Tick Saham: Pengertian, Aturan, dan Fungsinya

Uji Agung Santosa

04 Januari 2024

Tick Saham: Pengertian, Aturan, dan Fungsinya (123rf.com)
Tick Saham: Pengertian, Aturan, dan Fungsinya (123rf.com)

Istilah tick dalam saham pada dasarnya mengacu pada ukuran perubahan terkecil dalam harga suatu saham yang memiliki banyak kegunaan dalam aktivitas perdagangan saham. Konsep tick ini cukup familier di kalangan trader dan investor saham, terutama untuk melihat pergerakan harga saham secara lebih detail. 

Kendati demikian, sebagian besar pemula boleh jadi masih merasa bingung mengenai pengertian tick dan mengapa tick antara satu saham dengan saham lainnya bisa berbeda-beda. Agar lebih jelas, mari menyelisik apa itu tick dalam saham, seperti apa aturan, dan apa saja kegunaannya.

Pengertian Tick Saham

Tick saham adalah ukuran perubahan harga terkecil atau satuan kelipatan yang dapat terjadi dalam pergerakan harga suatu saham, baik itu ke atas (naik) maupun ke bawah (turun). Tick sering disebut juga sebagai fraksi saham. Setiap saham memiliki nilai tick yang berbeda, tergantung pada harga saham tersebut. Hal ini karena harga saham dapat berfluktuasi seiring waktu, dan perubahan tersebut diukur dalam ticks. Satu tick adalah perubahan harga terkecil yang dapat terjadi.

Dengan kata lain, persentase perubahan harga satu tick juga akan bervariasi antara saham yang satu dengan saham lainnya. Sebagai gambaran, saham-saham yang memiliki harga terjangkau atau murah cenderung mengalami persentase perubahan yang lebih besar dibandingkan saham dengan harga premium atau mahal.

Baca juga: Mengenal Strategi HAKA dalam Investasi Saham 

Dalam praktiknya, saham-saham dengan harga yang lebih rendah cenderung lebih volatil ketimbang saham dengan harga lebih tinggi. Fenomena ini dilandasi kenyataan bahwa investor ritel dan manajer investasi memiliki kemampuan yang lebih mudah dalam membeli dan menjual saham-saham tersebut sehingga mengakibatkan pergerakan harga yang lebih dinamis. 

Terkadang, harga saham dengan nilai yang rendah juga dapat mencapai tingkat Auto Reject Atas (ARA) atau Auto Reject Bawah (ARB). Faktor ini juga dapat dipengaruhi oleh sentimen pasar tertentu yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga saham.

Aturan Tick Saham

Prospek Saham INDY
Aturan Tick Saham

Di Indonesia, regulasi terkait kelipatan harga atau tick saham telah diatur oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak Mei 2016 dan masih berlaku hingga saat ini. Ketentuan ini diklasifikasikan berdasarkan kelompok harga saham, mencakup rentang harga mulai dari di bawah Rp200 hingga lebih dari Rp5.000 per lembar.

Saat ini, saham dengan harga kurang dari di bawah Rp200 memiliki tick size sebesar Rp1, dengan batas maksimal perubahan sebesar Rp10. Artinya, jika suatu saham dibuka pada harga Rp165, perubahan harganya akan terjadi dalam kelipatan Rp1 per kali penawaran, dengan batas kenaikan atau penurunan maksimal Rp10. Oleh karena itu, harga penutupan maksimal pada hari perdagangan tersebut adalah Rp175.

Baca juga: UMA Saham: Pengertian, Risiko, dan Indikatornya! 

Contoh lainnya, saham dengan rentang harga Rp200 memiliki tick size Rp2 dan batas maksimal perubahan Rp20. Jika suatu saham dibuka pada harga Rp224, perubahan kelipatan yang mungkin terjadi adalah Rp226, Rp228, dan seterusnya, dengan batas kenaikan maksimal hingga Rp20. 

Dengan demikian, harga penutupan maksimal pada hari perdagangan tersebut adalah Rp244 sesuai dengan aturan BEI, pun tidak muncul harga-harga di bid-offer yang kelipatannya selain Rp2 seperti Rp227 atau Rp229.

Pemahaman terhadap regulasi ini bermanfaat untuk menjaga keteraturan transaksi di pasar saham, sekaligus mencegah order yang tidak sesuai dengan fraksi harga sehingga sesuai dengan mekanisme pasar. fraksi harga yang tidak sesuai pada order dapat menyebabkan penolakan otomatis oleh sistem Jakarta Automated Trading System (JATS).

