Kinerja Saham TOBA: Emiten Batubara, Kelapa Sawit, dan Kendaraan Listrik

Uji Agung Santosa

10 Agustus 2023

Electrum, Motor Listrik Kerjasama TOBA dan GOTO (Liputan6.com)
Electrum, Motor Listrik Kerjasama TOBA dan GOTO (Liputan6.com)

PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara dan pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Perusahaan dengan kode saham TOBA ini merupakan salah satu produsen batubara termal di Indonesia yang berlokasi di Kalimantan Timur. Begitu pula dengan lokasi perkebunan sawitnya.

 

Sejak awal didirikan pada tahun 2007, PT Energi Utama telah beberapa kali berganti nama. Hingga saat ini, TOBA juga telah melakukan sejumlah perluasan usaha ke berbagai bidang.

Pada 2013, TOBA memperluas usahanya ke bidang pengolahan minyak kelapa sawit dan mengoperasikan pabrik kelapa sawit pertamanya di 2016. Masih di tahun yang sama, TOBA kembali memperluas usahanya ke sektor kelistrikan.

Setahun kemudian, tepatnya pada 2017, perusahaan ini kembali mendirikan anak perusahaan di bidang kelistrikan yang berfokus pada pengembangan PLTU. Selang 3 tahun berikutnya, TOBA mengakuisisi 2 perusahaan untuk mengembangkan pembangkit listrik energi terbarukan, sekaligus menjajal potensi pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV), terutama sepeda motor listrik.

Pada tahun 2021, TOBA akhirnya bermitra dengan Grup GoTo (GOTO) untuk membentuk perusahaan patungan yang dikenal dengan nama "Electrum". Perusahaan patungan ini memiliki fokus utama pada pengembangan bisnis sepeda motor listrik secara terintegrasi.

Baca juga: Ini Daftar Saham Manufaktur yang Terdaftar di BEI

Harga Saham TOBA

Komoditas Energi Batubara
Komoditas Energi Batubara

Harga saham TOBA per hari Senin, 7 Agustus 2023, ditutup sama dengan harga pembukanya, yaitu Rp358. Dibandingkan dengan penutupan 5 hari sebelumnya, Selasa, 2 Agustus 2023, harga saham TOBA turun 4,28% atau 16 poin. Pun menurun 32,61% sejak melakukan IPO.

Saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp2,88 triliun ini mencatatkan harga tertinggi Rp364 serta harga terendah Rp352 dalam sehari, dan telah berfluktuasi di kisaran Rp350-Rp940 sejak pertama melantai di bursa.

Berapa Harga 1 Lot Saham TOBA?

Satuan lot biasa digunakan dalam perdagangan saham. Hal ini dilakukan untuk mempermudah transaksi dan meminimalisasi biaya transaksi. Lot saham sendiri merupakan satuan perdagangan standar yang digunakan di pasar saham. Setiap lot saham memiliki jumlah lembar saham yang ditentukan, bergantung pada aturan bursa efek di negara tempat saham tersebut diperdagangkan.

Di Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI)menggunakan satuan lot saham sebanyak 100 lembar saham. Transaksi saham harus dilakukan dalam kelipatan lot tersebut dan tidak dapat dilakukan dalam jumlah kurang dari itu, misalnya 200 lembar saham, 300 lembar saham, dan seterusnya. Harga 1 lot saham TOBA akan bervariasi tergantung pada harga saham pada periode tertentu.

Untuk menghitung harga 1 lot saham TOBA, kamu dapat menggunakan rumus berikut:

Harga 1 lot saham TOBA = Harga saham per lembar × Jumlah lembar saham dalam 1 lot

Misalnya, harga saham TOBA hari ini adalah Rp358, maka harga 1 lot saham TOBA adalah Rp358 × 100 = Rp35.800.

Baca juga: Performa Harga Saham INCO dan Prospeknya ke Depan

Kinerja Keuangan dan Pergerakan Harga Saham TOBA

Kinerja Saham TOBA
Kinerja Saham TOBA

Saham TOBA mulai diperdagangkan secara publik melalui bursa pada tahun 2012 dengan harga penawaran sebesar Rp1.900 per lembar saham.

Sejak 2016 hingga 5 tahun setelahnya, TOBA terus mencatatkan pendapatan dan raihan laba yang cukup positif. Walaupun pertumbuhannya tidak begitu konsisten karena ada penurunan di tahun-tahun tertentu, tetapi hal tersebut masih dalam kategori cukup baik.

Dari sisi penjualan, pertumbuhan TOBA setiap tahunnya tampak positif selama lima tahun terakhir, kecuali penurunan yang terjadi di tahun 2016. Di samping itu, laba tiap tahunnya juga berhasil diraih secara konsisten oleh perseroan, meskipun pertumbuhannya belum sepenuhnya stabil.

