan dalam kelipatan lot tersebut, dan tidak diperbolehkan melakukan transaksi dengan jumlah saham kurang dari itu. Oleh karena itu, harga satu lot saham INKP akan bervariasi tergantung pada harga saham INKP dalam periode tertentu.

Pada akhir Juni 2023, harga saham INKP adalah Rp8.275 per lembar. Dengan demikian, jika satu lot saham INKP setara dengan 100 lembar saham, maka harga satu lot saham INKP adalah 8.275 x 100 lembar, atau sebesar Rp827.500.

Baca juga: Daftar Saham Indeks LQ45, Kriteria, dan Bedanya dengan Saham Blue Chip

Pergerakan Harga Saham INKP dari Tahun ke Tahun

Industri Pulp dan Kertas.
Industri Pulp dan Kertas.

INKP mendapatkan izin resmi dari Bapepam-LK untuk melaksanakan Penawaran Umum Perdana (IPO) kepada publik sebanyak 60 juta saham dengan nilai nominal Rp1.000 per saham, dengan harga penawaran sebesar Rp10.600 per saham. Saham-saham ini kemudian terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 16 Juli 1990.

Sejak awal 2018, pergerakan saham INKP terus menanjak, dan bahkan sempat mencapai level tertingginya sepanjang sejarah (all time high) pada Juni 2018 di level Rp20.700 per saham. Kala itu, Saham INKP menjadi saham kedua terbesar dengan total transaksi senilai Rp263,06 miliar atau setara 3,66% dari nilai transaksi keseluruhan yang terjadi di BEI.

Secara kinerja fundamental, perusahaan ini memang menunjukkan kinerja yang solid sepanjang tahun 2017. Beban pokok penjualan meningkat sedikit sebesar 3,74% dari tahun 2016, tetapi laba kotor perusahaan melonjak 55,44%. 

Upaya efisiensi yang berhasil dilakukan oleh perusahaan juga berdampak positif pada laba bersih yang meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun 2017. Arus kas operasional perusahaan juga mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 305,95%, mencapai US$665,75 juta pada tahun 2017.

Baca juga: Prospek dan Kinerja Harga Saham BMRI

Salah satu faktor yang berkontribusi pada kinerja gemilang INKP adalah tren kenaikan harga bubur kayu sebagai bahan baku pembuatan kertas dalam lima tahun terakhir. Namun, di pertengahan tahun 2019 dan sepanjang tahun 2020, harga saham INKP justru mengalami penurunan lebih dari 20%. Meskipun perusahaan ini telah melakukan serangkaian aksi korporasi sejak tahun 1990, tetapi belum pernah melakukan stock split.

Menariknya, memasuki 2021, harga saham INKP terus meningkat, lalu mengalami penurunan stabil, dan kembali melaju kencang pada kuartal III/2022. Data Bloomberg menunjukkan kenaikan sebesar 19,08% sepanjang periode tersebut.

Namun, pada kuartal II/2022, harga saham INKP mengalami koreksi sebesar 3,80%, dan hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 0,96% dalam tiga bulan pertama tahun ini. Pada tahun 2022, harga saham INKP sempat mencapai level terendah sebesar Rp7.275 pada 8 Juli 2022. 

Namun, setelah itu, harga saham mulai pulih dan naik sebesar 28,78% menjadi Rp9.375 pada akhir perdagangan tanggal 5 Oktober 2022. Pergerakan harga saham yang positif ini sejalan dengan kinerja keuangan pada semester I/2022.

INKP mencatatkan penjualan sebesar US$1,94 miliar pada tahun 2022, meningkat 19,29% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan juga meningkat sebesar 39,7% menjadi US$395,2 juta. Total aset perusahaan mencapai US$9,2 miliar hingga akhir Juni 2022, naik dari US$8,9 miliar pada akhir Desember 2021.

