Menilik Saham INTP, Produsen Semen Kesohor di Indonesia

Uji Agung Santosa

18 September 2023

Prospek dan kinerja saham INTP (indocement.co.id)
Prospek dan kinerja saham INTP (indocement.co.id)

Pernahkan kamu mendengar merek semen Tiga Roda? Produk semen satu ini merupakan produksi PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., salah satu produsen semen kesohor di Indonesia. Indocement dengan kode saham INTP berdiri pada tahun 1985 setelah penggabungan enam perusahaan dengan delapan pabrik semen. 

 

Bidang usahanya mencakup produksi dan penjualan semen, beton siap pakai, serta pengelolaan tambang agregat dan trass. Saat ini, INTP memiliki 13 pabrik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Mari menyelisik lebih jauh mengenai harga saham, kinerja dan prospek sahamnya.

Pergerakan Harga Saham INTP 

Pergerakan Harga Saham INTP (TradingView)
Pergerakan Harga Saham INTP (TradingView)

Saham Indocement pertama kali diperdagangkan di bursa melalui penawaran pasar perdana (IPO) pada tahun 1989, dengan jumlah saham sebanyak 89.832.150 lembar dan nilai nominal sebesar Rp1.000 per lembar saham. Saat ini, kapitalisasi pasar INTP mencapai 39,85 triliun.

Kepemilikan saham Indocement per 31 Maret 2023 adalah sekitar 54,72% dimiliki oleh Birchwood Omnia Limited, England, dengan 1.877.480.863 lembar saham, sedangkan sisanya sekitar 45,28% dimiliki oleh publik.

Pergerakan harga saham INTP di semester I-2023 cenderung ngebut alias mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan lantaran dianggap tangguh dalam mengatasi tekanan yang sedang terjadi di industri. Lonjakan ini seiring dengan perbaikan kinerja INTP di periode sama.

Baca juga: Kinerja Saham BJBR: Emiten Perbankan yang Rajin Bagi Dividen 

Memasuki September 2023, harga INTP saham kembali mengalami peningkatan. Saat sesi perdagangan berakhir, harga saham INTP hari ini, Jumat, 8 September 2023, ditutup menghijau pada harga Rp10.825 per saham.

Dibandingkan dengan penutupan sebelumnya, harga saham Indocement Tunggal Prakarsa naik 1,17% atau 125 poin, setelah dibuka lebih rendah di posisi Rp10.750. Perusahaan mencatatkan harga tertinggi Rp11.850 serta harga terendah Rp9.000 dalam 52 minggu. Meski dalam 5 tahun terakhir harga saham Indocement tercatat menurun sebesar 36,42%, tetapi telah berfluktuasi dengan penguatan 273,28% sejak pertama melantai di bursa.

Baca juga: Pengertian Saham, Jenis, dan Alasan Mengapa jadi Investasi Paling Populer 

Riwayat Pembagian Dividen INTP

Bagi investor yang mengincar emiten dengan pembagian dividen secara rutin, maka saham INTP adalah pilihan yang tepat. Perseroan rajin membagikan dividen setiap tahunnya dengan nilai berfluktuasi seiring laba yang diraih. Terbaru, INTP membagikan dividen tunai untuk periode tahun buku 2022 Rp548,97 miliar atau setara Rp160 per saham pada 8 Juni 2023. 

Baca juga: Marak Isu Rangka eSAF Motor Honda Karatan, Bagaimana Prospek Saham ASII? 

Kinerja Keuangan INTP

INTP menunjukkan kinerja positif dalam 5 tahun terakhir dan meningkat drastis sejak 2022. Sepanjang 2022, INTP mencatatkan pendapatan Rp16,32 triliun dan laba bersih Rp1,84 triliun. Lalu saldo laba ditahan yang tersedia mencapai Rp17,37 triliun, dan total ekuitas senilai Rp19,56 triliun.

Prestasi INTP berlanjut pada paruh pertama tahun 2023. Volume penjualan semen dan clinker INTP meningkat 8,8% YoY menjadi 8,36 juta ton. 

Kenaikan ini didorong terutama oleh penjualan domestik yang meningkat 7,2% menjadi 8,06 juta ton, berkat pengoperasian pabrik Maros di Sulawesi Selatan yang mampu menangkap tingginya permintaan di luar Jawa. Pangsa pasar domestik perusahaan mencapai 27,4% pada pertengahan tahun 2023. Penjualan ekspor juga tumbuh signifikan, naik 81,4% menjadi 299 ribu ton.

Peningkatan ini diperkirakan akan berlanjut hingga akhir 2023, terutama karena permintaan semen di luar Jawa yang lebih baik. Meskipun kinerja INTP sempat terpengaruh pada triwulan II-2023 akibat banyaknya hari libur, permintaan pulih pada Mei dan Juni 2023.

