Stochastic Oscillator: Pengertian, serta Cara Membaca dan Menggunakannya

Uji Agung Santosa

21 Agustus 2023

Pengertian Stochastic Oscillator dan Cara Membacanya (123rf.com)
Pengertian Stochastic Oscillator dan Cara Membacanya (123rf.com)

Stochastic oscillator adalah salah satu indikator teknikal populer yang sering digunakan para trader dan analis untuk menganalisis saham dan aset lainnya. Alasan utamanya lantaran indikator ini relatif mudah digunakan dan dipahami oleh trader, terutama bagi pemula.  

Terlebih lagi penggunaannya dapat membantu mengidentifikasi peluang perdagangan potensial dan mengambil keputusan berdasarkan kondisi pasar yang diukur secara teknikal.

 

Namun, seperti banyak alat analisis teknikal lainnya, pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep di balik stochastic dan bagaimana indikator ini merespons pergerakan harga adalah kunci untuk menggunakannya secara efektif. Agar lebih paham, mari menyelisik lebih jauh mengenai indikator teknikal satu ini.

Baca juga: Kenali Double Bottom Pattern Agar Investasi Saham Tidak Merugi 

Apa Itu Stochastic Oscillator?

Stochastic oscillator adalah sebuah indikator teknis yang digunakan dalam analisis teknikal untuk membantu mengidentifikasi potensi reversal atau pembalikan tren harga di pasar keuangan. Indikator ini juga membantu mengidentifikasi potensi titik masuk atau keluar dari posisi perdagangan berdasarkan momentum harga. 

Stochastic dikembangkan oleh George C. Lane pada tahun 1950-an, untuk mengukur posisi harga terakhir suatu aset terhadap kisaran harga selama periode waktu tertentu. Cara kerjanya yaitu membandingkan antara harga penutupan terakhir suatu aset dengan kisaran harga selama periode waktu tertentu. 

Kisaran harga ini biasanya merupakan selisih antara harga tertinggi dan terendah dalam periode tersebut. Indikator ini dapat dikenali melalui skalanya, zona, dan persilangan garis (crossover).   

Baca juga: Memahami Double Top Pattern dalam Pergerakan Saham 

Fungsi, Cara Membaca dan Menggunakan Stochastic Oscillator

Stochastic Indikator
Stochastic Indikator

Berikut adalah fungsi, serta langkah-langkah umum untuk membaca dan menggunakan stochastic oscillator.

1. Mengidentifikasi Overbought dan Oversold

Hasil interpretasi stochastic oscillator dapat membantu trader untuk mengidentifikasi kondisi saham yang overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual). Dua hal ini dapat mengindikasikan kemungkinan pembalikan tren harga. 

Stochastic oscillator memiliki rentang skala antara 0-100, dan dibagi ke dalam 3 zona. Yakni zona atas, tengah, dan bawah. Ketika stochastic oscillator berada di atas 80 atau zona atas, ini menunjukkan bahwa aset cenderung dalam kondisi overbought, yang berarti harga kemungkinan akan mengalami koreksi turun. 

Sebaliknya, ketika stochastic oscillator berada di bawah 20 atau zona bawah, ini menunjukkan bahwa aset cenderung dalam kondisi oversold, yang dapat mengindikasikan kemungkinan pembalikan tren naik. Sementara itu, zona tengah berada di kisaran 20-80, sering disebut sebagai zona netral oleh para trader.

2. Membaca Persilangan Garis 

Indikator ini menghasilkan dua garis yang disebut "K%" dan "D%". Garis K% adalah garis cepat yang menggambarkan posisi harga penutupan terakhir dalam kisaran harga, sedangkan garis D% adalah garis lambat yang merupakan rata-rata pergerakan garis K% dalam periode tertentu.

Crossover antara garis K% dan D% dapat memberikan sinyal penting. Jika garis K% memotong D% dari bawah ke atas dan berada di bawah level 20, ini dapat diartikan sebagai sinyal beli potensial. Sebaliknya, jika garis K% memotong D% dari atas ke bawah dan berada di atas level 80, ini dapat diartikan sebagai sinyal jual potensial .

Lalu, perlu dipahami pula konsep Golden Cross dan Death Cross. Golden Cross adalah saat dua garis saling bersilangan dari zona oversold menuju atas, mengisyaratkan kenaikan harga. Ini merupakan waktu optimal bagi trader untuk membeli saham.

