Bagaimana Prospek saham GOTO setelah TikTok Gandeng Tokopedia?

Uji Agung Santosa

27 Desember 2023

Prospek saham GOTO setelah Tiktok gandeng Tokopedia (123rf.com)
Prospek saham GOTO setelah Tiktok gandeng Tokopedia (123rf.com)

TikTok dikabarkan akan berinvestasi sebesar USD1,5 miliar di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Investasi dilakukan seiring dengan kerjasama keduanya dalam layanan e-commerce di Indonesia. Investasi TikTok juja untuk memperkuat unit bisnis Tokopedia.

 

Keputusan ini menunjukkan adanya sinergi baru dalam industri teknologi yang bisa mengubah lanskap layanan belanja online di Indonesia.

Strategi ini dilakukan dengan mengintegrasikan bisnis TikTok Shop Indonesia dengan bisnis Tokopedia di bawah naungan PT Tokopedia. Dengan nilai investasi yang sudah disebutkan di atas, TikTok memegang 75,01% saham pengendalian di bawah PT Tokopedia, sedangkan GOTO akan mempertahankan 24,99% kepemilikan sahamnya.

Dalam implementasinya, seluruh fitur layanan belanja yang ada di aplikasi TikTok Shop Indonesia akan dioperasikan oleh Tokopedia. Hal ini dilakukan sebagai strategi untuk memperluas dan meningkatkan pengalaman belanja online bagi para pengguna TikTok Shop Indonesia.

Mengutip informasi di beberapa kanal berita online, pihak manajemen GOTO menjelaskan bahwa TikTok berkomitmen untuk menginvestasikan lebih dari USD1,5 miliar pada entitas Tokopedia secara jangka panjang. Bagi pemerhati bisnis dan investasi, hal ini menunjukkan bahwa TikTok memiliki kepercayaan yang tinggi dalam melihat potensi pertumbuhan dan kesuksesan Tokopedia di pasar digital Indonesia.

Tidak hanya itu, TikTok juga bahkan berencana memberikan pendanaan tambahan pada Tokopedia tanpa mengurangi kepemilikan GOTO. Hal ini menunjukkan bahwa TikTok sangat mendukung pertumbuhan dan inovasi Tokopedia sebagai pemimpin di industri e-commerce.

Selain itu, kedua entitas tersebut juga sedang berencana melakukan kolaborasi strategis lebih lanjut, terutama di bidang layanan keuangan dan on-demand. Implementasi kolaborasi ini berdampak baik bagi kedua belah pihak dan membuka peluang baru dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah.

Baca juga: The Fed Melunak, Minat Risiko Memuncak

Bentuk Kesepakatan TikTok dan Tokopedia

Kinerja saham GOTO (TradingView)
Kinerja saham GOTO (TradingView)

Dalam investasi ini, TikTok akan mengeluarkan dana sebesar USD840 juta untuk mengakuisisi saham baru yang diterbitkan Tokopedia. Selanjutnya, Tokopedia akan menerima USD1 miliar dari TikTok dalam bentuk promissory note. Sementara itu, TikTok Shop Indonesia akan menjual hak eksklusif untuk memiliki dan mengoperasikan bisnisnya kepada Tokopedia seharga USD340 juta.

Dalam kesepakatan tersebut, kepemilikan saham sebesar 24,99% akan tetap dimiliki oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO). Kepemilikan saham tersebut tidak akan terdilusi meskipun Tiktok memberikan dana tambahan untuk Tokopedia di masa mendatang. Selain itu, GOTO juga akan tetap menerima aliran pendapatan dari Tokopedia.

Jika banyak pihak menilai bahwa kesepakatan ini menguntungkan kedua belah pihak, maka Samuel Sekuritas Indonesia justru melihat bahwa transaksi tersebut justru merupakan hal positif bagi GOTO.  Pasalnya, sebagian besar biaya GOTO berasal dari Tokopedia, tepatnya 31,5% dari total biaya dan menyumbang 23,6% dari total kerugian bersih GOTO pada September 2023.

Baca juga: Prospek, Perkembangan, dan Cara Beli Saham GOTO di BMoney

Lebih lanjut lagi, Samuel Sekuritas juga menilai bahwa Tokopedia telah mencapai titik puncaknya tanpa dukungan eksternal. Sementara itu, ada pesaing Tokopedia yang masih mempunyai banyak modal untuk dibelanjakan. Dengan kehadiran live commerce di ruang e-commerce Indonesia, maka GOTO menemukan TikTok Shop sebagai pemimpin live commerce sebagai mitra strategis yang tepat.