Fungsi Tick Saham

Tips scalping saham.
Fungsi tick saham.

Selain membantu mengidentifikasi perubahan harga yang sangat kecil dalam aktivitas perdagangan saham, berikut sejumlah fungsi lainnya.

1. Menjaga Keteraturan Transaksi

Tick saham berperan sebagai regulasi BEI untuk menjaga keteraturan dalam mekanisme transaksi atau bid-offer di pasar saham. Aturan mengenai kelipatan harga atau tick membantu mengatur antrian bid-offer sehingga menciptakan pasar yang teratur dan kondusif. Ini penting untuk mengatasi selisih kuotasi harga yang terlalu lebar atau fluktuasi harga yang terlalu kecil, dan dapat menghambat transaksi serta menurunkan likuiditas.

2. Strategi Investasi

Tick saham terkait dengan strategi investasi lantaran memungkinkan investor memaksimalkan potensi keuntungan dan memitigasi risiko. Saat pasar sedang naik, investor dapat mempertimbangkan saham dengan fraksi harga besar untuk potensi keuntungan yang lebih tinggi. Sebaliknya, ketika pasar turun, saham dengan fraksi harga kecil dapat menjadi pilihan untuk meminimalkan kerugian.

Baca juga: Mau Cuan Saham? Pahami Strategi Buy on Weakness Berikut Ini

3. Analisis Pergerakan Harga Saham

Tick saham digunakan sebagai indikator pergerakan harga suatu saham. Uptick menunjukkan transaksi pada harga lebih tinggi, sedangkan downtick menunjukkan transaksi pada harga lebih rendah. Ini membantu pelaku pasar memahami dinamika pasar, arah pergerakan harga, dan membuat keputusan informasional.

4. Penyesuaian Harga dan Penentu Volatilitas

Nilai tick yang disesuaikan dengan rentang harganya, bukan hanya memungkinkan pengamatan yang lebih akurat terhadap perubahan harga relatif dari harga saham tersebut. Hal ini juga memberikan indikasi tentang volatilitas suatu saham. Saham dengan tick lebih besar cenderung lebih volatil, sedangkan saham dengan tick lebih kecil mungkin memiliki pergerakan harga yang lebih stabil.

5. Ketersediaan Likuiditas

Tick saham juga dapat memberikan indikasi tentang ketersediaan likuiditas di pasar. Saham dengan tick yang lebih kecil mungkin memiliki likuiditas yang lebih tinggi sehingga memudahkan pembelian dan penjualan saham.

6. Pengendalian Short-Selling

Konsep uptick digunakan sebagai indikator pergerakan harga dan pengendalian short-selling. Meskipun aturan uptick telah dihapus pada 2007, konsep ini tetap dapat membatasi aksi jual yang berlebihan pada saham yang turun lebih dari 10% dalam satu hari.

Baca juga: 7 Gaya Investasi Saham yang Perlu Kamu Pahami 

7. Memahami Sentimen Pasar

Para pelaku pasar menggunakan nilai tick saham untuk membaca sentimen pasar. Fraksi harga besar dapat menunjukkan minat kuat dari investor, sedangkan fraksi harga kecil dapat mengindikasikan ketidakpastian atau kehati-hatian. Pemahaman ini membantu membuat keputusan investasi yang lebih baik.

Pada akhirnya, konsep tick menjadi alat yang penting bagi pelaku pasar, baik mereka yang terlibat dalam perdagangan sehari-hari maupun yang berfokus pada investasi jangka panjang. 

Dengan memahami fraksi harga yang ditetapkan, investor dapat secara rinci menganalisis pergerakan harga saham, memahami sentimen pasar, merancang strategi yang responsif terhadap perubahan kondisi pasar, dan membantu dalam pengambilan keputusan investasi atau perdagangan.

Baca juga: Mengenal Indikator RSI Saham, Manfaat, dan Cara Membacanya 

Jadi, bagi kamu yang tertarik berinvestasi secara menguntungkan dan minim risiko jangan lupa menerapkan konsep tick saham. Agar semakin mudah dan aman, kamu juga bisa berinvestasi melalui aplikasi BMoney yang sudah terdaftar di OJK. 

Lewat BMoney, kamu bisa memilih berbagai jenis investasi yang sesuai portofoliomu dengan harga terjangkau mulai Rp10 ribu. Jangan ragu lagi, buruan download aplikasinya melalui Play Store atau App Store.

 

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!