Dari segi pendapatan, INTP mencatat pendapatan bersih Rp7,97 triliun, naik 15,3% YoY, dengan laba kotor meningkat signifikan mencapai 37,5% dan margin laba kotor yang meningkat menjadi 30,5%. Faktor seperti harga batu bara yang lebih rendah dan depresiasi rupiah terhadap USD turut berperan. Meskipun beban usaha naik, INTP berhasil mengurangi beban operasi lainnya, meningkatkan margin laba usaha sebesar 10,4% dan margin EBITDA sebesar 18,7% pada semester pertama 2023.

Kinerja finansial yang kuat tercermin dalam pendapatan keuangan bersih yang meningkat 72,1%. Meskipun beban pajak penghasilan meningkat, INTP mencatatkan lonjakan luar biasa dalam laba bersihnya, yang naik 139,6% menjadi Rp698,43 miliar.

Baca juga: Ini Daftar 10 Saham dengan Dividen Terbesar Tahun 2023 

Prospek INTP Saham

Kompleks Pabrik Indocement (INTP) Citeureup (Indocement.co.id)
Kompleks Pabrik Indocement (INTP) Citeureup (Indocement.co.id)

Sejumlah analis telah memprediksi bahwa prospek industri semen, terutama INTP, akan semakin cerah pada tahun 2023. Industri semen diprediksi mengalami over kapasitas dengan tingkat pemanfaatan sekitar 54%, karena normalisasi harga batu bara dan bertambahnya pemain baru. Hal ini juga memperketat persaingan di sektor semen. Dari segi permintaan, tingkat permintaan semen akan dipengaruhi oleh penurunan biaya produksi akibat turunnya harga batu bara. Selain itu, percepatan berbagai proyek infrastruktur strategis sebelum pemilu diharapkan dapat mendorong pertumbuhan permintaan semen domestik tahun ini.

Apalagi, sebagian besar sentimen negatif yang memengaruhi pertumbuhan sektor semen telah berlalu, seperti harga batu bara yang tinggi dan penurunan volume penjualan pada paruh kedua tahun 2022.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah pertumbuhan ekonomi dan permintaan semen di masa depan. Harga batu bara global telah turun sekitar 70% dari puncaknya pada kuartal III-2022, dan 66% secara tahunan. 

Perusahaan semen umumnya menggunakan batu bara berkalori rendah sekitar 4.300 kalori, yang lebih ekonomis berdasarkan harga di ICE Newcastle. Terkait hal itu, perusahaan semen dapat memanfaatkan insentif dari pemerintah berupa domestic market obligation (DMO) untuk mendapatkan batu bara dengan harga lebih murah, meskipun tidak sepenuhnya 100%.

Di sisi lain, INTP berencana memperoleh setidaknya 75% dari pasokan batu bara dengan skema DMO dari total kebutuhannya. Lalu secara historis, manajemen INTP cenderung konservatif.  Oleh karena itu, dengan penurunan harga batu bara ini, prospek kinerja INTP diperkirakan akan lebih positif lantaran berkurang biaya produksinya dan berpotensi melampaui target. 

Selain itu, INTP memiliki posisi kas dan setara kas sebesar Rp3,5 triliun, serta arus kas yang kuat dari operasi yang efisien sehingga memiliki fondasi kuat untuk menjaga keseimbangan neracanya.

Baca juga: Ini Deretan Saham Rokok di Indonesia, Tertarik Investasi? 

Menurut para analis, pendapatan dan laba bersih INTP akan meningkat didukung oleh peningkatan volume penjualan semen dan ekspansi pangsa pasar. Bahkan pertumbuhan kinerja INTP diproyeksikan lebih tinggi dibandingkan dengan pesaingnya, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).

Untuk itu, selain memberi peringkat overweight pada sektor semen dan menjadikan saham Indocement sebagai pilihan utama atau top picks, sejumlah analis merekomendasikan membeli INTP saham dalam jangka panjang, setidaknya dalam periode 12 bulan ke depan, dengan target harga yang berbeda.

Mulai Investasi Saham di BMoney Sekarang! 

Bagi kamu yang tertarik mengoleksi saham INTP atau saham sektor semen lainnya, jangan lupa membelinya secara mudah, cepat, dan aman lewat aplikasi BMoney. Melalui BMoney, kamu bisa berinvestasi dengan modal mulai dari Rp10 ribu. Bukan hanya saham, tapi juga reksa dana yang cocok bagi pemula atau kamu yang ingin menambah portofolio diversifikasi.

Selain itu, BMoney juga menghadirkan berbagai fitur menarik yang akan memberikan pengalaman investasi lebih baik dengan return optimal. Tunggu apa lagi, segera download aplikasinya secara gratis melalui Play Store atau  App Store.

 

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!