Teori-Teori Investasi yang Berguna Bagi Hidupmu

Uji Agung Santosa

27 September 2022

Teori investasi yang perlu kamu ketahui (Foto:123rf.com)
Teori investasi yang perlu kamu ketahui (Foto:123rf.com)

Pengelolaan keuangan yang matang dipercaya memiliki dampak positif bagi masa depan. Salah satu bentuk pengelolaan keuangan yang bermanfaat untuk saat ini dan nanti adalah investasi. Ada beragam investasi yang dapat kamu gunakan, dari tabungan konvensional, deposito, saham, reksadana, emas, properti atau tanah, hingga surat berharga dan derivatif.

Nah, untuk menentukan investasi apa yang tepat dan sesuai dengan kondisi keuangan masing-masing, serta tujuan yang ingin dicapai, kamu perlu juga mengetahui teori investasi. Ini akan berfungsi bagi kamu dalam menyusun portofolio investasi yang sesuai dan mampu melakukan analisis investasi yang tajam sehingga investasi yang dipilih mampu menjawab kebutuhanmu, baik untuk jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang.

Teori Investasi Keynes

Teori investasi keynes
Teori investasi keynes

Teori Keynes adalah teori ekonomi yang sering digunakan pada dunia investasi. Teori ini berasal dari ahli ekonomi John Maynard Keynes yang juga dikenal sebagai pencetus Keynesianisme. Teori ini menyatakan bahwa kecenderungan ekonomi makro dapat mempengaruhi perilaku individu ekonomi mikro. Berbeda dengan teori ekonom klasik yang menyatakan bahwa proses ekonomi didasari oleh pengembangan keluaran potensial.

Dari teori investasi Keynes ini juga disebutkan bahwa jumlah atau banyaknya investasi tidak hanya bergantung pada pengembalian atau satu faktor saja, tapi dipengaruhi juga oleh biaya modal atau tingkat bunga.

Mengacu pada teori tersebut, keputusan investasi itu dapat diambil dengan membandingkan Marginal Efficiency of Capital (MEC) atau keuntungan yang diharapkan dari sebuah investasi dengan tingkat bunga riil (r). Ketika nilai MECnya  lebih besar dibandingkan tingkat bunga riil, maka kamu disarankan melakukan investasi. Investasimu pun dapat disebut menguntungkan saat nilai MEC mencapai nilai yang sama dengan biaya modal yang dikeluarkan.
Baca juga: Mengenal Investasi Leher ke Atas dan Manfaatnya

Secara spesifik, ada sejumlah hal yang mempengaruhi keputusan berinvestasi merujuk pada teori Keynes:

1. Rasa optimisme

Saat kamu sebagai individu atau perusahaan merasa optimis dengan kondisi masa depan, biasanya akan mendorong keberanian untuk melakukan investasi. Dengan banyaknya investasi yang dilakukan, bisa jadi berdampak pada keuntungan yang diperoleh.

2. Pertumbuhan ekonomi

Layaknya teori ekonomi umum, tingkat supply dan demand yang saling mempengaruhi. Saat pertumbuhan ekonomi yang membaik, pasti juga berpengaruh pada kondisi investasi. Biasanya, ketika laju pertumbuhan ekonomi meningkat, permintaan juga akan naik.

3. Modal saham publik yang naik

Modal saham publik yang meningkat akan menyebabkan penurunan produk hasil marginal dan akan turut mengurangi nilai MEC. Produk hasil marginal sendiri adalah output tambahan yang akan diperoleh perusahaan dengan tambahan 1 unit modal.

Baca juga: Reksadana Pasar Uang, Pilihan Investasi Menguntungkan untuk Pemula

4. Perkembangan teknologi

Perkembangan teknologi umumnya memiliki dampak yang positif. Hal ini ternyata juga berpengaruh pada investasi. Jika perubahan teknologi yang terjadi menguntungkan, jumlah investasi juga ikut meningkat meski tingkat bunga tetap. 

Teori Investasi Portofolio Markowitz

Teori investasi yang berguna bagi hidupmu
Teori investasi yang berguna bagi hidupmu

Teori Portofolio Markowitz ini berasal dari Harry Markowitz yang dikemukakan pada 1952. Meski penghitungannya sebagian mengacu pada teori Keynes atau teori neoklasik, teori ini memberikan gambaran lain. kamu akan didorong untuk melakukan diversifikasi investasi berdasarkan modal yang kamu miliki.

Baca juga: Mengenal Reksadana Saham dan Risiko-risikonya

Teori ini sangat efektif kamu jadikan sebagai strategi awal dalam menyusun portofolio investasi. Portofolio sendiri adalah kumpulan investasi keuangan seperti saham, obligasi, uang tunai, reksadana, properti, emas, hingga barang seni. 

Markowitz pun menyampaikan portofolio yang paling baik adalah yang dikelola dengan cara paling optimal. Salah satunya adalah dengan mempertimbangkan terlebih dahulu setiap transaksi yang akan dilakukan.

Dengan cara ini, Markowitz mengajarkan untuk berani mengorbankan satu aspek untuk aspek lainnya. Alasan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai dari aspek lain sehingga mendapat imbal balik yang lebih besar.  

Baca juga: Pengertian Portofolio Investasi, Fungsi, dan Cara Menyusunnya

Tidak sekadar teori, Markowitz juga memperkenalkan model analisis portofolio berupa mean-variance model. Mean digunakan untuk mengukur rata-rata ekspektasi keuntungan dan variance digunakan untuk mengukur risiko.