Di tahun 2016 dan 2019 laba mengalami penurunan yang disebabkan oleh beberapa faktor. Di tahun 2016, penurunan laba terjadi karena pendapatan di tahun tersebut juga mengalami penurunan sehingga mengoreksi raihan laba. 

Sementara itu, kinerja di tahun 2019 masih dalam kondisi yang cukup baik, meskipun mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari pendapatan yang meningkat meskipun laba menurun. Keadaan finansial TOBA juga terlihat sehat berdasarkan rasio keuangan.  

Pada kuartal ketiga tahun 2020, laba bersih TOBA meningkat sebesar 52,42% menjadi 29,51 juta USD dari periode sama di tahun sebelumnya sebesar 19,36 juta USD.

Di sisi lain, pendapatan TOBA justru mengalami penurunan selama masa pandemi COVID-19 sebesar 22% dari periode sama di tahun 2019 355,12 juta USD menjadi 275,36 juta USD.

Sepanjang 2022, indeks sektor energi (IDX ENERGY) memimpin kenaikan sektoral di BEI dengan kenaikan luar biasa 100,05%. Hal ini lantaran naiknya harga batu bara secara global. Peningkatan itu pula yang terjadi pada TOBA.

Menilik laporan keuangan 2022, TOBA mencatat pendapatan sebesar US$ 635,79 juta. Raihan tersebut melonjak 37,41% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari posisi akhir 2021 di US$ 462,66 juta.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan TOBA mencapai US$ 57,82 juta atau tumbuh 20,25% (yoy). Dibandingkan pada 2021, TBS Energi Utama membukukan laba bersih senilai US$ 48,08 juta (yoy).

Dengan laba tersebut, TOBA membagikan dividen senilai US$ 6,9 juta dari tahun buku 2022. Setiap pemegang saham emiten yang tengah bertransformasi menjadi perusahaan energi terintegrasi tersebut memperoleh US$ 0,00085 per saham. Sementara, per kuartal I 2023 TOBA membukukan laba bersih US$8,61 juta, lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu US$9,29 juta.

Meskipun laba berkurang pada kuartal I 2023, pendapatan tumbuh 16,82% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Yakni mencapai USD129,56 juta, dari sebelumnya di harga USD110,91 juta.

Harga batu bara mengalami penurunan drastis hingga minus 64,8% sejak awal 2023. Pelemahan ini turut berdampak pada TOBA. Namun, di pertengahan Juli 2023, saham TOBA sempat melesat 23,74% dalam dua hari berturut-turut.

Rasio populer price-to earnings (P/E, PER) TOBA 7 kali dan rasio price-to book value (PBV) yang sebesar 0,69 di bawah industri 1,84 kali. Secara historis, PER TOBA saat ini juga berada di bawah rerata 5 tahun (9,7 kali). Demikian pula PBV yang lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (1,33 kali).

Melihat dua matrik tersebut dan potensi kinerja ke depan, harga wajar (fair value) saham TOBA berada di angka Rp660/saham. Hal ini menunjukkan potensi kenaikan 47,32% dari harga penutupan 10 Juli 2023 (Rp448/saham). 

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa meski harganya sudah turun signifikan, valuasi TOBA terbilang masih menarik lantaran fundamentalnya yang masih solid.

Baca juga: Kinerja Harga Saham BELI dan Potensi Bisnisnya ke Depan

Prospek Saham TOBA

Prospek Saham TOBA
Prospek Saham TOBA

Di satu sisi, TOBA menghadapi tantangan dari kondisi perekonomian global yang melambat, termasuk ancaman resesi yang mengintai. Meski begitu, permintaan batu bara termal masih diperkirakan meningkat, terutama dari China, India, dan Asia Tenggara.

Selain itu, dengan dukungan pemerintah dan regulasi yang mendukung, masa depan kendaraan listrik di Indonesia tampak cerah. TOBA juga berfokus pada kelancaran operasional tambang dan pembangkit listrik, pengembangan energi terbarukan, dan ekosistem sepeda motor listrik sebagai bagian dari komitmen TBS2030.

Dengan peluang yang ada dalam sektor batu bara dan masa depan kendaraan listrik, serta valuasi saham yang menarik, TOBA dapat menjadi pilihan portofolio investasi yang menarik.

Secara menyeluruh, TOBA memiliki peluang signifikan dalam sektor batu bara yang berkelanjutan dan perkembangan energi terbarukan di Indonesia. Masa depannya juga dipengaruhi oleh komitmen pemerintah terhadap energi bersih dan transportasi beremisi rendah, yang dapat memberikan dampak positif terhadap nilai saham TOBA di masa yang akan datang.

Demikian ulasan mengenai analisis saham TOBA. Bagi kamu yang tertarik berinvestasi saham TBS Energi Utama, coba gunakan aplikasi BMoney yang andal dan tepercaya dengan modal investasi yang terjangkau. Segera unduh aplikasinya di Play Store atau App Store.

 

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!