Selain itu, kolaborasi dalam bentuk investasi ini juga memungkinkan GOTO untuk benar-benar fokus dalam menjalankan GoTo Financial (GTF) yang menawarkan skalabilitas tinggi. Dengan kehadiran TikTok di Tokopedia, Tokopedia berpotensi menawarkan banyak produk baru yang bisa membantu meningkatkan volume transaksi sekaligus meningkatkan take rate GTF.

Dengan adanya akuisisi Tokopedia oleh TikTok, GOTO dapat menghapus Tokopedia dari laba dan rugi konsolidasi sehingga beban kerugian bersih GOTO di masa depan bisa dikurangi.

Kehadiran TikTok juga diharapkan bisa membantu Tokopedia dalam membukukan EBITDA positif sehingga nantinya bisa berkontribusi secara positif terhadap keuntungan GOTO. Meski demikian, ada juga potensi negatif dari kesepakatan ini. Salah satunya adalah GOTO yang mungkin harus menurunkan nilai goodwill sehingga mengurangi nilai bukunya.

Baca juga: Nilai-nilai dalam Value Investing dan Langkah-Langkah Investasinya

Alasan TikTok Memilih Tokopedia Sebagai Mitra Strategis

Tiktok Apps
Tiktok Apps

Dalam melakukan akuisisi atau berinvestasi di suatu perusahaan, tentu ada berbagai alasan yang dimiliki. Begitu juga dengan alasan di balik TikTok Shop Indonesia yang memilih Tokopedia sebagai mitra strategisnya.

Salah satu alasan penting yang diungkapkan pihak TikTok Indonesia adalah karena kedua perusahaan tersebut visi dan misi yang sama, yaitu mengembangkan UMKM dan bisnis lokal. Itulah sebabnya, TikTok berkomitmen untuk menjalin kemitraan dengan Tokopedia secara berkelanjutan. 

Saat ditanya mengenai apakah TikTok Shop Indonesia akan bekerja sama dengan entitas baru lainnya setelah kolaborasi dengan Tokopedia ini berjalan, pihak TikTok menjelaskan bahwa kemitraan strategis ini masih dalam tahap uji coba di sejumlah fokus dengan periode uji coba yang akan berjalan selama 3 sampai 4 bulan sesuai dengan ketetapan Kementerian Perdagangan.

Sementara itu, pihak GOTO mengungkapkan bahwa pengambilbagian saham dapat diakhiri dengan perjanjian tertulis antara GOTO dan TikTok oleh salah satu dari kedua pihak tersebut jika penyelesaian kesepakatan belum terjadi pada 31 Maret 2024. 

Perjanjian ini juga bisa diakhiri oleh TikTok ataupun GOTO jika ada pihak yang melanggar jaminan atau perjanjian apapun dalam perjanjian pengambilan bagian saham yang menyebabkan kegagalan persyaratan pendahuluan untuk dipenuhi dan pelanggaran tersebut belum diperbaiki.

Baca juga: Panduan Lengkap Cara Beli Saham di BMoney

Demikian informasi tentang kerja sama atau kolaborasi strategis antara TikTok Shop Indonesia dengan Tokopedia yang tentu saja melibatkan GOTO sebagai pemegang saham. Berdasarkan informasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa kerja sama yang dilakukan oleh TikTok dan Tokopedia merupakan langkah strategis yang diambil agar dapat menguntungkan kedua belah pihak.

Lalu, bagaimana jika investor ingin membeli saham TikTok ataupun Tokopedia? Tentu saja kamu bisa membelinya di berbagai platform investasi, termasuk aplikasi investasi BMoney. Melalui aplikasi ini, kamu bisa mendapatkan keuntungan dengan cara berinvestasi atau melakukan trading saham, reksa dana, dan instrumen investasi lainnya.

Kamu juga tidak perlu khawatir soal keamanan berinvestasi karena BMoney sudah tercatat resmi dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keuntungan lain yang bisa kamu dapatkan adalah tidak adanya biaya transaksi yang dibebankan kepada nasabah saat kamu bertransaksi di platform ini.

Sementara itu, biaya pembelian saham akan bergantung pada jumlah saham yang dibeli saat kamu bertransaksi. Di BMoney sendiri, terdapat biaya transaksi yang dikenakan sebesar 0,182 persen dari nilai transaksi.

Nah, untuk mempermudah investor dalam membeli beragam jenis saham, aplikasi BMoney juga menyediakan fitur khusus untuk segmen pengguna premium bernama BMoney Privilege. Fitur ini memungkinkan kamu untuk dapat menikmati program investors priority dan melakukan transaksi jual beli saham berbagai emiten di Indonesia dengan aman.

Yuk, download aplikasi BMoney melalui App Store atau Play Store!

 

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!