Strategi Investasi Saham dan Obligasi untuk Gen Z

Imanuel Kristianto

04 Agustus 2022

Strategi investasi (Foto: 123rf)
Strategi investasi (Foto: 123rf)

Gen Z merupakan generasi yang sangat lekat dengan teknologi. Oleh karena itu, tidak heran jika berbagai informasi bisa didapatkan secara mudah, termasuk dalam hal berinvestasi.

Lihat tips keuangan menarik lainnya di sini.

Sebagai anak muda, tentu rasa penasaran dan ingin mencoba hal-hal baru menjadi sesuatu yang menantang. Selain untuk mendapatkan keuntungan, banyak gen Z yang kemudian berinvestasi sejak dini untuk mencapai kebebasan finansial di masa tua.

Dengan ragam informasi yang ada, instrumen investasi seperti saham dan obligasi yang dulunya hanya digeluti oleh orang-orang dewasa yang sudah mapan kini menjadi dunia yang lazim bagi anak muda. 

Bagi generasi masa kini, memahami apa itu saham dan obligasi merupakan suatu keharusan. Dengan begitu, kegiatan berinvestasi menjadi sesuatu yang tidak spekulatif karena terdapat strategi investasi yang dijalankan untuk menghindari risiko dan meningkatkan potensi keuntungan.

Lantas, bagaimana cara berinvestasi saham dan obligasi secara tepat? Simak ulasan berikut.

Baca juga: 10 Cara Bermain Saham untuk Pemula, Aman dan Minim Risiko

Strategi Investasi Saham untuk Dapat Dividen Tinggi

strategi investasi
Strategi investasi saham (123rf)

Saham merupakan bukti penyertaan yang diterbitkan perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk investor yang menanamkan dana di perusahaan tersebut. Suatu saham dapat memiliki nilai yang tinggi jika keuangan perusahaan tersebut dalam kondisi yang sehat.

Nah, supaya kamu terbebas dari investasi saham bodong, kamu juga perlu mengetahui strategi investasi saham yang tepat dengan menerapkan langkah-langkah berikut ini.

1. Menabung saham

Sama halnya dengan menabung uang, menabung saham juga merupakan salah satu cara mengumpulkan saham dengan rutin berinvestasi dalam jangka waktu lama. Dengan membeli saham secara rutin, maka harga saham yang kamu beli bisa meningkat di masa depan sehingga kamu bisa mendapat keuntungan maksimal ketika menjual saham tersebut.

Strategi investasi saham yang satu ini sebenarnya merupakan turunan dari strategi dollar cost averaging (DCA), yaitu strategi yang bisa diterapkan dalam investasi jenis apa pun dengan cara membeli instrumen saham yang sama secara berkesinambungan tanpa harus memperhatikan pergerakan harga saham di pasar.

Tujuan dari diterapkannya strategi ini adalah untuk mengumpulkan saham sebanyak-banyaknya sehingga investor bisa mendapat keuntungan maksimal di masa mendatang. Salah satu investor ternama yang juga melakukan strategi ini adalah Lo Kheng Hong.

Baca juga: 4 Cara Bermain Saham dengan Modal 100 Ribu Tanpa Ribet

2. Trading saham

Trading saham merupakan kegiatan jual beli saham yang dilakukan dalam rentang waktu yang cepat dan sebentar. Berbeda dengan menabung saham, strategi yang satu ini harus dilakukan secepat mungkin supaya bisa mendapatkan keuntungan dari selisih pergerakan harga saham dalam jangka pendek, mulai dari per 15 menit, harian sampai seminggu.

Seorang trader cenderung lebih fokus dalam menganalisis sentimen dan kondisi pasar ketimbang memperhatikan kondisi fundamental saham yang akan dibeli. Dalam hal ini, analisis yang biasanya digunakan dan diperlukan untuk membeli saham adalah analisis teknikal. 

Salah satu investor ternama yang sering menggunakan strategi ini adalah George Soros. Nah, jika kamu tertarik untuk mengikuti jejaknya, pastikan kamu sudah menguasai analisis teknikal saham dengan baik dan mempunyai waktu yang banyak untuk memantau pergerakan harga saham secara real-time.

3. Value investing

Strategi investasi selanjutnya adalah value investing, yaitu strategi yang diterapkan dengan berfokus pada pembelian value stock atau saham bernilai. Strategi ini awalnya dikenalkan oleh seorang investor guru bernama Ben Graham pada 1934. 