Baca juga: Pergerakan dan Cara Beli Harga Saham BBRI 1 Lot

Riset yang dipublikasikan oleh Bloomberg pada September 2022 menunjukkan perbaikan kinerja keuangan INKP, yang didorong oleh pertumbuhan pendapatan dan efisiensi biaya. Pada kuartal akhir 2022, Kiwoom Sekuritas Indonesia bahkan merekomendasikan overweight untuk saham INKP, dengan target harga saham di level Rp10.500 dalam waktu 12 bulan.

Sayangnya, sejak awal tahun 2023, harga saham INKP terus mengalami penurunan. Pada tanggal 9 Mei 2023, harga saham INKP berada di level Rp7.250 per lembar saham. Harga ini dianggap undervalued atau murah dan masih berada dalam tren penurunan dengan PBV (Price-to-Book Value) di bawah satu. Meskipun Gross Profit Margin (GPM) INKP terbilang baik dengan margin sebesar 37,90%, margin laba bersih atau Net Profit Margin (NPM) INKP mencapai angka yang baik yaitu 12,61%.

Selama kuartal I 2023, laba bersih INKP turun 24,4% menjadi US$133,24 juta dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai US$176,45 juta. Namun, pendapatan meningkat 6,13% menjadi US$1,056 miliar. 

Penurunan laba bersih INKP disebabkan oleh peningkatan beban lain-lain yang mencapai Rp1,7 triliun, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp541 miliar. Peningkatan beban lain-lain ini disebabkan oleh kerugian kurs, peningkatan beban bunga, dan beban lain-lain.

Prospek Saham INKP

Penurunan harga saham INKP sejalan dengan penurunan Kraft Pulp global. Pengaruh dedolarisasi menjadi salah satu penyebab penurunan harga saham INKP karena melemahnya mata uang dolar AS, meskipun laporan keuangan INKP masih menggunakan dolar AS.

Dengan adanya tekanan dedolarisasi yang berlanjut dan porsi ekspor yang besar, risiko fluktuasi kurs menjadi lebih tinggi dan dapat berdampak negatif pada pendapatan INKP. Untuk itu, INKP perlu memperkuat pangsa pasar di dalam negeri agar profitabilitasnya dapat bertahan lebih baik dalam menghadapi risiko tekanan global yang memengaruhi mata uang dolar AS.

Selain dedolarisasi, risiko terhadap dolar AS juga dapat berasal dari perlambatan ekonomi global dan gejolak sektor perbankan yang dapat mempengaruhi kebijakan suku bunga the Fed, meskipun inflasi masih tinggi dan pasar tenaga kerja sedang ketat. Pergerakan harga saham INKP juga dipengaruhi oleh harga komoditas kertas.

Penurunan harga komoditas kertas dapat berdampak negatif pada profitabilitas INKP karena segmen pulp merupakan kontributor sebesar 36,23% dari total pendapatan. Meskipun harga saham INKP saat ini tergolong undervalued dengan PBV di bawah satu, beban-beban yang tinggi masih memengaruhi laba perusahaan.

Baca juga: Kinerja dan Harga Saham GGRM, Apakah Bagus untuk Investasi?

Selain itu, sentimen negatif terkait harga komoditas Kraft Pulp global juga turut mendorong penurunan harga saham INKP. Saat ini, INKP belum mengalami tren yang signifikan meskipun harga sahamnya cukup murah.

Untuk pertimbangan dalam mengoleksi saham INKP, sebaiknya dilakukan analisis teknikal. Saat harga saham INKP berada di atas level support atau berhasil melewati resistance, akan menjadi peluang yang menarik untuk mengoleksi saham tersebut, karena peluang penurunan harga lebih lanjut relatif kecil.

Demikian ulasan mengenai harga saham INKP. Bagi kamu yang tertarik berinvestasi di PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, coba gunakan aplikasi BMoney yang andal dan tepercaya sekaligus memberimu kenyamanan dan keamanan dengan harga terjangkau. Segera unduh aplikasinya di Play Store atau App Store.

 

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!