Sebaliknya, Death Cross terjadi saat dua garis saling bersilangan dari zona overbought menuju bawah, mengindikasikan penurunan harga. Ini dapat menjadi tanda bagi trader untuk mempertimbangkan penjualan saham yang dimiliki guna menghindari potensi kerugian akibat penurunan harga.

Baca juga: Mengenal Cash Flow Per Share, Manfaat, dan Cara Menghitungnya 

3. Mengidentifikasi Divergensi

Divergensi terjadi ketika arah pergerakan harga tidak sejalan dengan arah pergerakan stochastic oscillator. Divergensi terbagi dua, yaitu bullish dan bearish

Bullish divergence terjadi saat harga mencapai titik terendah baru, tetapi stochastic oscillator tidak mencapai titik terendah baru. Ini mengindikasikan kemungkinan pembalikan tren naik. 

Sebaliknya, bearish divergence terjadi saat harga mencapai titik tertinggi baru, tetapi stochastic oscillator tidak mencapai titik tertinggi baru. Ini mengindikasikan kemungkinan pembalikan tren turun.

4. Fleksibilitas Pengaturan Dasar

Kamu dapat menyesuaikan parameter stochastic oscillator, seperti periode waktu (umumnya 14 periode) dan smoothing (umumnya 3 periode), sesuai dengan preferensi dan gaya trading yang diinginkan.

Selain itu, trader umumnya menggunakan dua settingan dasar pada indikator Stochastic, yaitu Fast Stochastic dan Slow Stochastic. Terkait mana yang lebih baik antara keduanya tergantung pada gaya trading dan toleransi risiko masing-masing trader. Berikut perbedaannya.

a. Fast Stochastic 

Fast Stochastic (biasanya menggunakan settingan K=5, D=3, Smooth=3) beroperasi dengan sensitivitas tinggi dan cenderung bergerak cepat saat persilangan antara garis K dan D terjadi. 

Ini menguntungkan saat sinyal pembalikan arah yang tepat muncul, membantu dalam meraih potensi keuntungan besar atau mencegah kerugian akibat penurunan harga dini. Namun, karena kepekaannya yang tinggi, Fast Stochastic juga memiliki risiko sinyal palsu atau False Crossing Signal, yang dapat mengurangi akurasi prediksi.

b. Slow Stochastic 

Slow Stochastic (biasanya menggunakan settingan K=14, D=3, Smooth=3) cenderung lebih akurat dalam memberikan sinyal, meskipun sinyalnya memiliki kecepatan yang lebih lambat dibandingkan dengan Fast Stochastic. Keunggulan lainnya adalah potensinya yang lebih baik dalam menghindari sinyal palsu.

Baca juga: Arti Kode Broker Saham dan Daftar Lengkapnya 

Kesalahan Umum dalam Menggunakan Indikator Stochastic

Kesalahan Dalam Menggunakan Stochastic Indikator
Kesalahan Dalam Menggunakan Stochastic Indikator

Trader pemula seringkali menghadapi masalah dalam memahami penggunaan stochastic oscillator. Berikut adalah kesalahan yang sering dilakukan.

1. Penggunaan Tunggal

Banyak trader hanya mengandalkan stochastic oscillator tanpa memadukan dengan indikator lain. Ini dapat menyebabkan kesalahan interpretasi sinyal dan peluang perdagangan.

2. Bukan Menggambarkan Tren

Stochastic adalah indikator momentum dan bukan digunakan untuk menunjukkan tren harga. Penting untuk tetap memperhatikan tren menggunakan alat lain seperti Moving Average, untuk memahami arah pergerakan harga sebelum menerapkan Stochastic.

3. Pentingnya Konfirmasi

Sinyal stochastic perlu dikonfirmasi oleh alat analisis teknikal lainnya sebelum membuat keputusan. Misalnya dengan menggunakan pola candlestick, support/resistance, atau indikator lainnya. Hanya bergantung pada sinyal stochastic saja dapat menyebabkan sinyal palsu. Karena indikator ini tidak dapat berdiri sendiri.

Terlepas dari itu, penting diingat bahwa stochastic oscillator adalah alat analisis teknikal yang tidak selalu memberikan sinyal akurat. Penggunaannya harus diimbangi dengan analisis fundamental dan manajemen risiko yang baik. 

Praktik dan pemahaman yang mendalam tentang cara stochastic oscillator merespons pergerakan harga akan membantu trader menggunakannya dengan lebih baik seiring waktu.

Bagi kamu yang ingin mencoba menerapkan indikator ini, jangan lupa berinvestasi secara aman dan nyaman menggunakan aplikasi BMoney. Download aplikasinya sekarang di Play Store atau App Store.

 

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!