Melalui analisis ini, sejumlah asumsi digunakan. Antara lain, waktu yang digunakan hanya satu periode, tidak ada biaya transaksi, preferensi investor, dan tidak ada pinjaman dan simpanan bebas risiko. Berdasarkan asumsi-asumsi tersebut, preferensi investor yang hanya mempertimbangkan ekspektasi keuntungan dan risiko dari portofolio akan memilih dan menyusun portofolio. 

Dari sini, kamu dapat mulai memecah dana yang diinvestasikan dengan tujuan untuk mengurangi risiko yang timbul apabila hanya diletakkan pada satu instrumen investasi saja. Ini memang yang disarankan Markowitz lewat teori dan analisis investasinya.

Baca juga: 10 Fungsi Investasi dan Tips Berinvestasi yang Menguntungkan

Sebagai contoh, apabila kamu meletakan seluruh dananya untuk membeli satu jenis saham, maka ada risiko kamu akan kehilangan semua dana tersebut apabila harga saham tersebut ambruk. Itu sebabnya,  disarankan untuk menempatkan pada banyak portofolio saham, termasuk kemungkinan menempatkan investasinya pada portofolio lainnya di luar saham seperti obligasi. Tak hanya di pasar modal, diversifikasi portofolio juga berlaku untuk pasar komoditas, investasi properti, valas, dan sebagainya.

Teori Investasi Internasional

Teori investasi internasional
Teori investasi internasional

Selain itu, ada pula teori investasi internasional. Seperti diketahui, investasi adalah penanaman modal dalam arti modal yang dimiliki pengusaha ditanamkan pada kegiatan yang produktif yang nantinya akan menghasilkan imbal hasil. Bedanya, teori investasi internasional ini umumnya dimanfaatkan oleh perusahaan atau kamu yang sedang ingin melakukan ekspansi bisnis. Dalam investasi internasional ada beberapa macam teori yang biasa diaplikasikan yaitu : 

1. Ownership Advantages Theories 

Teori ini menekankan bahwa perusahaan pemilik aset yang memiliki keunggulan kompetitif domestik dapat menggunakan keunggulannya tersebut. Nantinya, mereka bisa menembus pasar luar negeri melalui penanaman modal asing (PMA).

2. Internalization Theory

Di sini, menerangkan perusahaan meluaskan usahanya dengan memperhitungkan ongkos transaksi. Jika biaya transaksi lebih besar di dalam negeri, produksi di luar negeri lebih menguntungkan. 

3. Dunning Eclectic Theories 

Bagi perusahaan yang akan berinvestasi di luar negeri harus mempunyai kepemilikan yang khas, internalisasi, dan lokasi yang khas. Contohnya, memilih produk yang sulit dicari di luar negeri yang paling diminati dan berasal dari dalam negeri.

4. Teori Keunggulan Monopolistik 

Investasi langsung luar negeri yang dilakukan oleh perusahaan dalam industri oligopolistik memiliki keunggulan teknis dan keunggulan lain atas perusahaan pribumi. 

5. Ketidaksempurnaan Pasar Produk dan Faktor Produksi 

Keunggulan pengetahuan memungkinkan perusahaan yang melakukan investasi dengan memproduksi suatu produk yang disukai konsumen. Produk ini pun harus buatan lokal dengan kualitas yang bagus. Dengan demikian, perusahaan dapat mengendalikan harga jual dan lebih unggul dari perusahaan pribumi. 

6. Investasi Silang

Investasi langsung luar negeri oleh perusahaan oligopoli di negara asal masing-masing sebagai bentuk perlindungan.

7. The Follow-The-Leader Theory (Knickboxer)

Satu perusahaan yang bisa memasuki pasar dalam sifat pasar yang oligopolistik, maka perusahaan lain pun akan mengikuti. 

8. International Product Life Cycle Theory

Daur produk terdiri dari masa awal, masa pertumbuhan, masa puncak, dan masa jenuh. Produk suatu perusahaan yang telah sampai pada masa jenuh di pasar dalam negeri tetap bisa dijual. Caranya adalah mencari peluang menjual di negara lain pasarnya masih tumbuh.

Teori Portofolio dan Analisis Investasi

Portofolio investasi merupakan kumpulan aset investasi yang dimiliki oleh para investor. Portofolio investasi ini digunakan untuk mengetahui nilai investasi yang sedang dijalankan. Dari situ, kamu bisa menganalisis nilai risiko dan return yang diperoleh.

Teori portofolio dan analisis investasi menyarankan kamu untuk melakukan diferensiasi dalam investasi. Dengan begitu, kamu bisa menyeimbangkan return dan risiko yang akan diterima. Kamu pun perlu menyesuaikan dengan modal saat ingin membuat diferensiasi dalam portofolio.

Itu dia, berbagai macam teori investasi yang dapat kamu implementasikan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuanmu. Kamu juga bisa memetakan sesuai dengan kegunaan dan momentumnya. Untuk investasi jangka pendek, teori Keynes bisa dilakukan. Untuk investasi jangka menengah atau jangka panjang, memecah dana yang ingin diinvestasikan seperti yang dilakukan dalam teori Markowitz akan lebih cocok. Bagi kamu yang sedang membesarkan bisnismu, teori investasi internasional tentu dapat jadi pertimbangan. Jadi, jangan salah pilih!

Untuk lebih memahami jenis-jenis instrumen investasi yang bisa kamu gunakan dalam memperoleh keuntungan, gunakan aplikasi investasi BMoney yang bisa diakses melalui Play Store dan App Store.

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!