Dalam menjalankan strategi ini, kamu perlu mempertimbangkan harga saham yang masih rendah di bawah harga wajar (undervalued). Harga saham jenis ini diprediksi dapat meningkat secara signifikan dalam jangka waktu panjang sehingga kamu bisa memperoleh keuntungan jika berinvestasi dalam jangka waktu panjang.

Ada tiga tahap yang harus dilakukan dalam menerapkan strategi investasi ini. Pertama, kamu harus lebih dulu menemukan harga saham yang lebih murah dari harga seharusnya. Kedua, kamu harus menemukan saham dengan kinerja fundamental yang baik atau track record konsisten. Ketiga, pastikan saham tersebut berasal dari perusahaan yang dikelola oleh pihak yang tepercaya dengan tata kelola yang baik (good governance).

Baca juga: 30 Daftar Saham Syariah Terbaik, Pilihan Investasi Bebas Haram dan Riba

4. Income Investing

Strategi investasi saham selanjutnya yang bisa kamu terapkan untuk mendapat keuntungan maksimal adalah dengan cara fokus pada pembelian saham dari perusahaan yang rutin memberikan dividen. Strategi ini sangat cocok dilakukan oleh orang yang ingin mendapat penghasilan rutin dari kepemilikan sahamnya.

Investor yang menerapkan strategi ini biasanya melakukan investasi jangka panjang dengan berfokus pada pembagian dividen ketimbang capital gain. Meski begitu, ada juga investor yang bermain buy and sell atau membeli saham perusahaan yang akan membagikan dividen dan menjualnya kembali jika harganya sudah jauh lebih tinggi.

Baca juga: Ini Artinya ARA Saham yang Perlu Kamu Ketahui!

Strategi Investasi Obligasi untuk Dapat Keuntungan Maksimal

Strategi Investasi Obligasi
Strategi investasi obligasi (123rf) 

Selain saham, salah satu instrumen investasi yang juga cukup digemari adalah obligasi. Dalam investasi obligasi, para investor akan mendapat keuntungan berupa kupon atau pembayaran bunga tetap dan berpeluang untuk memperoleh keuntungan dari capital gain (selisih harga beli dan jual).

Nah, supaya keuntungan yang kamu dapatkan maksimal, cari tahu apa saja strategi investasi obligasi yang bisa diterapkan berikut ini.

1. Obligasi pasif atau buy and hold

Strategi yang satu ini biasanya dipakai untuk memaksimalkan nilai obligasi. Dengan membeli obligasi yang aman dan tepercaya, kamu bisa memprediksi berapa banyak keuntungan yang akan diperoleh. Caranya dilakukan dengan menahan obligasi yang sudah dibeli sampai jatuh tempo.

Meski sering disebut gaya investasi malas, strategi investasi obligasi ini cukup menguntungkan karena meminimalisasi biaya transaksi sekaligus meningkatkan nilai obligasi.

2. Pencocokan indeks atau quasi-passive

Strategi yang satu ini dilakukan untuk potensi return dan profil risiko terkait berdasarkan indeks yang ditargetkan. Selain bisa meningkatkan nilai obligasi, strategi ini juga memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi. Dengan melacak indeks pasar saham tertentu, kamu bisa menyusun portofolio obligasi sesuai dengan penerbitan obligasi yang terjadi. 

Jika kamu berinvestasi dalam jumlah banyak, maka inilah strategi yang cocok untuk dilakukan sehingga kamu bisa memaksimalkan replikasi indeks yang sudah dibuat. Namun, jangan lupa untuk memperhatikan biaya transaksi agar portofolio yang kamu miliki tetap sesuai dengan situasi pasar.

3. Imunisasi atau quasi-active

Seperti namanya, strategi ini menggambarkan portofolio khusus untuk menerima return dalam periode tertentu, seperti perubahan tingkat suku bunga. Langkah yang harus diambil adalah dengan menentukan durasi strategi imunisasi dari usia rata-rata obligasi tersebut.

Baca juga: Cara Kerja Saham sebagai Instrumen Investasi dan Trading

Demikian penjelasan tentang strategi investasi saham dan obligasi yang bisa kamu terapkan. Jika kamu ingin belajar investasi mulai dari modal kecil, pakai saja aplikasi investasi BMoney yang bisa diakses di Play Store atau App Store.

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!